Jarak Tempuh Muzdalifah ke Mina Saat Puncak Haji

Kabar Haji by Le Minerale

Jarak Tempuh Muzdalifah ke Mina Saat Puncak Haji

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Minggu, 24 Mei 2026 10:00 WIB
Jamaah haji dari berbagai negara termasuk Indonesia berjalan kaki di samping deretan bus yang tidak bisa bergerak karena terjebak kemacetan di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (6/6/2025). Sebagian jamaah haji memilih berjalan kaki dari Muzdalifa
Jemaah haji dari berbagai negara termasuk Indonesia berjalan kaki di samping deretan bus yang tidak bisa bergerak karena terjebak kemacetan di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (6/6/2025).Foto: ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU
Jakarta -

Jarak tempuh Muzdalifah ke Mina menjadi informasi penting bagi jemaah haji, khususnya saat puncak pelaksanaan ibadah haji setelah wukuf di Arafah. Perjalanan ini biasanya dilakukan pada malam hari hingga menjelang subuh.

Rute dari Muzdalifah menuju Mina dilalui oleh jutaan jemaah secara bersamaan, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan yang disediakan oleh otoritas setempat. Kondisi ini membuat waktu tempuh bisa berbeda-beda tergantung situasi di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jarak Muzdalifah ke Mina

Muzdalifah adalah salah satu kawasan yang terletak di antara Mina dan Arafah, sebagaimana dijelaskan dalam buku Panduan Haji & Umrah untuk Wanita karya Waway Qodratulloh. Lokasinya berjarak sekitar 10 km dari Makkah, dengan panjang wilayah kurang dari 4 km. Muzdalifah berada di area sempit yang diapit oleh dua gunung setelah kawasan Arafah.

Sementara itu, Mina merupakan daerah berbukit yang memiliki panjang sekitar 3-5 km. Letaknya berada di antara Makkah dan Muzdalifah, dengan jarak kurang lebih 7 km dari Makkah.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi dari situs Kementerian Agama RI, jarak antara Muzdalifah dan Mina sekitar 5 km, meskipun ada juga sumber yang menyebut hingga 7 km.

Perjalanan menuju Mina biasanya menggunakan bus, tetapi karena kepadatan lalu lintas dan keterbatasan transportasi, banyak jemaah yang memilih berjalan kaki.

Apa Saja yang Dilakukan Jemaah di Muzdalifah dan Mina?

Dalam buku Haji dan Umrah: Sebuah Perjalanan Spiritual dari Niat hingga Tawaf Wada karya Nadia Kharisma Afrillia dan Kustin Hartini, dijelaskan bahwa mabit berarti bermalam atau beristirahat.

Dalam konteks ibadah haji, mabit merupakan kewajiban berupa singgah pada malam hari sebagai persiapan untuk melaksanakan lempar jumrah. Mabit dilakukan dalam dua tahap di dua lokasi berbeda, yaitu di Muzdalifah dan Mina.

Mabit di Muzdalifah dilaksanakan pada 9 Zulhijah malam, setelah jemaah menyelesaikan wukuf di Padang Arafah. Di tempat ini, jemaah berhenti sejenak, meskipun hanya sebentar setelah pertengahan malam, sebagai bagian dari kewajiban haji.

Selain itu, Muzdalifah juga menjadi lokasi bagi jemaah untuk mengumpulkan kerikil kecil yang nantinya digunakan dalam prosesi lempar jumrah di Mina. Jumlah kerikil yang diambil biasanya minimal 49 butir untuk dua hari, atau 71 butir jika jemaah berencana bermalam selama tiga hari di Mina.

Secara geografis, Muzdalifah terletak sekitar 10 km dari Makkah, dengan panjang wilayah kurang lebih 4 km. Kawasan ini berada di area sempit yang diapit oleh dua gunung, setelah Arafah.

Setelah dari Muzdalifah, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk menjalani mabit tahap kedua. Mabit di Mina berlangsung selama:

  • 2 hari (11-12 Zulhijah) bagi jemaah yang memilih nafar awal, atau
  • 3 hari (11-13 Zulhijah) bagi yang memilih nafar tsani

Alasan utama mabit di Mina adalah karena di sinilah terdapat tiga titik jumrah yang akan dilempar. Dengan bermalam di Mina, jemaah menjadi lebih dekat dengan lokasi jumrah sehingga memudahkan pelaksanaan ibadah tersebut.

Total Jarak Tempuh saat Puncak Ibadah Haji

Mengacu pada informasi dari akun Instagram Asrama Haji Makassar, total jarak yang ditempuh jemaah selama puncak ibadah haji diperkirakan mencapai 33,65 km. Jarak ini mencakup rangkaian aktivitas seperti lempar jumrah, tawaf, dan sai.

Saat melaksanakan lempar jumrah, jemaah melempar batu ke tiga titik, yaitu ula, wustha, dan aqabah. Umumnya, jarak dari tenda jemaah ke lokasi jumrah sekitar 4,5 km sekali jalan. Jika dihitung pulang-pergi menjadi sekitar 9 km. Bila dilakukan selama tiga hari berturut-turut (11-13 Zulhijah), total jaraknya bisa mencapai sekitar 27 km.

Untuk tawaf, jemaah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran, dengan rata-rata satu putaran sekitar 500 meter bagi jalur yang dekat. Sehingga totalnya sekitar 3,5 km. Karena tawaf dilakukan dua kali (ifadah dan wada), jaraknya menjadi sekitar 7 km.

Sementara itu, dalam pelaksanaan sai, jemaah berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Dengan jarak sekitar 450 meter per lintasan, total jarak sai mencapai kurang lebih 3,15 km.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads