Belakangan ini media sosial diramaikan dengan curhatan seorang pasien peserta BPJS Kesehatan yang kemudian dijadikan sebagai bahan candaan maupun nyinyiran. Mulai dari komentar yang merendahkan hingga pandangan bahwa pasien BPJS mendapat pelayanan berbeda.
Mirisnya lagi, orang yang banyak melemparkan komentar negatif berasal dari kalangan tenaga medis. Mereka yang seharusnya mengedepankan empati, justru melemparkan kalimat-kalimat berisi nyinyiran.
Terlepas dari polemik yang berkembang, Islam mengajarkan adab yang tinggi dalam memperlakukan sesama manusia, terlebih kepada orang yang sedang sakit. Dalam ajaran Islam, sakit merupakan ujian sekaligus penggugur dosa, sehingga seorang muslim dianjurkan untuk memberikan empati, mendoakan kesembuhan, dan menghibur mereka yang sedang tertimpa musibah, bukan justru merendahkan atau mengolok-oloknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Islam Melarang Menghina dan Merendahkan Sesama
Dr. Hardisman, MHID, PhD dalam bukunya yang berjudul Tuntunan Akhlak Dalam Al-Quran dan Sunnah: Membentuk Pribadi Muslim Berkarakter dan Penerapannya Pada Etika Kedokteran menjelaskan Islam secara tegas melarang seorang muslim menghina, mengejek, maupun merendahkan orang lain.
Larangan tersebut tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 11.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Orang Sakit Berhak Mendapat Empati
Dalam Islam, menjenguk dan menghibur orang sakit termasuk amalan yang dianjurkan. Rasulullah SAW bahkan memasukkan menjenguk orang sakit sebagai salah satu hak sesama muslim.
Dalam hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam." Beliau SAW bersabda, "(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan 'alhamdulillah'), doakanlah dia (dengan mengucapkan 'yarhamukallah'); (5) apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman)." (HR. Muslim)
Menjenguk orang sakit bukan sekadar datang berkunjung, tetapi juga mendoakan kesembuhan, dan memberikan semangat agar mereka tetap optimistis menghadapi ujian.
Sakit Merupakan Ujian yang Menghapus Dosa
Islam memandang sakit bukan sebagai aib, melainkan salah satu bentuk ujian yang dapat menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa seorang hamba.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesedihan, gangguan, kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya." (HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, tidak pantas menjadikan kondisi sakit seseorang sebagai bahan olok-olok.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Janganlah engkau menampakkan kegembiraan atas musibah yang menimpa saudaramu, karena Allah bisa jadi akan merahmatinya dan menimpakan musibah itu kepadamu." (HR Tirmidzi)

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris