Profil dan Sejarah Ponpes Tambakberas Jombang, Lokasi Muktamar ke-35 NU

Profil dan Sejarah Ponpes Tambakberas Jombang, Lokasi Muktamar ke-35 NU

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 09 Jul 2026 06:30 WIB
Ponpes Tambakberas Jombang
Ponpes Tambakberas Jombang. Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur terpilih sebagai lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27-31 Agustus 2026 mendatang. Ponpes ini memiliki sejarah panjang.

Ponpes Tambakberas juga disebut sebagai Ponpes Bahrul Ulum. Lokasinya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profil dan Sejarah Ponpes Tambakberas

Dilansir dari situs MA Unggulan KH Abd Wahab Habulloh Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ponpes Tambakberas didirikan sekitar tahun 1825 di Dusun Gedang, Kelurahan Tambakberas oleh KH Abdus Salam bersama pengikutnya. Mereka membangun perkampungan santri dengan sebuah musala dan pondok sementara yang disebut pondok pesantren Slawean untuk 25 orang santrinya.

Slawean berasal dari bahasa Jawa yaitu Slawe yang artinya 25. Pondok tersebut jadi tempat Kiai Salam mengajarkan ilmu syariat, hakikat, dan kanuragan.

ADVERTISEMENT

KH Abdus Salam sendiri dikenal sebagai keturunan Raja Brawijaya dari Majapahit. Nama KH Abdus Salam lebih dikenal dengan nama Shochah atau Kyai Shoichah yang kemudian menikahi seorang putri dari Kota Demak, yaitu Muslimah.

Dari pernikahannya, KH Abdus Salam dikaruniai putri dan putri yang bernama Laiyyinah, Fatimah, Abu Bakar, Murfu'ah, Jama'ah, Mustaharoh, Aly ma'un, Fatawi, dan Abu Sakur.

Mengutip arsip detikJatim, Ponpes Tambakberas menampung belasan ribu santri dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Ponpes ini jadi yang terbesar di Jombang.

Pendiri Ponpes Tambakberas dikenal sebagai kiai sakti yang hijrah dari Tuban ke Jombang. Dari silsilahnya, KH Abdus Salam adalah putra dari Kiai Abdul Jabbar atau Pangeran Sumoyudo. Kiai Jabbar sendiri cucu dari Penguasa Pajang, Sultan Hadiwijoyo atau Joko Tingkir. Kakek Kiai Jabbar adalah Pangeran Benowo.

Penyebutan kiai sakti pada Abdus Salam karena dia bisa membuat siapa saja yang digertak menjadi gemetar. Memasuki usia senja, KH Abdus Salam mewariskan ponpes Slawean kepada dua menantu sekaligus muridnya yaitu Kiai Ustman dan Kiai Said.

Mereka lalu mengembangkan pesantren tersebut jadi dua cabang di Desa Tambakrejo karena santrinya semakin banyak. Kiai Ustman mengajarkan ilmu tarekat, sementara Kiai Said mengajarkan ilmu syariat.

Usai wafatnya Kiai Said, pengurusan pesantren diteruskan kepada putranya yaitu Kiai Hasbulloh. Sementara itu, pesantren Kiai Ustman tidak ada yang meneruskan karena tidak memiliki putra, sehingga sebagian santrinya dialihkan ke Kiai Hasbulloh dan mengirim putra tertuanya, Kiai Abdul Wahab, menimba ilmu di Makkah, Arab Saudi.

Sepulang dari Tanah Sucu pada 1914, Kiai Abdul Wahab mengubah sistem pendidikan pesantren ayahnya dari halaqah menjadi madrasah. Tahun berikutnya, dia mendirikan madrasah pertama di Ponpes Tambakberas bernama Madrasah Mubdil Fan.

Setelah ayahnya wafat pada 1920, Kiai Abdul Wahab mengelola pesantren dibantu dua adiknya yang juga menimba ilmu di Makkah yaitu Kiai Abdul Hamid dan Kiai Abdurrohim. Seiring berjalannya waktu, pesantren tersebut berkembang sangat pesat. Lalu pada 1965, Kiai Abdul Wahab menamai pesantren warisan ayahnya dengan Ponpes Bahrul Ulum yang artinya lautan ilmu pengetahuan.

KH Abdul Wahab adalah inisiator berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), salah satu ormas terbesar di Indonesia. Sekitar 1916, beliau mendirikan organisasi Tasywirul Afkar yang pusatnya di Surabaya. KH Abdul Wahab lalu mendirikan Nahdlatul Wathon pada 1926 yang kini dikenal menjadi NU.

Kini, ponpes yang didirikan kakek buyut tokoh pendiri NU itu dipilih sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026).

"Akhirnya Rapat Gabungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, yang didirikan oleh Kiai Wahab Chasbullah, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan pada 27 Agustus 2026," kata Ketua Panitia OC Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai rapat, dilansir NU Online.



(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads