Menunaikan ibadah haji memerlukan kesiapan fisik yang ekstra. Menjaga kesehatan adalah kunci utama agar seluruh rangkaian rukun dan wajib haji dapat terlaksana dengan sempurna. Terdapat hal penting terkait kesehatan jemaah haji, yakni beberapa jenis penyakit yang perlu diwaspadai.
Lantas, apa saja jenis penyakit yang paling sering mengintai jemaah haji di Tanah Suci? Bagaimana langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan jika melihat rekan satu rombongan mengalami gejala tersebut? Simak penjelasan berikut ini seperti dirangkum dari Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026 terbitan Kementerian Haji dan Umrah RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyakit Jemaah Haji di Arab Saudi
Selama menunaikan ibadah haji, jemaah perlu memahami hal penting terkait kesehatan diri, salah satunya dengan mengenal beberapa jenis penyakit. Penyakit tersebut antara lain heat stroke dan virus Mers-CoV. Berikut penjelasan terkait pencegahan dan gejala yang dialami.
1. Heat Stroke (Serangan Panas)
Heat stroke disebabkan karena cuaca panas ekstrem. Jemaah yang terkena kondisi darurat ini akan mengalami peningkatan suhu badan cepat hingga 41 derajat dalam waktu 10-15 menit.
Heat stroke dapat memperberat kondisi jemaah haji yang sedang sakit dan mengganggu fungsi organ tubuh yang berujung pada kematian.
Cara Mencegah Heat Stroke
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh jemaah haji untuk mencegah heat stroke. Bila jemaah sedang berada di hotel, gunakan waktu tersebut untuk istirahat dengan cukup, berdiam diri di tempat sejuk, dan minum 1 gelas air (300 cc) setiap jamnya.
Bila jemaah sedang berada di luar ruangan, hindari terkena matahari secara langsung, selalu gunakan payung/topi, atau semprotkan air (water spray).
Gejala Penderita Heat Stroke
Terdapat beberapa gejala bagi jemaah haji yang menderita heat stroke, antara lain:
- Suhu badan lebih dari 39,5 derajat
- Kulit menjadi merah, panas, dan kering
- Nadi cepat dan kuat
- Sakit kepala dan muntah
Pertolongan Pertama Saat Terkena Heat Stroke
Terdapat beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan jemaah haji yang terkena heat stroke, berikut langkah-langkahnya:
- Pindahkan korban ke tempat dingin
- Longgarkan pakaian korban
- Siram badan korban dengan air dingin
- Kompres dengan menggunakan air dingin dan letakkan di leher
- Pemasangan kipas angin atau cukup dengan dikipaskan
- Perhatikan suhu tubuh dan pastikan turun hingga 38,0 derajat
- Segera hubungi dokter untuk pertolongan lebih lanjut
2. Virus Mers-CoV
Jenis penyakit berikutnya adalah virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-CoV). Ini adalah penyakit sistem pernafasan yang disebabkan oleh virus corona atau virus unta yang dapat menimbulkan kematian.
Virus ini berasal dari negara-negara Timur Tengah yang kemudian menyebar ke Eropa dan mungkin saja menyebar di kawasan lain di dunia. Gejala awal dari penyakit ini korban akan mengalami demam, batuk, sesak napas, dan badan yang lemah.
Kondisi korban dapat memburuk hingga menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut. Jika melihat dari data statistik, setengah dari korban yang terinfeksi Mers-CoV meninggal dunia.
Cara Penularan Virus Mers-CoV
Terdapat beberapa cara penyebaran virus Mers-CoV. Antara lain melalui percikan dahak (droplet) pada saat penderita batuk atau bersin dan melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi dengan virus, seperti gagang pintu, berjabat tangan, dan lain sebagainya.
Mencegah Penularan Virus Mers-CoV
Agar tidak terpapar virus Mers-CoV, terdapat beberapa cara untuk mencegahnya, antara lain:
- Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan setelah beraktivitas
- Hindari untuk kontak langsung dengan unta
- Segera ke dokter apabila demam disertai dengan gangguan pernafasan
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji