Doa Menyambut Bulan Maulid, Lengkap dengan Lafal Arab dan Artinya

Doa Menyambut Bulan Maulid, Lengkap dengan Lafal Arab dan Artinya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 18 Agu 2026 14:00 WIB
Ilustrasi doa malam Nisfu Syaban
Ilustrasi Doa Menyambut Bulan Maulid. Foto: by ChatGPT
Jakarta -

Bulan Maulid atau Rabiulawal merupakan salah satu bulan yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan inilah lahir sosok pembawa rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW.

Untuk mengekspresikan rasa cinta (mahabbah) dan kegembiraan menyambut bulan kelahiran Rasulullah SAW, para ulama mengajarkan berbagai amalan, mulai dari menata niat yang baik, memanjatkan doa khusus, hingga memperbanyak bacaan sholawat.

Niat Menyambut Bulan Maulid

Menata niat merupakan fondasi utama sebelum memasuki bulan Maulid. Mengutip laman NU Online, seorang muslim dianjurkan meniatkan diri dan hatinya untuk memasuki bulan Maulid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku niat menghadiri Maulid seperti niatnya orang-orang saleh. Niat mengagungkan bulan kelahiran Nabi SAW. Niat menambah iman, takwa, cinta serta dekat kepada Allah, Rasulullah dan orang-orang saleh. Niat mengikuti Rasulullah secara lahir dan batin dalam perkataan, pekerjaan, dan niat. Niat memperindah akhlak dan adab. Niat semoga Allah memberi kita rezeki dapat melihat wajah Rasulullah secara langsung atau bermimpi beliau di dunia, di akhirat, dan di Barzakh, serta beliau rida kepada kita. Dan semua niat yang baik untuk kebaikan, kelembutan, kesehatan, dan keselamatan."

Doa Menyambut Bulan Maulid

Salah satu doa yang dapat dibaca saat memasuki bulan Rabiulawal adalah doa yang diijazahkan oleh Habib Umar bin Hafidz.

ADVERTISEMENT

Masih dari sumber yang sama, berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعَ الأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ ، وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ ، وَتَفْرِيحِ كُرَبِ أُمَّةِ حَبِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَافِي وَالْبَادِ ، يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ

Allaahumma baariklanaa fii khaatimati syahrinaa hadzaa, wa aqdim 'alainaa rabi'il awwali bishalaahil bilaadi wal' ibaad, wa daf'il balaa' i wal fasaad, wa tafriiji kurabi ummati habiibika muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama fil khaafii wal baad, yaa kariimu yaa jawwaad.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan (Safar) kami ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiulawal dengan diberi kebaikan teruntuk negara serta orang-orang di dalamnya, dihindarkan dari bahaya ataupun kerusakan bencana, dan dihilangkannya kesusahan umat Nabi Muhammad SAW baik yang tersembunyi maupun yang terlihat, Wahai Engkau Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan."

Keutamaan Sholawat untuk Menyambut Bulan Maulid

Selain membaca doa dan menata niat, umat Islam dapat menyambut bulan Maulid dengan memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Amalan ini juga dianjurkan sebagai upaya mengingat dan meneladani Rasulullah SAW.

Perintah membaca sholawat diabadikan langsung dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Mengutip kitab Riyadhus Shalihin, berikut keutamaan dari membaca sholawat.

Mendapat 10 Kali Limpahan Rahmat dari Allah SWT

Dari Abdullah bin Amr bin al Ash, bahwasanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim)

Menjadi Orang yang Dekat dengan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat

Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku." (HR. Tirmidzi)

Terhindar dari Celaka dan Sifat Kikir

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Celakalah seseorang yang aku disebut-sebut di depannya namun ia tidak mengucapkan sholawat kepadaku." (HR. Tirmidzi)

Dari Ali, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang kikir adalah orang yang apabila disebut namaku di sisinya, dia tidak bersholawat kepadaku." (HR. Tirmidzi)



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads