Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengembangkan platform oleh-oleh haji sebagai bagian dari transformasi layanan yang mengintegrasikan kepentingan jemaah dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dikutip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, melalui platform ini, jemaah dapat membeli berbagai produk khas haji asal Indonesia sebelum keberangkatan, dengan pengiriman langsung ke alamat rumah masing-masing.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Efendi, mengatakan pengembangan platform tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya agar jemaah lebih nyaman dan UMKM mendapatkan kepastian pasar," ujar Jaenal.
Produk yang ditawarkan dalam platform oleh-oleh haji tersebut meliputi kurma lokal dari Nusa Tenggara Barat dan Pasuruan, tasbih, sajadah, hingga beragam produk kerajinan dan makanan khas daerah. Untuk mendukung implementasi program ini, Kemenhaj juga akan menggelar Expo UMKM Oleh-Oleh Haji di Indonesia yang dibagi berdasarkan wilayah barat, tengah, dan timur.
Selain pengembangan platform oleh-oleh, Kemenhaj turut mendorong integrasi ekonomi nasional dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui sejumlah program lain. Salah satunya adalah optimalisasi penggunaan produk pangan Indonesia untuk konsumsi jemaah, seperti bumbu khas Nusantara dan makanan siap saji (ready to eat/RTE) yang diproduksi oleh pelaku usaha nasional.
Sebanyak 22 varian bumbu khas Indonesia dengan total kebutuhan lebih dari 400 ton, serta sekitar 3,9 juta paket makanan siap saji (ready to eat/RTE), disediakan oleh pelaku usaha dalam negeri yang telah memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Jaenal menyebut, dana penyelenggaraan ibadah haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun memiliki potensi besar untuk memberikan dampak ekonomi berlapis bagi masyarakat.
"Harapan Presiden dan Menteri jelas, dana haji tidak hanya terserap di Arab Saudi, tetapi sebagian besar bisa dirasakan masyarakat Indonesia melalui produk dan layanan UMKM," katanya.
Kemenhaj juga menginisiasi rencana ekspor beras Indonesia untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji, seiring dengan kondisi surplus panen nasional. Di sisi layanan, penyediaan tenan UMKM di hotel-hotel jemaah di Mekkah dan Madinah turut disiapkan untuk menghadirkan produk khas Indonesia di Tanah Suci.
Seluruh program tersebut diperkuat melalui penguatan tata kelola ekosistem ekonomi haji agar pengelolaan layanan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.
