Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 terus dimatangkan. Salah satu persiapan yang telah dimulai adalah pembangunan dan pemasangan tenda di kawasan Mina.
Pada puncak pelaksanaan ibadah haji, area Mina yang akan menjadi tempat bermalam bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia. Pada pelaksanaah ibadah haji tahun ini, sedikitnya sebanyak 1,6 juta jemaah akan berkumpul dalam waktu bersamaan untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Berlangsungnya proyek pembangunan tenda di Mina ini menandai dimulainya pembangunan "kota sementara" terbesar di dunia, yang setiap tahunnya menjadi pusat aktivitas jamaah saat menjalankan rangkaian ibadah di Mina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tenda Ber-AC hingga Fasilitas Sanitasi Disiapkan
Dilansir dari The Islamic Information Kamis (16/4/2026), tim dari berbagai otoritas terkait telah mulai merakit tenda-tenda modern yang dilengkapi dengan pendingin udara. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur pejalan kaki diperkuat untuk memastikan mobilitas jamaah tetap lancar dan aman.
Unit sanitasi juga ditempatkan secara merata di berbagai zona untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan jemaah. Tidak hanya itu, fasilitas penting seperti pos tanggap darurat, klinik medis, serta titik distribusi air minum turut diintegrasikan dalam tata letak kawasan.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi bersama tim kota dan pertahanan sipil juga memperkenalkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Salah satunya adalah penerapan protokol manajemen kerumunan yang lebih canggih.
Selain itu, penggunaan alat pelacakan digital mulai dioptimalkan guna membantu jamaah dalam navigasi serta meminimalisasi risiko tersesat atau terjebak dalam kerumunan.
Rute transportasi, sistem penunjuk arah, serta area istirahat turut didesain ulang agar lebih ramah bagi jamaah lanjut usia dan disabilitas.
Seluruh fasilitas yang dibangun di Mina harus melalui proses pemeriksaan kualitas yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap aspek memenuhi standar kesehatan dan keselamatan internasional.
Dikabarkan Arab News, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah telah melaporkan kesiapan fasilitas di kawasan ibadah, termasuk pengembangan sistem layanan digital yang mendukung perjalanan haji, serta peningkatan infrastruktur dan logistik guna memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Program pelatihan telah diluncurkan bagi para relawan dan petugas layanan haji.
Sebanyak 1.500 peserta ditargetkan mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pemandu dan administrator layanan jamaah.
(dvs/erd)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban