×
Ad

Doa Kehilangan Barang dan Sikap dalam Menghadapi Situasi Ini

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Senin, 14 Sep 2026 09:30 WIB
Foto: Gemini AI
Jakarta -

Mendapati barang berharga hilang, terselip, atau lupa menaruhnya tentu menjadi momen yang mendebarkan dan memicu rasa cemas. Dalam situasi panik seperti ini, seorang Muslim diajarkan untuk tidak langsung larut dalam emosi, melainkan menata sikap batin dan melakukan langkah-langkah ikhtiar yang terukur.

Islam mengajarkan keyakinan bahwa jika barang tersebut merupakan rezeki yang ditetapkan Allah untuk Anda, tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghalanginya untuk kembali. Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 6:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)."

Lantas, bagaimana bacaan doa kehilangan barang beserta amalannya agar cepat ditemukan? Adakah perbuatan atau amalan yang bisa dilakukan agar barang cepat ditemukan?

Bacaan Doa Kehilangan Barang

Mengutip buku Selesaikan Segala Resahmu dengan Doa dan Munajat oleh Salman Al Farisi, berikut bacaan doa agar barang yang hilang dapat kembali:

اَللّٰهُمَّ يَارِبِّ الضَّآلَّةِ وَيَاهَادِيًا مِنَ الضَّلاَلَةِ رُدَّ ضَآ لَّتِىْ

Allahumma ya ribbadh dhallati wa ya hadiyan minadh dhallati rudda dhallati

Artinya: "Ya Allah, wahai Tuhan dari sesuatu yang hilang, Tuhan yang menunjukkan dari kesesatan, kembalikanlah barangku yang hilang."

Mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, ada doa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA melalui Umar bin Katsir:

يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ

Ya hadiyadh dhala wa riyadh dhalat urdu 'alayya dhalati bi'izzatika wa sulthanika fainnaha min 'athaika wa fadhlika

Artinya: "Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugerah dan pemberian-Mu."

Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar mengajarkan doa kehilangan barang sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

Allahumma ya jami'an nasi liyaumin la raiba fih ijma' baini wa baina dhallati fi khairin wa 'afiyatin

Artinya: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan 'afiyah."

Mengambil kutipan dari buku Kumpulan Do'a dalam Al-Qur'an dan Hadits oleh Syaikh Said bin Wahf al-Qahthani, terdapat doa memohon kemudahan agar Allah SWT memberikan kemudahan dalam menemukan barang yang hilang:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahla wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla

Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau mudahkan dan tidak ada yang sulit jika Engkau menghendakinya kemudahan."

Perbuatan dan Amalan yang Dilakukan Ketika Kehilangan Barang

  1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
  2. Pikirkan kondisi dengan kepala dingin agar ingatan dapat bekerja lebih jernih.
  3. Telusuri Kembali Jelajah Ingatan (Rethink) Coba ingat-ingat kapan dan di mana terakhir kali Anda melihat, memegang, atau menggunakan barang tersebut.
  4. Cari Secara Perlahan
  5. Periksa tempat-tempat yang paling sering digunakan atau area terselip secara teliti dan tidak terburu-buru.
  6. Bertanya Kepada Orang Sekitar
  7. Komunikasikan kepada keluarga, rekan kerja, atau kerabat yang berada di lokasi terakhir barang tersebut berada.
  8. Melafalkan Doa dan Bertawakal
  9. Setelah ikhtiar fisik dilakukan, gantungkan harapan sepenuhnya kepada Allah SWT melalui doa.

Adapun Ibnu Umar RA sebelum membaca doa, mengerjakan salat 2 rakaat. Dalam riwayat dari Umar bin Katsir, dari Ibnu Umar RA, "Dia berwudhu, kemudian salat 2 rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa."

al-Baihaqi dalam ad-Da'awat al-Kabir mengatakan bahwa itu adalah hadits mauquf atau perkataan sahabat yang statusnya adalah hasan.



Simak Video "Menteri Agama: Indonesia Adalah Rumah Bersama"

(lus/lus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork