Sholawat Munjiyat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Sholawat Munjiyat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 13 Agu 2026 12:30 WIB
Praying muslim and mosque at night sky hilal half moon
Foto: Getty Images/iStockphoto/oxinoxi
Jakarta -

Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, membaca sholawat menjadi bagian dari doa dan dzikir yang dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan. Salah satu sholawat yang cukup populer di kalangan umat Islam adalah Sholawat Munjiyat.

Sholawat ini dikenal dengan sebutan sholawat penyelamat karena di dalamnya terdapat permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dari berbagai bahaya, cobaan, dan kesulitan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Sholawat Munjiyat

Mengutip buku Kumpulan Sholawat dan Pupujian karya Lukmanul Hakim, secara bahasa, kata munjiyat berasal dari bahasa Arab yang bermakna penyelamat atau sesuatu yang menyelamatkan. Karena itu, Sholawat Munjiyat dapat dipahami sebagai sholawat yang berisi doa memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Bacaan ini termasuk sholawat ghairu ma'tsurah, yakni sholawat yang tidak secara langsung berasal dari redaksi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam hadits.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, isi Sholawat Munjiyat memuat doa-doa yang baik, seperti permohonan keselamatan, pemenuhan hajat, pengampunan dan penyucian dari keburukan, peningkatan derajat, serta memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.

Bacaan Sholawat Munjiyat Lengkap

Merujuk buku Rahasia Sehat Berkah yang disusun M. Syukron Maksum dan A. Fathoni el-Kaysi, berikut bacaan Sholawat Munjiyat dalam tulisan Arab, latin dan artinya.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آل سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ

Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al hâjati wa tuthahhirunâ bihâ min jamî'is sayyiâti wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lad darajâti wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyati min jamî'il khairâti fil hayâti wa ba'dal mamâti.

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sholawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan sholawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan sholawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan sholawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan sholawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati."

Sejarah Sholawat Munjiyat

Kisah mengenai Sholawat Munjiyat tercatat dalam sejumlah kitab yang membahas sholawat. Salah satu riwayat yang sering dikutip berasal dari Syekh Umar bin Ali al-Fakihani dalam Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat 'ala al-Basyir wa an-Nadzir.

Dalam kisah tersebut, disebutkan seorang ulama bernama Syekh Shalih Musa ad-Dharir, yang dikaitkan dengan tarekat Syadziliyah. Ketika berada di sebuah kapal, terjadi badai besar yang membuat para penumpang berada dalam keadaan genting.

Syekh Musa kemudian tertidur dan dalam tidurnya disebut bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Dalam kisah tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan bacaan sholawat yang kemudian dikenal sebagai Sholawat Munjiyat.

Setelah terbangun, Syekh Musa menyampaikan bacaan tersebut kepada para penumpang kapal. Mereka kemudian membacanya bersama-sama. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa badai kemudian reda atas izin Allah SWT.

Perlu dicatat, kisah tersebut merupakan riwayat sejarah penamaan dan kemasyhuran Sholawat Munjiyat, bukan hadits Nabi Muhammad SAW yang menjadi sumber langsung redaksi sholawat tersebut. Karena itu, penyebutan kisah tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai cerita yang dinukil dalam kitab ulama, bukan sebagai hadits sahih.

Keutamaan Membaca Sholawat Munjiyat

1. Dijauhkan dari Masalah dan Bencana

Dalam Syarah Dalail seperti dikutip dari buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat, disebutkan Hasan Ibnu Ali Al-Asnawi mengatakan, "Barangsiapa membaca sholawat ini untuk segala masalah dan bencana sebanyak seribu kali, maka Allah akan menyelesaikan masalahnya dan membebaskannya dari bencana, serta akan diluluskan harapannya."

2. Sebagai Doa Memohon Keselamatan dari Penyakit

Sayyid Muhammad Affan Ibn Abidin mengatakan, "Barang siapa yang membacanya lebih banyak lagi ketika musim mewabahnya penyakit kolera, maka ia akan aman dan selamat dari terjangkit penyakit menular tersebut. Dan barang siapa membacanya lebih banyak lagi dari bilangan sebelumnya ketika berada di atas perahu, maka ia akan selamat dari bencana tenggelam dan barang siapa membacanya sebanyak lima ratus kali, maka ia akan mendapatkan kekayaan yang ia kehendaki insyaAllah."

Wallahu a'lam.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads