Doa untuk Ibu Bapak yang Diajarkan Islam

Doa untuk Ibu Bapak yang Diajarkan Islam

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 04 Agu 2026 10:15 WIB
Reading Quran during Ramadan.
Ilustrasi doa (Foto: iStock)
Jakarta -

Setiap anak sejatinya memiliki kewajiban utama untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Di dalam Islam, perbuatan baik kepada orang tua tidak hanya diwujudkan lewat tindakan langsung, tetapi juga melalui untaian doa yang dipanjatkan secara istiqamah.

Kitab suci Al-Qur'an secara tegas dan berulang kali menekankan betapa krusialnya posisi ibu dan bapak. Hal tersebut tertuang dalam Surah Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: Wa waṣṣainal-insāna biwālidaih(i), ḥamalathu ummuhū wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhū fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaik(a), ilayyal-maṣīr(u).

Artinya: "Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) 'Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.' Hanya kepada-Ku (kamu) kembali."

ADVERTISEMENT

Melalui ayat tersebut, Allah SWT mengingatkan bahwa mendoakan serta mengasihi orang tua merupakan cerminan rasa syukur atas perjuangan mereka, terutama ibu yang telah bertaruh nyawa mengandung dan membesarkan anak-anaknya.

Pentingnya memanjatkan doa untuk ibu dan bapak juga diamini oleh Rasulullah SAW. Doa tulus seorang anak soleh terbukti menjadi salah satu 'penolong' utama orang tua di akhirat kelak.

Sebagaimana dikutip dari buku Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema: Bagian 4 Agama Islam karya Jumanta, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila anak cucu Adam (manusia) meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal saja, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya oleh manusia, dan anak yang soleh yang berdoa untuknya." (HR. Ahmad).

Doa untuk Ibu Bapak

Dalam rentang kehidupan sehari-hari, seorang anak dianjurkan untuk terus merawat dan mendoakan orang tuanya. Mengutip buku Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik Dilengkapi dengan Juz Amma, Doa-Doa Sholat, dan Doa-Doa Harian karya Titi Suwarni, berikut bacaan doa yang biasa dipanjatkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Latin: Rabbighfirli wali walidayya warhamhuma kamarabbayani shaghira.

Artinya: "Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba. Sayangi mereka seperti mereka menyayangi aku di waktu kecil."

Selain bacaan tersebut, Al-Qur'an juga mengabadikan doa serupa dalam Surah Al-Isra' ayat 24 yang mengajarkan anak untuk terus memohon limpahan kasih sayang Ilahi bagi kedua orang tuanya:

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Latin: Rabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii sagiiraa.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."

Kewajiban berbakti tidak lantas terhenti saat orang tua menghembuskan napas terakhir. Berdoa bagi orang tua yang sudah berpulang justru menjadi salah satu jalan utama mengalirkan pahala serta ampunan di alam kubur.

Selain kedua doa di atas, ada doa lain yang bisa dipanjatkan oleh umat Islam. Dikutip dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-Amalan Dahsyat untuk Orangtua yang Sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi, berikut rangkaian doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi 'alaynā.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā'ata 'alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, berikanlah kesejahteraan kepada mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, dan syafaat bagi para penghuni kubur yang telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah."

Wallahu a'lam.



(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads