MUI Minta Jemaah Haji Doakan Bangsa dan Pemimpin RI di Tanah Suci

Kabar Haji Bersama Promag Herbal

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Bangsa dan Pemimpin RI di Tanah Suci

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 23 Apr 2026 16:15 WIB
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh
Foto: Dok. Pribadi/Asrorun Niam Sholeh
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh jemaah haji RI untuk memanjatkan doa terbaik bagi bangsa selama berada di Tanah Suci. MUI berharap Indonesia senantiasa menjadi bangsa yang aman, damai, dan sejahtera.

Pesan ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh. Ia mengatakan doa dari para jemaah haji sangat penting bagi kebaikan bangsa, termasuk bagi para pemimpin agar diberi petunjuk dalam menjalankan amanah.

"Mendoakan bangsa Indonesia agar dijadikan bangsa yang aman, damai, sejahtera; pemimpinnya diberikan ma'unah oleh Allah SWT dan diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, dikutip dari laman MUI (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Ni'am juga berpesan agar jemaah benar-benar fokus melaksanakan ibadah setibanya di Tanah Suci. Ia juga mendorong jemaah untuk merefleksikan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sebagai teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Prof Ni'am juga menyarankan jemaah untuk memperkaya wawasan dengan membaca literatur sejarah sebelum berziarah ke tempat-tempat ikonik di Madinah.

ADVERTISEMENT

"Misalnya saat ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, ke Jabal Uhud, ke Makam Baqi, dan tentu ke Makam Rasulullah SAW serta para sahabat," tambah Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut.

Prof Ni'am turut mewanti-wanti jemaah terkait kondisi fisik. Mengingat masa tinggal di Tanah Suci yang cukup lama hingga puncak haji, jemaah diminta tidak memaksakan diri dalam mengejar ibadah sunnah, terutama jika cuaca ekstrem melanda.

"Kondisi fisik yang kadang memiliki keterbatasan karena suasana senang di tempat yang baru, sehingga terlena. Akhirnya pada saat harian kondisi fisik sudah terkuras. Ini penting untuk dipahami kepada seluruh jemaah haji," tegas Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok ini.

Selain kesehatan, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, baik dari pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) maupun regulasi di Arab Saudi.

Terakhir, Ketua Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini mengingatkan jemaah untuk terus memperdalam ilmu manasik. Karena haji adalah ibadah mahdhah, maka kepatuhan terhadap syarat dan rukun adalah mutlak.

Agar jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan benar secara syar'i dan memperoleh haji yang mabrur. Bisa dengan membaca buku manasik atau konsultasi kepada pembimbing haji.



(hnh/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads