Tak Perlu Memaksakan Arbain, Jemaah Diimbau Sesuaikan Jadwal

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Tak Perlu Memaksakan Arbain, Jemaah Diimbau Sesuaikan Jadwal

Rachmatunnisa - detikHikmah
Minggu, 26 Apr 2026 09:01 WIB
Kadaker Madinah Khalilurrahman
Kadaker Madinah Khalilurrahman. Foto: MCH 2026
Madinah -

Jemaah haji Indonesia diimbau tidak perlu memaksakan diri untuk menuntaskan ibadah arbain selama berada di Madinah, terutama jika terkendala waktu kedatangan dan kepulangan.

Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa ibadah arbain, yakni salat berjamaah 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, bukanlah ibadah yang wajib, sehingga tidak perlu dipaksakan.

"Di dalam buku manasik tidak ada kewajiban arbain. Jadi jemaah agar memperhatikan jadwal kedatangan dan keberangkatan," ujar Khalilurrahman kepada wartawan di Madinah, Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, peluang menyelesaikan arbain sangat bergantung pada waktu tiba di Madinah. Jika jemaah datang pada pagi atau siang hari, mereka masih memiliki kesempatan lebih besar untuk memulai salat sejak awal waktu. Namun jika tiba menjelang sore atau malam, potensi tidak terpenuhinya 40 waktu salat menjadi lebih besar.

"Kalau tibanya sudah mendekati Magrib, Isya, atau bahkan Asar, bisa jadi arbain tidak terpenuhi," katanya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Khalilurrahman menekankan jemaah tidak perlu merasa khawatir atau terbebani. Niat untuk melaksanakan ibadah tetap memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT.

"Kalau memang waktunya tidak mencukupi, cukup niatkan saja. Insyaallah, Masjid sudah dicatat sebagai amal kebaikan," ujarnya.

Jemaah diimbau untuk menjaga fisik agar fit saat puncak haji nanti. Imbauan ini sejalan dengan panduan yang juga disampaikan oleh otoritas haji, bahwa kondisi teknis seperti keterbatasan masa tinggal, penyesuaian jadwal penerbangan, hingga faktor kesehatan kerap membuat sebagian jemaah tidak bisa menyelesaikan arbain secara penuh.

Selain itu, jemaah lansia, disabilitas, atau yang dalam kondisi kurang sehat juga tidak dianjurkan memaksakan diri. Mereka tetap bisa memperoleh keutamaan pahala salat di Madinah, yang diyakini berlipat ganda dan tidak terbatas hanya di Masjid Nabawi, tetapi juga di seluruh wilayah tanah haram Madinah.

Screenshot Tuntunan Manasik di aplikasi SatuHajiScreenshot Tuntunan Manasik di aplikasi SatuHaji Foto: Screenshot Tuntunan Manasik di aplikasi SatuHaji



(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads