Belajar dari Kasus Nakes Hina Pasien, Begini Hukum Nyinyir dalam Islam

Belajar dari Kasus Nakes Hina Pasien, Begini Hukum Nyinyir dalam Islam

Kristina - detikHikmah
Kamis, 06 Agu 2026 20:45 WIB
ghibah
Ilustrasi nyinyir. Foto: Getty Images/Aang Permana
Jakarta -

Kasus dugaan tenaga kesehatan (nakes) menghina pasien BPJS yang curhat di media sosial memicu sorotan tajam usai komentarnya viral. Alih-alih bersimpati, komentar bernada negatif justru membanjiri unggahan pasien yang diketahui meninggal seminggu kemudian itu.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026.

Unggahan tersebut mendapat komentar bernada bullying dan nirempati. Bahkan ada yang menyarankan Yurizal pindah ke ruang jenazah jika ingin segera mendapat kamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Islam, nyinyir atau komentar sinis yang bertujuan merendahkan atau menyakiti hati adalah sesuatu yang dilarang. Hal tersebut termasuk perbuatan tercela.

ADVERTISEMENT

Menurut penjelasan dalam buku Dosa-dosa Jariah karya Rizem Aizid, kata-kata yang menyakiti hati orang lain bisa menjadi dosa jariah. Dosa tersebut akan terus mengalir sampai orang yang disakiti memaafkannya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 58,

وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا ࣖ ٥٨

Artinya: "Orang-orang yang menyakiti mukminin dan mukminat, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, sungguh, mereka telah menanggung kebohongan dan dosa yang nyata."

Allah SWT juga melarang orang-orang beriman mengolok-olok kaum lain. Dia berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ١١

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim."

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menegaskan larangan mengolok-olok kaum lain karena boleh jadi mereka yang diolok-olok itu jauh lebih mulia dan terhormat di sisi Allah SWT. Begitu pun para perempuan, Allah SWT melarang mereka mengolok-olok sesamanya.

Kaum mukmin juga dilarang saling mencela karena semuanya adalah saudara. Perumpamaan orang-orang mukmin satu dengan lainnya bagaikan satu tubuh, bila salah satu anggotanya sakit, anggota tubuh lainnya akan merasakannya.

مَثلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ اِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ. (رواه مسلم وأحمد عن النعمان بن بشير)

Artinya: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan terganggu pula." (HR Muslim dan Aḥmad dari an-Nu'mān bin Basyīr)

Ada sebuah riwayat yang bisa menjadi pelajaran dalam tutur kata dan perbuatan. Rasulullah SAW pernah bersabda:

اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلٰى صُوَرِكُمْ وَاَمْوَالِكُمْ وَلٰكِنْ يَنْظُرُ اِلٰى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ. (رواه مسلم عن ابي هريرة)

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupamu dan harta kekayaanmu, akan tetapi Ia memandang kepada hatimu dan perbuatanmu." (HR Muslim dari Abu Hurairah)



(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads