- Dalil Tentang Anjuran Aqiqah
- Berapa Jumlah Kambing untuk Aqiqah Anak Laki-laki dan Perempuan?
- Doa Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan
- Doa Saat Mencukur Rambut Anak
- Doa Walimah Aqiqah
- Tata Cara Aqiqah 1. Dilaksanakan pada Hari Ketujuh 2. Menyembelih Hewan Aqiqah 3. Memasak dan Membagikan Daging Aqiqah 4. Memberi Nama dan Mencukur Rambut Anak 5. Membaca Doa
Aqiqah adalah ibadah dalam Islam yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.
Caranya dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing, lalu dagingnya dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang yang membutuhkan. Biasanya aqiqah juga disertai dengan mencukur rambut bayi dan memberi nama yang baik untuk anak.
Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan. Hal ini dikutip dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalil Tentang Anjuran Aqiqah
Merujuk buku Mukjizat Doa & Air Mata Ibu karya Ahmad Sudirman, Rasulullah SAW menganjurkan orang tua untuk melaksanakan aqiqah bagi anaknya. Anjuran ini ditegaskan dalam sejumlah hadits.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, "Rasulullah SAW melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing dengan menyembelih dua ekor kambing kibas." (HR Nasa'i)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sendiri melaksanakan aqiqah untuk cucunya sebagai contoh bagi umatnya.
Berapa Jumlah Kambing untuk Aqiqah Anak Laki-laki dan Perempuan?
Jumlah hewan aqiqah juga dijelaskan dalam beberapa hadits. Dari Aisyah RA, ia berkata,
"Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami agar menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor dan untuk perempuan seekor."
Keterangan serupa juga terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kurz Al-Kabiyah bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan adalah satu ekor kambing." (HR Abu Dawud)
Hadits-hadits tersebut menjadi dasar bahwa aqiqah anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.
Doa Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan
Mengutip buku Doa-Doa Dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan karya Drs. M. Ali Chasan, bacaan doa aqiqah dapat dilafalkan untuk anak laki-laki maupun perempuan. Doa ini dibaca saat hendak menyembelih hewan aqiqah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Berikut bacaannya,
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ ...
Latin: Bismillâhi wallâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi 'aqiqatu...(sebutkan nama anak)
Artinya: "Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya ... (sebutkan nama anak)"
Doa Saat Mencukur Rambut Anak
Setelah pelaksanaan aqiqah, anak disunnahkan untuk dicukur rambutnya. Saat mencukur rambut, doa berikut dapat dibacakan:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil 'âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma sirruLlâhi nûrun nubuwwati RasuluLlâhi ShallaLlâhu 'alaihi wasallam walhamduliLlâhi Rabbil 'âlamin.
Artinya: "Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasulullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Doa Walimah Aqiqah
Setelah itu, acara dapat dilanjutkan dengan walimah aqiqah. Berikut doa yang bisa dibacakan:
اللَّهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّ الْحِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُودَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ النَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِمَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتِنَا مِنْ حُقُوقِ رُبُوْبِيَتِكَ الْكَرِيمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطَّغْيَانِ
Bacaan latin: Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii'is sayyiaati wal 'ishyaani wahrishu bihadhaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami 'inaayatika wa ri'aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa 'alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadhdhaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj'alnaa wa iyyaahum min ahlil 'ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur'aani wa laa taj'alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadh dhairi wadz dzalami wath thughyaani.
Artinya: "Ya Allah, jagalah dia (anak) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada di antara kami makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur'an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela."
Tata Cara Aqiqah
Setelah mengetahui bacaan doa aqiqah, penting juga memahami tata cara pelaksanaannya yang diawali dengan menyembelih hewan aqiqah.
1. Dilaksanakan pada Hari Ketujuh
Aqiqah dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh sejak kelahiran anak. Perhitungannya dimulai dari hari kelahiran sang anak. Jika anak lahir pada malam hari, maka hitungan hari pertama dimulai keesokan harinya.
Menurut mazhab Syafi'i, aqiqah tetap boleh dilaksanakan sebelum atau setelah hari ketujuh apabila belum bisa dilakukan tepat waktu.
2. Menyembelih Hewan Aqiqah
Dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa syarat hewan aqiqah sama seperti hewan kurban, baik dari segi jenis, usia, maupun kondisi fisiknya. Hewan tersebut harus sehat dan tidak cacat.
Jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki menurut mazhab Syafi'i adalah dua ekor domba, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor domba. Hal ini mengacu pada riwayat yang disampaikan Aisyah RA:
"Untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba yang sama kualitasnya, sementara untuk anak perempuan satu ekor." (HR Ahmad dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini shahih)
Saat menyembelih, hewan dianjurkan dihadapkan ke arah kiblat. Disunnahkan membaca basmalah, sholawat nabi, takbir, serta doa aqiqah sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
3. Memasak dan Membagikan Daging Aqiqah
Hukum daging aqiqah sama seperti daging kurban. Sebagian boleh dimakan oleh keluarga, dan sebagian lainnya disedekahkan.
Disunnahkan memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum dibagikan. Namun, terdapat perbedaan pendapat ulama.
Ada yang membolehkan membagikannya dalam keadaan mentah, dan ada pula yang berpendapat lebih utama jika dibagikan dalam kondisi sudah matang.
4. Memberi Nama dan Mencukur Rambut Anak
Dalam kitab fikihnya, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa disunnahkan memberi nama yang baik kepada anak, mencukur rambutnya, serta menyedekahkan perak seberat rambut tersebut bagi yang mampu.
Saat beraqiqah untuk Hasan dan Husain, Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai Fatimah, cukurlah kepalanya dan sedekahkanlah perak seberatnya kepada orang-orang miskin." Ali berkata, "Kami pun menimbangnya. Beratnya adalah satu dirham atau kurang." (HR Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi)
Hadits ini menjadi dasar anjuran mencukur rambut dan bersedekah sebagai bagian dari rangkaian aqiqah.
5. Membaca Doa
Umat Islam juga dianjurkan membaca doa saat melaksanakan aqiqah. Doa dapat dibaca ketika menyembelih hewan, saat mencukur rambut anak, maupun setelah rangkaian aqiqah selesai sebagai bentuk permohonan keberkahan.
(lus/lus)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat