Arab Saudi mengimbau agar jemaah mengenakan masker ketika umrah. Imbauan yang disampaikan oleh Otoritas Kesehatan Masyarakat (Weqaya) itu bertujuan mengurangi risiko infeksi pernapasan selama ibadah berlangsung.
Dilansir dari Saudi Gazette, hal ini jadi upaya sistem kesehatan Saudi dalam meningkatkan kesadaran pencegahan di kalangan jemaah agar ibadah bisa dilakukan dengan aman dan nyaman. Imbauan penggunaan masker berlaku ketika tawaf dan sa'i serta saat beradda di area dengan kepadatan tinggi.
Jemaah umrah juga disarankan menghindari jam-jam puncak dan kerumunan padat sebisa mungkin untuk perlindungan diri. Mematuhi imbauan tersebut bisa mengurangi kemungkinan infeksi, keparahan dan komplikasi pernapasan, membatasi penularan di antara jemaah dan melindungi keluarga mereka setelah kembali ke negara masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain imbauan memakai masker, jemaah umrah juga disarankan menerima vaksinasi yang diwajibkan untuk umrah khususnya bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan penderita penyakit kronis. Pemesanan jadwal vaksinasi bisa dilakukan lewat aplikasi Sehhaty.
Otoritas terkait menegaskan angkah-langkah ini mencerminkan komitmen sistem kesehatan dalam menjaga kesehatan publik serta memastikan jemaah bisa menunaikan ibadah dengan rasa aman dan tenang.
Beberapa waktu lalu, Arab Saudi juga mengimbau pentingnya vaksinasi sebelum menunaikan umrah Ramadan 2026. Vaksin meningitis jadi syarat kesehatan yang perlu diperhatikan.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menekankan pentingnya menerima vaksin meningokokus sebelum melaksanakan umrah Ramadan 2026 yag merupakan periode puncak tahunan umrah. Imbauan itu jadi langkah pencegahan untuk melindungi jemaah, terutama karena kepadatan di Masjidil Haram selama bulan puasa.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Lebaran Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Penetapan Resminya
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam