Kenapa Rezeki Seret padahal Sudah Sholat dan Doa?

Kenapa Rezeki Seret padahal Sudah Sholat dan Doa?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 09 Jan 2026 07:15 WIB
Kenapa Rezeki Seret padahal Sudah Sholat dan Doa?
Ilustrasi rezeki (Foto: Getty Images/iStockphoto/Molas Images)
Jakarta -

Allah SWT telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk yang Dia ciptakan. Banyak ayat Al-Qur'an yang menyebut terkait hal ini, salah satunya pada surah Hud ayat 6.

Allah SWT berfirman,

۞ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŽØ§Û¤Ø¨Ų‘ŲŽØŠŲ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØąŲØ˛Ų’Ų‚ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŽØąŲ‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲˆŲ’Ø¯ŲŽØšŲŽŲ‡ŲŽØ§ ۗ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŒ ŲŲŲŠŲ’ ؃ؐØĒŲ°Ø¨Ų Ų…Ų‘ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."

Selain itu, muslim juga dianjurkan untuk mencari rezeki yang halal sebagaimana disebutkan pada surah Al Baqarah ayat 168.

ADVERTISEMENT

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲƒŲŲ„ŲŲˆØ§ÛŸ Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ Ø­ŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų„Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲØšŲŲˆØ§ÛŸ ØŽŲØˇŲŲˆŲŽŲ°ØĒؐ ŲąŲ„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽŲ°Ų†Ų ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ¯ŲŲˆŲ‘ŲŒ Ų…Ų‘ŲØ¨ŲŲŠŲ†ŲŒ

Artinya: "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Meski demikian, ada beberapa faktor yang menyebabkan rezeki seseorang seret padahal sudah melakukan sholat, doa, puasa, dan ibadah lainnya. Mengapa demikian?

Alasan Rezeki Seret walau Sudah Sholat dan Doa

1. Sombong

Sifat sombong dibenci oleh Allah SWT dan rasul-Nya. Sang Khalik akan menutup pintu hati manusia yang bersikap sombong sebagaimana firman-Nya pada surah Al Mu'min ayat 35,

ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲØŦŲŽŲ°Ø¯ŲŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ ؁ؐ؉ؓ ØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒؐ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲŽŲ°Ų†Ų ØŖŲŽØĒŲŽŲ‰Ų°Ų‡ŲŲ…Ų’ ۖ ŲƒŲŽØ¨ŲØąŲŽ Ų…ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲ‹Ø§ ØšŲŲ†Ø¯ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØšŲŲ†Ø¯ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ ۚ ŲƒŲŽØ°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØˇŲ’Ø¨ŲŽØšŲ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨Ų Ų…ŲØĒŲŽŲƒŲŽØ¨Ų‘ŲØąŲ ØŦŲŽØ¨Ų‘ŲŽØ§ØąŲ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang."

Saking tercelanya sifat sombong, rezeki muslim bisa terhambat atau seret jika memiliki sifat yang satu ini. Imam Al Ghazali dalam kitabnya Mukasyafah Al Qulub terjemahan Jamaluddin mengatakan sombong bahkan jadi kedurhakaan pertama yang menimpa iblis hingga dilaknat dan diusir dari surga.

2. Sering Minum Khamar

Khamar adalah minuman memabukkan yang dilarang keras dalam Islam. Karenanya, muslim yang mengonsumsi khamar dapat menyebabkan rezekinya seret.

Larangan khamar disebutkan dalam surah Al Maidah ayat 90,

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų’ØŽŲŽŲ…Ų’ØąŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽŲŠŲ’ØŗŲØąŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ†ØĩŲŽØ§Ø¨Ų ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØ˛Ų’Ų„ŲŽŲ°Ų…Ų ØąŲØŦŲ’ØŗŲŒ ؅ؑؐ؆ؒ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ŲąŲ„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽŲ°Ų†Ų ŲŲŽŲąØŦŲ’ØĒŲŽŲ†ŲØ¨ŲŲˆŲ‡Ų Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

3. Riya

Riya juga termasuk sifat tercela. Dijelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi terjemahan Munirul Abidin, riya secara bahasa berasal dari kata Arriyaa'u yang berarti senang memperlihatkan atau memamerkan.

Riya jadi salah satu penyebab kefakiran sehingga membuat rezeki seseorang seret. Hal ini disebutkan dalam kitab Al Fathu al-Rabbani wa al-Fayd al-Rahmani karya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani yang diterjemahkan Kamran Asad Iryadi.

4. Tidak Bersyukur

Kurang atau tidak bersyukur juga bisa membuat rezeki seret. Sebagai umat Islam, sudah sepantasnya kita bersyukur atas rezeki yang sudah dilimpahkan Allah SWT.

Sang Khalik telah mencukupkan setiap rezeki bagi makhluk-Nya, termasuk manusia. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 6.

5. Menyisakan Makanan

Menyisakan makanan jadi faktor lain rezeki muslim seret. Hal ini dijelaskan oleh Buya Yahya dalam YouTube Al Bahjah TV.

"Menyepelekan sisa-sisa makanan yang ada di piring. Makanya Buya Yahya selalu marah karena bisa saja itu jadi sebab kefakiranmu," ungkapnya, detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

6. Durhaka kepada Orang Tua

Muslim diperintahkan menghormati orang tua dan berperilaku baik. Karenanya, durhaka kepada orang tua tak hanya termasuk sikap tercela melainkan juga bisa membuat rezeki terhambat.

Dari Anas bin Malik RA berkata Nabi SAW bersabda,

"Siapa saja yang ingin dipanjangkan umurnya dan bertambah rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahim." (HR Ahmad)

7. Memutus Silaturahmi

Memutus tali silaturahmi juga jadi penyebab rezeki terhambat. Ini sesuai dengan hadits berikut.

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah bersilaturahim." (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu a'lam.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads