Bumi Diciptakan Sebelum Langit, Begini Kata Ahli Tafsir

Bumi Diciptakan Sebelum Langit, Begini Kata Ahli Tafsir

Kristina - detikHikmah
Senin, 21 Sep 2026 20:01 WIB
Melacak Misteri Keberadaan Planet Kesembilan di Tata Surya
Ilustrasi penciptaan langit dan bumi. Foto: DW (News)
Jakarta -

Allah SWT menciptakan langit dan bumi dalam enam masa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Menurut para ahli tafsir, bumi diciptakan lebih dulu sebelum langit.

Penciptaan langit dan bumi diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 54. Allah SWT berfirman,

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ʻArasy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha Berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam."

Allah SWT juga berfirman dalam surah Qaf ayat 38,

ADVERTISEMENT

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍۖ وَّمَا مَسَّنَا مِنْ لُّغُوْبٍ

Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa dan Kami tidak merasa letih sedikit pun."

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya dalam enam masa. Langit dan bumi yang dimaksud tidak sebatas pada dua hal itu, tetapi semua yang ada di alam ini. Langit adalah alam di atas dan bumi adalah alam di bawah. Penciptaan ini juga mencakup alam yang ada di antara langit dan bumi sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Furqan ayat 59:

اَلَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ اَلرَّحْمٰنُ فَسْـَٔلْ بِهٖ خَبِيْرًا

Artinya: "(Allah) yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻArasy. (Dialah) Yang Maha Pengasih. Tanyakanlah (wahai Nabi Muhammad) tentang Dia (Allah) kepada Yang Maha Mengetahui (Allah)."

Melalui ayat tersebut, Allah SWT juga menegaskan Dialah Pemilik, Penguasa, dan Pengatur segala ciptaan itu.

Bumi Diciptakan Sebelum Langit

Sebagian ahli tafsir menyatakan bumi diciptakan lebih dulu sebelum langit. Pendapat ini berpegang pada firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 29:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ

Artinya: "Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dr Nadiah Thayyarah penulis Mausu'ah al-I'jaz al-Qur'ani (Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an) mengatakan di antara mufasir yang berpendapat bumi diciptakan sebelum langit adalah Ibnu Katsir. Menurutnya, Allah SWT menciptakan bumi dulu baru kemudian menciptakan tujuh langit. Penataan bumi agar siap dihuni manusia, menurut Ibnu Katsir, dilakukan setelah penciptaan langit dan bumi.

Senada, dijelaskan dalam Tarikh Ath-Thabari, Ibnu Abbas berpendapat bumi diciptakan sebelum langit karena menurut mereka bumi diciptakan pada hari Ahad dan Senin. Ibnu Abbas juga menjelaskan maksud firman Allah SWT yang menyebutkan penciptaan bumi sebelum langit, dan menyebut langit sebelum bumi.

"(Yang dimaksud adalah) bahwa Allah menciptakan bumi beserta makanannya tanpa membentangkannya sebelum (menciptakan) langit, kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit lalu Dia menjadikannya tujuh langit, kemudian Dia membentangkan bumi setelah itu. Itulah yang dimaksud firman Allah, "Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya." (QS. An-Nazi'at: 30)," jelasnya.

Para ulama kontemporer menyatakan bumi diciptakan dari langit yang masih berbentuk asap dalam empat tahapan secara berturut-turut, dan pada saat yang sama pembentukan langit berupa asap yang dilakukan melalui dua tahapan sudah selesai. Kemudian, atmosfer, air, dan bebatuan diciptakan setelah itu.

Penciptaan langit dan bumi adalah perkara gaib yang tidak bisa ditangkap indra manusia. Wallahu a'lam.



(kri/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads