Jadwal Masuk Asrama Haji 2026, Apa yang Harus Disiapkan Jemaah?

Jadwal Masuk Asrama Haji 2026, Apa yang Harus Disiapkan Jemaah?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Kamis, 16 Apr 2026 11:47 WIB
Jemaah haji kloter 4 JKG mulai tiba di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (4/7/2023) petang.
Jemaah haji kloter 4 JKG mulai tiba di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (4/7/2023) petang. Foto: Devi Setya/detikHikmah
Jakarta -

Jadwal masuk asrama haji 2026 merupakan tahapan awal yang harus dilalui jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Asrama haji berfungsi sebagai tempat persiapan akhir sebelum penerbangan.

Dalam tahap ini, jemaah akan menjalani berbagai proses seperti pemeriksaan dokumen, kesehatan, hingga pembagian perlengkapan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jadwal dan kebutuhan yang harus dipersiapkan.

Jadwal Masuk Asrama Haji 2026

Berdasarkan rencana perjalanan haji yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jadwal masuk asrama haji akan dimulai pada 21 April 2026. Jemaah kloter pertama akan mulai terbang ke Tanah Suci pada 22 April 2026. Berikut kegiatan selengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Kegiatan Haji 2026

  • 21 April 2026: Jemaah haji masuk asrama haji
  • 22 April 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
  • 1 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
  • 6 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
  • 7 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
  • 15 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
  • 21 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah; Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
  • 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah
  • 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
  • 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
  • 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
  • 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
  • 1 Juni 2026: Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Makkah melalui Jeddah ke Tanah Air; Awal kedatangan jemaah haji Gelombang I di Tanah Air
  • 7 Juni 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah
  • 15 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air
  • 16 Juni 2026: Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H; Awal pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air; Awal kedatangan jemaah haji Gelombang II di Tanah Air
  • 21 Juni 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah
  • 30 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 1 Juli 2026: Akhir kedatangan jemaah haji Gelombang II di Tanah Air

Larangan bagi Jemaah Haji di Asrama Haji

Merujuk pada buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kemenhaj RI, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh jemaah selama berada di asrama haji. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa jemaah dilarang:

  1. Membuat kegaduhan, termasuk keluar masuk asrama tanpa mengikuti aturan, demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kesehatan bersama.
  2. Tidak menggunakan atau mengabaikan Alat Perlindungan Diri (APD) yang telah disediakan, seperti masker dan botol semprot atau botol minum.

Kewajiban Jemaah di Asrama Haji

Setibanya di asrama haji embarkasi, setiap jemaah wajib melaksanakan beberapa hal berikut:

ADVERTISEMENT
  1. Mengikuti proses penerimaan serta serah terima dari panitia kabupaten/kota kepada PPIH embarkasi.
  2. Menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum keberangkatan.
  3. Menempati akomodasi yang telah ditentukan serta mengonsumsi konsumsi yang disediakan panitia.

Selama berada di asrama haji embarkasi, jemaah juga memiliki kewajiban tambahan, antara lain:

  1. Tinggal di kamar yang telah ditetapkan oleh panitia.
  2. Mengonsumsi katering yang disediakan oleh PPIH embarkasi.
  3. Mengikuti kegiatan pendalaman manasik haji.
  4. Menerima dokumen dan perlengkapan penting, seperti paspor, visa, gelang identitas, serta uang saku (living cost) sebesar 750 Riyal Saudi.
  5. Memastikan data pada paspor dan visa sudah benar, termasuk nama dan foto, serta memastikan tidak tertukar dengan milik jemaah lain.
  6. Menjaga barang berharga, seperti uang, ponsel, perhiasan, dan dokumen penting.
  7. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mematuhi aturan yang berlaku di asrama.
  8. Menunjukkan sikap toleransi, saling membantu antarjemaah, dan bersabar dalam berbagai kondisi.

Persiapan Jemaah Haji

1. Persiapan Mental dan Fisik

Agar memiliki kesiapan mental dan fisik yang optimal sebelum berangkat ke Tanah Suci, setiap jemaah haji dianjurkan untuk:

  • Memperbanyak istighfar, zikir, dan doa sebagai bentuk taubat kepada Allah SWT serta memohon petunjuk-Nya.
  • Menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, maupun utang piutang.
  • Menjalin kembali silaturahmi dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar dengan saling memaafkan serta meminta doa restu.
  • Melaksanakan walimatussafar bagi yang mampu sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT, dengan tetap menghindari sikap pamer (sum'ah), riya', dan berbangga diri (mubahah).
  • Membiasakan pola hidup sehat agar lebih mudah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji dan umrah.
  • Mempelajari manasik atau tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

2. Persiapan Bekal Materi

Untuk menunjang kelancaran ibadah haji dan meraih kemabruran, jemaah juga perlu menyiapkan bekal materi sebagai berikut:

  • Membawa bekal yang halal dan mencukupi selama perjalanan, serta memastikan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan tetap terpenuhi.
  • Menyiapkan dokumen penting, seperti bukti pelunasan BPIH, kartu BPJS, paspor, dan visa haji.
  • Membawa kartu ATM yang terhubung dengan jaringan internasional seperti Visa atau Mastercard bagi yang memilikinya.
  • Membawa sekitar lima set pakaian, termasuk seragam batik nasional sebagai identitas.
  • Menyimpan dokumen yang tidak diperlukan selama di Tanah Suci, seperti KTP dan SIM, di rumah agar lebih aman.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads