Manusia hakikatnya tidak pernah lepas dari ujian hidup, baik berupa kesulitan ekonomi maupun masalah lain yang datang bertubi-tubi. Ketika rezeki terasa seret dan hambatan terus berdatangan, tidak sedikit orang merasa tidak adil atas kondisinya.
Padahal, Islam mengajarkan setiap kesempitan rezeki dan beratnya masalah memiliki hikmah dan makna tersendiri bagi seorang hamba. Mengapa rezeki seret dan masalah datang bertubi-tubi dapat terjadi dan bagaimana cara menyikapinya?
Mengapa Rezeki Seret?
Rezeki yang seret disebabkan oleh beberapa faktor. Disebutkan dalam buku Shalat Subuh dan Shalat Dhuha oleh Muhammad Khalid, penyebab rezeki seret bisa jadi karena hal berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kurang Usaha dan Mudah Putus Asa
Allah SWT tidak akan mengubah nasib seorang hamba-Nya apabila mereka sendiri tidak berusaha mengubahnya. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT berikut,
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ ٥٣
Artinya: "(siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah di-anugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Anfal: 53)
2. Mengingkari Nikmat Allah
Mengingkari nikmat yang telah diberikan Allah SWT juga menjadi penyebab seretnya rezeki. Ingkar dalam hal ini merujuk pada kelalaian atas nikmat dan kesenangan yang dimiliki, tanpa ingat Allah SWT lah yang memberikan kenikmatan tersebut. Allah SWT berfirman,
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ ١١٢
Artinya: "Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yang dahulu aman lagi tenteram yang rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari setiap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah. Oleh karena itu, Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan karena apa yang selalu mereka perbuat." (QS An-Nahl: 112)
Masalah Bertubi-tubi Datang karena Allah Sayang Hamba-Nya
Selain rezeki yang terasa seret, masalah hidup yang lain kerap kali datang bersamaan. Ketika cobaan datang bertubi-tubi, sebagian orang mungkin pernah bertanya-tanya mengapa hal ini dapat terjadi, padahal telah bersikap tawakal dan selalu mengingat Allah SWT. Namun perlu diketahui bahwa Allah SWT memberikan masalah yang datang bertubi-tubi kepada hamba-Nya bukan karena rasa benci, melainkan Allah SWT sebenarnya mengasihi dan menyayanginya.
Disebutkan dalam buku 99 Q (Kecerdasan berdasarkan Asmaul Husna) karya Sulaiman Al-Kumayi, Allah SWT mau mendengar hamba-hamba-nya yang Ia beri berbagai macam cobaan untuk berdoa, bermunajat, dan mengadu keluh kesahnya.
Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka dia memberinya cobaan supaya dia mendengar tadarru'nya (rintihan meminta kepadanya)." (HR Baihaqi, dinilai lemah)
Dalam riwayat lain yang shahih dikatakan:
إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ
Artinya: "Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji." (HR Ath-Thabrani dan dinilai shahih oleh Al-Albani)
Maka dengan ini, hendaknya seseorang tidak melihat masalah sebagai kesialan, melainkan sebagai suatu kebaikan karena sesungguhnya Allah SWT yang paling mengetahui tentang hamba-Nya. Hal ini pula diserukan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 216,
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ
Artinya: "Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
Doa agar Dimudahkan Rezeki
Hal yang bisa dilakukan ketika rezeki seret atau masalah datang bertubi-tubi adalah terus berikhtiar diiringi doa kepada Allah SWT.
Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki susunan KH Sulaeman bin Muhammad Bahri, berikut doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon mendapat rezeki kepada Allah SWT:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقْنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّباً مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مُشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Arab-latin: Allaahumma innii as'aluka antarzuqnii rizqan halaalan waasi'an thayyiban min ghairi ta'abin walaa musyaqqatin walaa dhairin walaa nashabin innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya: "Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa repot, dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu."
Bisa juga membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِي أَغْنِنِي عَنِّى أَبَدًا وَيَا عَزِيزُ يَا مُعِزُّ أَعِزَّنِي بِإِعْزَازِ عِزَّةٍ قُدْرَتِكَ وَ يَا مُيَسِّرَ الْأُمُورِ يَسْرْلِي أُمُورَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَا خَيْرَ مَنْ يُرْجِي يَا اللَّهُ
Arab-latin: Allaahumma yaa ghaniyyu yaa mughnii aghninii ghinan abadan wa yaa 'aziizu yaa mu'izzu a'izzanii bi i'zaazi 'izzati qudratika wa yaa muyassiral umuuri yassirlii umuuraddunyaa wad diini yaa khaira man yurjaa yaa allaahu.
Artinya: "Ya Allah, Dzat yang Maha Kaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan kepadaku yang abadi. Wahai Dzat yang Maha Mulia yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling baik, ya Allah."
Doa agar Dimudahkan Segala Urusan
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً
Arab-latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa syi-ta sahlaa
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan." (HR Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik)
(kri/kri)
