Barang kali ada di antara kaum muslim yang merasa doa yang dipanjatkan selama ini tak kunjung terkabul. Namun, perlu diingat, Allah SWT memiliki nama Al-Mujib. Menyebut nama ini sebagai dzikir pun memiliki keutamaan.
Dijelaskan dalam buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna oleh Syafi'ie el-Bantanie, Al-Mujib secara bahasa berasal dari kata 'ajaba' yang berarti menjawab. Mujib adalah pelaku jawaban (yang memberi jawaban). Al-Mujib merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah SWT, artinya Allah Maha Mengabulkan doa dan melimpahkan keberkahan kepada hamba-Nya tanpa adanya perhitungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 186. Allah SWT berfirman,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Al-Mujib sering diamalkan sebagai bacaan dzikir. Dianjurkan membacanya 55 kali setelah salat Subuh.
Khasiat Membaca Dzikir Al-Mujib 55 Kali
Menurut keterangan dalam kitab Syamsul Ma'arif wa Latha'iful' Awarif karya Syekh Ahmad bin Ali al-Buni yang diterjemahkan oleh Alaika Salamullah dan Fathur Rahman, membaca Al-Mujib 55 kali sesudah salat Subuh diyakini membuat doa-doa akan dikabulkan Allah SWT.
Dzikir ini dianjurkan sebagai rangkaian doa agar doa yang dipanjatkan dikabulkan Allah. Namun, detikHikmah tidak menemukan landasan kuat terkait hadits yang menjelaskan terkait amalan tersebut.
Meneladani Dzikir Al-Mujib dalam Kehidupan
Masih dikutip dalam buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna, meneladani dzikir Al-Mujib dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan cara membiasakan diri untuk berdoa kepada Allah SWT.
Doa merupakan sarana untuk kita mengadukan segala persoalan hidup kepada Allah SWT dan memohon pertolongan dan perlindungan kepada-Nya. Doa juga menjadi puncak penghambaan seseorang kepada Allah SWT dan kesadaran akan lemahnya diri manusia.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ
Artinya: "Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."
Selain itu, seorang hamba dianjurkan memanjatkan keinginan secara sewajarnya. Sebagai contoh, jika seorang pengemis datang menghampiri, tentunya dia mengharapkan pemberian dari kita. Maka, penuhilah harapan dia, berikan sedekah secara pantas tanpa mengotori pemberian kita dengan menyebut-nyebutnya.
Dianjurkan berdoa seperti dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 40:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ
Rabbij'alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī, rabbanā wa taqabbal du'ā'i.
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru
Bolehkah Kuburan Muslim Dicor Semen atau Dipagar?