Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya untuk membersihkan penyelenggaraan haji dan umrah dari praktik manipulasi dan rente. Hal ini menjadi perhatian karena perputaran uang di sektor perhajian dan umrah disebut mencapai sekitar Rp120 triliun.
"Perputaran uang di sekitar perhajian yang hampir 120 triliun itu tentu ada insentif yang besar, tentu ada potensi praktik manipulasi dan rente di situ," kata Dahnil Anzar Simanjuntak di kantor Kemenhaj, Senin (14/9/2026).
"Untuk memastikan semua aktor-aktor yang berkecimpung dan berkegiatan di ekosistem perhajian, dan tentu kemudian mereka-mereka yang berbisnis, berkegiatan di situ itu mendapatkan berkah," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, upaya pembenahan dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem haji dan umrah dapat menjalankan kegiatan bisnis secara sehat dan sesuai aturan.
"Tujuan kita membongkar praktik perhajian dan umrah itu ingin memastikan bahwasanya ekosistem ini itu adalah ekosistem yang halal, yang sebenar-benarnya, bukan ekosistem yang menggunakan agama sebagai tameng tapi kemudian hanya bertujuan untuk rente, bertujuan untuk melakukan manipulasi," lanjut Dahnil.
Kemenhaj Dapat Ribuan Aduan
Kemenhaj resmi meluncurkan hotline Bongkar Mafia Haji dan Umrah. Layanan ini dibuka untuk memberikan ruang kepada masyarakat menyampaikan pengaduan terkait dugaan praktik curang dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
"Oleh sebab itu, hari ini kami meneguhkan komitmen untuk membongkar semua praktik-praktik mafia haji dan umrah, dan memberikan ruang yang sangat luas kepada publik untuk melakukan pengaduan, supaya datanya datang dari publik."
Menurut Dahnil, antusiasme masyarakat terlihat sejak hotline tersebut dibuka. Ratusan laporan disebut telah masuk dan dilayani, sementara sebagian lainnya masih belum terakomodasi.
"Hari ini saja baru dibuka, itu hotline itu sudah ratusan sudah masuk, sudah terlayani, bahkan banyak yang belum sempat diakomodir atau diangkat teleponnya."
Ia menegaskan, pembenahan sektor haji dan umrah membutuhkan komitmen seluruh jajaran Kemenhaj.
"Nah oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, ini butuh komitmen dari semua ASN Kementerian Haji. Komitmen Pak Menteri, komitmen kita semuanya itu harus menular di seluruh Indonesia."
Hampir 13 Ribu Pengaduan Masuk
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf juga mengungkapkan, hingga saat ini terdapat hampir 13 ribu pengaduan yang masuk. Ia mengatakan pengaduan tersebut akan ditangani secara bertahap.
"Hari ini saja baru dibuka, itu hotline itu sudah ratusan sudah masuk, sudah terlayani, bahkan banyak yang belum sempat diakomodir atau diangkat teleponnya," kata Menhaj.
"Melalui hotline, dan melalui komitmen yang Anda bisa lihat di atas gedung kita, itu menunjukkan komitmen kami untuk pastikan haji dan umrah harus berlaku bersih, dan praktiknya harus suci," sambungnya.
Menurut Dahnil, persoalan yang banyak ditemukan belakangan ini berkaitan dengan penyelenggaraan umrah. Ia menyebut sektor tersebut selama ini berkembang dengan mekanisme pasar yang sangat terbuka.
"Bahkan kita sekarang punya travel umrah itu sekitar kurang lebih 3 ribuan, 3.000 travel umrah. Nah oleh sebab itu, kami akan upayakan supaya segera diverifikasi ulang untuk memastikan mana travel umrah yang pantas digunakan oleh publik, mana yang tidak," tegas Dahnil.
