Rasulullah Mengajarkan Doa Agar Terbebas dari Utang, Ini Bacaannya

Rasulullah Mengajarkan Doa Agar Terbebas dari Utang, Ini Bacaannya

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 02 Jul 2026 05:45 WIB
Ilustrasi pinjol. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi pinjol. (Chat GPT)
Jakarta -

Utang merupakan sesuatu yang diperbolehkan dalam Islam selama dilakukan untuk tujuan yang baik dan disertai niat untuk melunasinya. Namun, Rasulullah SAW mengingatkan agar seorang muslim tidak meremehkan utang karena dapat menjadi beban berat, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

نفس المؤمن مُعَلّقة بدَيْنِه حتى يُقْضى عنه

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena utangnya sampai utangnya dilunasi." (HR. At-Tirmidzi)

ADVERTISEMENT

Mengutip buku Ekonomi Syariah Membumi Jawaban Majelis Taklim dalam Persoalan Keuangan Keluarga yang diterbitkan Penyuluh Agama Islam, hukum asal utang dalam Islam adalah mubah atau boleh, namun dalam kondisi tertentu hukumnya bisa menjadi makruh bahkan haram.

Doa agar Terbebas dari Utang

Dikutip dari buku Majmu' Syarif Qolbu oleh Ahmad Fahmi Kamil, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa yang dapat diamalkan agar Allah SWT memberikan kecukupan rezeki, memudahkan pelunasan utang, serta melindungi seorang hamba dari lilitan utang yang memberatkan.

1. Doa agar Dijauhkan dari Utang

Doa ini berasal dari hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa'i. Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a'ûdzu bika minal 'ajzi wal kasal. Wa a'ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a'ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang."

2. Doa Dicukupkan Rezeki

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika 'an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika 'amman siwaak.

Artinya: "Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu."

Mengapa Rasulullah Memohon Perlindungan dari Utang? (h2)

Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW sering memohon perlindungan kepada Allah SWT dari lilitan utang.

Suatu ketika, para sahabat bertanya mengapa beliau sering membaca doa tersebut. Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya apabila seseorang terlilit utang, maka ketika berbicara ia cenderung berdusta dan ketika berjanji ia mengingkarinya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits Tentang Utang

Rasulullah SAW banyak menegaskan bahaya utang dan dosa yang ditanggung orang yang berutang apabila mereka tidak melunasinya. Berikut beberapa hadits yang berisi peringatan bagi muslim yang memiliki utang:

1. Utang Akan Ditagih di Akhirat

Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

من مات وعليه دَينٌ ، فليس ثم دينارٌ ولا درهمٌ ، ولكنها الحسناتُ والسيئاتُ

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya utang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)." (HR. Ibnu Majah)

2. Pahala Mati Syahid Akan Terhalang Utang

Dari Abdullah bin 'Amr RA, Rasulullah SAW bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إلَّا الدَّيْنَ

"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali utang." (HR. Muslim)

3. Dibangkitkan Sebagai Pencuri

Dari Shuhaib bin Sinan Ar-Rumi RA, Rasulullah SAW bersabda,

أيما رجلٍ تديَّنَ دَيْنًا ، و هو مجمِعٌ أن لا يُوفِّيَه إياه لقي اللهَ سارقًا

"Siapa saja yang berutang dan ia tidak bersungguh-sungguh untuk melunasinya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri" (HR. Al-Baihaqi)

4. Utang Menghalangi Masuk Surga

Dari Tsauban RA, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

"Barang siapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: kesombongan, ghulul (harta khianat), dan utang, maka dia akan masuk surga." (HR. Ibnu Majah)

5. Rasulullah Tidak Mau Menyalati Jenazah yang Masih Berutang

Dari Jabir bin Abdillah RA ia mengatakan,

"Ada seorang laki-laki di antara kami meninggal dunia, lalu kami memandikannya, menutupinya dengan kapas, dan mengkafaninya. Kemudian kami mendatangi Rasulullah SAW dan kami tanyakan, 'Apakah baginda akan menyalatkannya?' Beliau melangkah beberapa langkah kemudian bertanya, 'Apakah ia mempunyai utang?' Kami menjawab, 'Dua dinar.' Lalu beliau kembali. Maka Abu Qatadah menanggung utang tersebut.

Ketika kami mendatanginya, Abu Qatadah berkata, 'Dua dinar itu menjadi tanggunganku.' Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Betul-betul engkau tanggung utang mayit sampai lunas?' Qatadah mengatakan, 'Iya betul'. Maka Nabi pun menyalatinya." (HR. Abu Daud)




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads