Mayoritas Jemaah Puas, Layanan Haji dan Umrah Saudi 2025 Tembus Angka 90 Persen

Mayoritas Jemaah Puas, Layanan Haji dan Umrah Saudi 2025 Tembus Angka 90 Persen

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 03 Feb 2026 18:30 WIB
Kakbah di Masjid Al Haram, Mekkah
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Tingkat kepuasan jemaah haji dan umrah sepanjang tahun 2025 melampaui angka 90 persen. Hal ini diungkap oleh Pusat Manajemen Kinerja Nasional atau National Center for Performance Management (Adaa).

Dilansir dari Saudi Gazette pada Selasa (3/2/2026), pada 2025 lebih dari 19,5 juta jemaah haji dan umrah seluruh dunia berkunjung ke Tanah Suci. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator kuat keberhasilan transformasi layanan jemaah dalam kerangka Visi Arab Saudi 2030.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui Program Pelayanan Tamu Allah (Pilgrim Service Program), Saudi mencatat tingkat kepuasan 91 persen untuk jemaah haji dan 94 persen untuk jemaah umrah. Jumlah tersebut menunjukkan kualitas perencanaan, operasional, serta upaya terpadu lebih dari 60 lembaga dan instansi yang terlibat pada penyelenggaraan layanan jemaah sejak awal hingga akhir perjalanan ibadah.

Selain itu, musim haji dan umrah 2025 juga disebut memiliki tingkat partisipasi sosial yang tinggi. Lebih dar 184.000 relawan terlibat aktif dalam pelayanan bimbingan, pengaturan jemaah, serta layanan kemanusiaan. Kegiatan itu jadi wujud nyata semangat kolaborasi nasional sekaligus nilai kepedulian sosial dalam melayani para jemaah.

ADVERTISEMENT

Upaya peningkatan kualitas ibadah turut diperkuat dengan pengembangan 18 situs bersejarah yang berkaitan dengan sirah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah. Langkah ini disebut mampu memperdalam pengalaman spiritual jemaah sekaligus menambah dimensi edukatif serta kultural dalam perjalanan haji dan umrah.

Capaian tingkat kepuasan jemaah haji itu jadi komitmen Saudi menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah yang datang dari berbagai penjuru negeri. Selain itu, hal tersebut juga memperkuat posisi Saudi sebagai pusat pelayanan ibadah yang modern, humanis serta berkelanjutan.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads