Jadwal Wukuf Arafah 2026 dan Hari-hari Penting Haji

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Jadwal Wukuf Arafah 2026 dan Hari-hari Penting Haji

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 28 Apr 2026 13:15 WIB
Muslim pilgrims gather at Jabal al-Rahmah, also known as Mount Arafat, during the annual hajj pilgrimage, outside the holy city of Mecca, Saudi Arabia, June 5, 2025. REUTERS/Khaled Abdullah
Jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. Foto: REUTERS/Khaled Abdullah
Jakarta -

Dalam rangkaian ibadah haji, wukuf di Arafah menjadi penentu dan keabsahan ibadah seseorang. Wukuf di Arafah dilakukan pada 9 Zulhijah yang bertepatan juga dengan hari Arafah. Lantas, kapan jadwal Wukuf di Arafah 2026? Simak penjelasan mengenai jadwal wukuf Arafah dan hari-hari penting haji lainnya.

Penjelasan Mengenai Wukuf Arafah

Merujuk pada Buku Manasik Haji 2026 terbitan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, menurut bahasa wukuf berarti berhenti. Sedangkan menurut istilah, wukuf adalah berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram walau sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah.

Wukuf termasuk inti dari ibadah haji dan tidak bisa digantikan dengan denda (dam). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

الْحَقُّ عَرَفَة فَمَنْ جَاءَ لَيْلَةَ جَمْعٍ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ (رواه الترميذى)

Artinya: "Haji itu hadir di Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam hari jam'in (10 Zulhijah sebelum terbit fajar) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji." (HR At-Tirmidzi)

ADVERTISEMENT

Jadwal Wukuf Arafah 2026

Berdasarkan rencana jadwal pelaksanaan ibadah haji 2026 terbitan Kemenhaj RI, pelaksanaan wukuf di Arafah dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Jemaah haji diberangkatkan menuju Arafah dari Makkah pada 8 Zulhijah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026.

Walau Kemenhaj RI telah merilis prediksi jadwal, ketetapan resmi mengenai pelaksanaan wukuf di Arafah sepenuhnya mengikuti keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Kepastian tersebut biasanya baru akan diumumkan pada penghujung bulan Zulkaidah, setelah dilakukan pemantauan hilal awal Zulhijah.

Hari-Hari Penting Haji Lainnya

Hari penting haji merujuk pada rangkaian puncak ibadah di bulan Zulhijah. Berikut adalah rincian hari-hari penting tersebut:

1. Idul Adha 1447 H

Pada Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah, jemaah haji berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah untuk bermalam di sana. Selama di sana, jemaah haji dapat memperbanyak doa dan amalan lainnya. Waktu ini juga dapat digunakan untuk mencari kerikil minimal 7 butir.

Setelah lewat tengah malam, jemaah haji berangkat menuju Mina dengan sistem Taraddudi. Setelah tiba, jemaah menempati tenda Mina masing-masing.

Jemaah haji dapat melakukan lempar jumrah aqabah dengan memastikan pelaksanaannya di luar waktu terlarang, dengan tetap mempertimbangkan kesehatan jemaah.

Perlu diingat, ketentuan waktu larangan lempar jumrah mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintahan Arab Saudi.

2. Hari Tasyrik I

Pada hari tasyrik I atau 11 Zulhijah, jemaah haji berdiam diri di Mina dan memperbanyak ibadah di kemah masing-masing. Jemaah haji juga dapat melakukan lempar jumrah.

Ba'da zawal menjadi waktu afdal untuk melakukan lempar jumrah tasyrik, dan menjadi waktu larangan bagi jemaah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jemaah Indonesia dapat melakukan lempar jumrah tasyrik setelah berakhirnya waktu zawal, dengan mengikuti ketentuan jadwal lempar.

3. Hari Tasyrik II (Nafar Awal)

Hari tasyrik II atau 12 Zulhijah, menjadi waku di mana jemaah dapat melakukan lempar jumrah bagi yang belum pada 11 Zulhijah.

Bagi jemaah yang akan meninggalkan Mina (nafar awal), maka melempar jumrah pada tanggal 12 Zulhijah dianjurkan pagi hari, karena harus meninggalkan Mina sebelum Maghrib.

Sementara itu, jemaah yang melakukan nafar tsani, dapat memperbanyak ibadah dan lempar jumrah bagi yang belum selagi bukan dalam waktu yang dilarang.

4. Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)

Pada hari tasyrik III atau 13 Zulhijah, jemaah dapat melakukan lempar jumrah bagi yang belum pada tanggal 12 Zulhijah. Ini menjadi waktu terakhir bagi jemaah untuk melakukan lempar jumrah sebelum meninggalkan Mina (nafar tsani).




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads