Doa Berkendara Lengkap: Arab, Latin dan Artinya agar Selamat di Perjalanan

Doa Berkendara Lengkap: Arab, Latin dan Artinya agar Selamat di Perjalanan

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 14 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Berkendara di Musim Hujan
Ilustrasi berkendara (Foto: Getty Images/Isabel Pavia)
Jakarta -

Doa berkendara terdapat di dalam Al-Qur'an surah Az-Zukhruf ayat 13-14. Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika duduk atau menaiki kendaraan.

Tujuan dari membaca doa ini adalah untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT saat di perjalanan. Setiap yang mengamalkannya akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Bacaan Doa Naik Kendaraan?

Mengutip Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, begini bacaan doa naik kendaraan yang diajarkan dalam Islam.

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

ADVERTISEMENT

Arab latin: Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun

Artinya: "Maha suci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami"

Apa Doa Saat Bepergian?

Dalam Buku Pedoman Safar terbitan Pustaka Ibnu 'Umar dijelaskan bagaimana bacaan doa saat bepergian. Doa ini dibaca ketika perjalanan dimulai, berikut bacaannya:

اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، ... سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنقَلِبُونَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِيْ الأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ.

Arab latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Subhaanal-ladzii sakh-khara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal-birra wat-taqwaa, wa minal 'amali maa tardhaa.

Allaahumma hawwin 'alaynaa safaranaa haadzaa, wath-wi 'annaa bu'dah.

Allaahumma antas-shaahibu fis-safari, wal khaliifatu fil ahli.

Allaahumma innii a'uudzu bika min wa'tsaa-is-safari, wa ka-aabatil manzhari, wa suu-il munqalabi fil maali wal ahli.

Artinya: "Allah Maha Besar (3x). 'Mahasuci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat).' (QS Az-Zukhruf: 13-14)

Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, dan kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku) yang ditinggalkan. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga."

Adab Bepergian

Masih menukil dari Buku Pedoman Safar terbitan Pustaka Ibnu 'Umar, berikut ini beberapa di antara adab-adab bepergian yang bisa diamalkan.

  • Melakukan Istikharah
  • Berangkat pada Hari Kamis
  • Meminta Wasiat dan Doa Orang Shalih
  • Meminta Izin Orang Tua
  • Saling Mendoakan
  • Membaca Doa Safar
  • Mengangkat Pemimpin Perjalanan
  • Tidak Bepergian Sendirian
  • Mencari dan Menjadi Teman yang Baik dalam Perjalanan
  • Tidak Bercerai-berai Saat Singgah
  • Memperhatikan Kesiapan Kendaraan
  • Bersegera Kembali
  • Hindari Pulang Tiba-tiba di Malam Hari
  • Salat Dua Rakaat di Masjid
  • Berpelukan Saat Berjumpa




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads