5 Perbuatan yang Diam-diam Bisa Menghapus Pahala Muslim

5 Perbuatan yang Diam-diam Bisa Menghapus Pahala Muslim

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 04 Jun 2026 09:30 WIB
ghibah
Ilustrasi ghibah (Foto: Getty Images/Aang Permana)
Jakarta -

Ada sejumlah perbuatan yang diam-diam bisa menghapus pahala muslim. Sebagai umat Islam, tentu kita harus menghindari perkara ini agar kebaikan yang dilakukan tidak sia-sia.

Dalam surah Ar Rahman ayat 60 diterangkan jika muslim berbuat baik, maka kebaikannya akan berbalik padanya. Allah SWT berfirman,

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)."

Kebaikan yang dikerjakan tak harus besar, bahkan sekecil apa pun akan mendapat balasan. Hal ini disebutkan dalam surah Az Zalzalah ayat 7-8,

ADVERTISEMENT

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨

Artinya: "Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula."

Perbuatan baik tentu akan diganjar pahala oleh Allah SWT. Oleh karenanya, penting bagi muslim menjaga pahala agar tidak terhapus karena hal-hal buruk.

5 Perbuatan yang Bisa Hapus Pahala

Terdapat perbuatan yang terlihat sepele padahal bisa menghapus pahala muslim diam-diam. Apa saja itu?

1. Mengungkit Sedekah yang Sudah Diberikan

Diterangkan dalam buku 100 Kesalahan dalam Sedekah oleh Reza Pahlevi Dalimuthe, mengungkit sedekah yang telah diberikan dapat menyakiti orang yang menerima sedekah. Muslim yang berbuat demikian tidak akan mendapat kebaikan dari sedekah yang ia berikan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 264,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."

2. Ghibah

Ghibah atau menggunjing jadi perbuatan tercela yang sering disepelekan. Dalam Islam, ghibah diibaratkan memakan bangkai saudaranya sendiri sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Hujurat ayat 12.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ١٢

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Dosa ghibah bisa menghapus pahala atau amal kebaikan seseorang. Menurut kitab Nashaihul 'Ibad susunan Syekh Nawawi Al Bantani terjemahan Ach Fairuzzabadi, Rasulullah SAW menyebut empat sifat manusia yang melekat dan bisa hilang karena empat perkara lainnya.

"Ada empat permata (perangai yang melekat) pada diri anak Adam yang dapat dihihilangkan dengan empat perkara lainnya (dari sifat tercela), yakni: akal, agama, haya' (rasa malu), amal saleh. Kemarahan dapat menghilangkan akal (sehat). Hasud (dengki) dapat menghilangkan agama. Tamak dapat menghilangkan haya' (rasa malu). Ghibah dapat menghilangkan amal saleh."

Ghibah bahkan disebut sebagai hal yang menyebabkan amal kebaikan manusia tidak diterima oleh malaikat penyeleksi di setiap pintu langit.

3. Maksiat Saat Sendirian

Maksiat dilarang keras dalam Islam, apalagi jika dilakukan saat sendiri. Pahala sebesar gunung pun akan terhapus jika seseorang bermaksiat seperti diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

"Niscaya aku mengetahui suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa banyak kebaikan sebesar Gunung Tihamah yang putih, tetapi kemudian Allah menjadikannya (hancur lebur) seperti debu berterbangan."

Tsauban bertanya, "Ya Rasulullah, jelaskanlah sifat-sifat mereka kepada kami agar kami tidak menyadarinya."

Beliau menjawab, "Mereka masih termasuk saudara kalian sendiri. Mereka melakukan ibadah malam sebagaimana yang kalian lakukan. Akan tetapi, jika sedang sendirian mereka berani melanggar larangan-larangan Allah." (HR Ibnu Majah)

4. Hasad

Hasad sering disebut sebagai dengki. Dijelaskan dalam buku Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak oleh Masan AF, pemilik sifat hasad tidak senang ketika saudaranya mendapat nikmat dari Allah SWT.

Orang yang hasad akan selalu iri hati melihat kehidupan senang dari saudaranya. Rasulullah SAW bersabda:

"Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki, karena dengki itu memakan semua kebaikan, sebagaimana api menghanguskan kayu bakar." (HR Abu Dawud)

5. Zalim

Zalim merupakan dosa perusak kehidupan atau sekelompok orang. Perbuatan zalim menyengsarakan orang yang terzalimi.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya:

"Orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia suka mencaci maki dan (salah) menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang terzalimi itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan pelaku zalim. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka." (HR Muslim)

Naudzubilah min dzaalik. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari sifat-sifat tercela yang bisa menghapus pahala.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads