Mengumandangkan dan mendengarkan adzan merupakan salah satu momen berharga dalam ibadah umat Islam. Selain sebagai penanda masuknya waktu salat, momen setelah adzan-khususnya saat waktu Subuh-merupakan salah satu waktu paling mustajab di mana doa-doa yang dipanjatkan tidak akan tertolak.
Membaca doa maupun berzikir ketika mendengar panggilan muazin hukumnya adalah sunnah. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar, setiap muslim disunnahkan untuk menirukan setiap lafaz yang diucapkan oleh muazin. Namun, terdapat pengecualian ketika muazin sampai pada lafaz hayya 'alal falah serta lafaz khusus adzan Subuh, yakni ash-shalatu khairum minan nawm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Menjawab Lafaz Khusus Saat Adzan dan Iqamah
Ketika muazin mengumandangkan kalimat ajakan menuju kemenangan (hayya 'alal falah), umat Islam yang mendengarkannya tidak menirukan kalimat tersebut, melainkan disunnahkan membaca lafaz hawqalah:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Bacaan latin: Lā haula wa lā quwwata illā billāh
Artinya: "Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan hanya dengan kehendak Allah."
Khusus pada adzan Subuh, terdapat kalimat penambah berupa ash-shalatu khairum minan nawm (salat itu lebih baik daripada tidur). Saat kalimat ini terdengar, lafaz yang disunnahkan untuk dibaca adalah:
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ
Bacaan latin: Shadaqta wa bararta
Artinya: "Engkau telah berkata benar dan engkau telah berbuat baik."
Adapun saat mendengar muazin mengumandangkan persaksian kerasulan (asyhadu anna muhammadar rasuulullah), umat Islam disunnahkan meresponsnya dengan ucapan ketetapan iman berikut:
وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُوْلًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا
Bacaan latin: Wa ana asyhadu anna muhammadar rasuulullah, radhiitu billaahi rabbaa, wa bi muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama rasuulaan, wa bil islaami diinaa
Artinya: "Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Nabi Muhammad SAW sebagai nabiku, dan agama Islam sebagai agamaku."
Sementara itu, ketika panggilan dilanjutkan dengan iqamah sebagai tanda salat berjemaah akan segera dimulai, bacaan yang disunnahkan adalah:
أَقَامَهَا اللهُ وَأَدَامَهَا
Bacaan latin: Aqaamahallahu wa adaamahaa
Artinya: "Semoga Allah menegakkan salat ini dan selalu melanggengkannya."
Baca juga: Doa Sesudah Adzan Salat 5 Waktu |
Doa Setelah Adzan Subuh
Setelah muazin selesai mengumandangkan adzan secara utuh, umat Islam dianjurkan untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa setelah adzan yang populer berikut ini:
اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Bacaan latin: Allâhumma Rabba hâdzihid-da'wati at-tâmmati, wash-shalâtil-qâimati, âti sayyidanâ Muhammadan al-wasîlata wal fadhîlah, wad-darajatar rafî'ah wab'atshu maqâman mahmûdan alladzî wa'adtah, innaka lâ tukhliful-mî'âd
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang tetap didirikan, karuniakanlah Nabi Muhammad tempat yang luhur (wasilah) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan tempatkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji."
Keutamaan berdoa di antara waktu adzan dan iqamah ditegaskan dalam banyak riwayat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak tertolak doa antara adzan dan iqamah." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Sunni, dan ulama hadits lainnya. Imam at-Tirmidzi menyatakan bahwa hadits ini berstatus hasan shahih).
Merujuk pada bab ad-Da'wat sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi lewat kitabnya al-Adzkar dari kitab Jami' at-Tirmidzi, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apakah yang bisa kami ucapkan wahai Rasulullah?" Beliau SAW kemudian menjawab agar umatnya memohon keselamatan di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan membaca doa keselamatan berikut:
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Bacaan latin: Allahumma innî as-alukal-'âfiyah fid-dunya wal-âkhirah
Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat."
Anjuran ini juga dikuatkan oleh riwayat Abdullah bin Amr bin Ash RA. Dikisahkan seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW karena merasa para muazin mendapat keutamaan lebih tinggi. Rasulullah SAW kemudian bersabda:
"Bacalah sebagaimana yang mereka bacakan, jika (adzan) telah selesai, maka berdoalah niscaya Allah akan mengabulkannya." (HR. Abu Dawud).
Sebagai pelengkap khusus pada momen bergantinya malam menuju fajar di waktu Subuh, umat Islam juga dapat membaca doa khusus berikut:
اللَّهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي
Bacaan latin: Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du'aaika faghfir lii
Artinya: "Ya Allah, ini adalah saat datangnya siang-Mu, perginya malam-Mu, dan terdengarnya suara doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Hadiah Miras, MC Minta Maaf-Penyelenggara Marah