Doa Orang Terzalimi Mustajab, Ini Dalil dan Bacaan Doanya

Doa Orang Terzalimi Mustajab, Ini Dalil dan Bacaan Doanya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Kamis, 30 Jan 2025 10:15 WIB
Doa Orang Terzalimi Mustajab, Ini Dalil dan Bacaan Doanya
Ilustrasi doa orang yang terdzalimi Foto: Getty Images/Alex Liew
Jakarta -

Ketika mengalami kezaliman, emosi sering kali menguasai diri. Marah, kesal, dan rasa tidak terima menjadi reaksi yang wajar. Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang seringkali terlupakan, yakni berdoa.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak mudah terpancing emosi, bahkan saat dizalimi. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk berdoa, sebab doa memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam hadits disebutkan:

"Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara."
(HR. Hakim).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Orang yang Terzalimi Itu Mustajab

Mengutip buku Berdoalah dalam Sujud Agar Harapmu Lekas Terwujud susunan Ipnu R Noegroho, menjelaskan bahwa doa orang yang teraniaya adalah doa yang mustajab.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya." (HR. Abu Daud dan al-Tirmizi).

Jadi, saat merasa teraniaya atau dizalimi, jangan biarkan amarah menguasai diri. Percayalah, Allah mendengar dan akan menolong, meskipun terkadang pertolongan tersebut tidak datang secara langsung. Seperti dijelaskan dalam firman Allah dalam hadits Qudsi:

"Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu (wahai hamba yang terzalimi), sekalipun tidak segera." (HR. Tirmizi).

Kezaliman memang menyakitkan, tetapi Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dan selalu berdoa kepada-Nya.

Selain dari hadits Rasulullah SAW, mustajabnya doa orang yang terzalimi juga disampaikan oleh Allah SWT melalui ayat-ayat dalam Al-Qur'an.

Al-Qur'an memberikan petunjuk jelas tentang doa bagi orang yang dizalimi. Beberapa ayat menunjukkan betapa Allah mendengarkan doa hamba-Nya yang sedang teraniaya, seperti dalam Surah An-Nisa' ayat 148.

Pada ayat tersebut, Allah SWT berfirman,

Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ‡Ų’ØąŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲˆŲ’Û¤ØĄŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø¸ŲŲ„ŲŲ…ŲŽ ۗ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØŗŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲ‹Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§
Arab latin: Lā yuá¸Ĩibbullāhul-jahra bis-sÅĢ'i minal-qauli illā man áē“ulim(a), wa kānallāhu samÄĢ'an 'alÄĢmā(n).
Artinya: Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Bacaan Doa bagi Orang yang Terzalimi

Dirangkum dari arsip detikHikmah dan sumber sebelumnya, saat mengalami penganiayaan atau tertimpa kezaliman, ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca.

Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 286,

Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŲƒŲŽŲ„Ų‘ŲŲŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲ‹Ø§ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲØŗŲ’ØšŲŽŲ‡ŲŽØ§ ۗ Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØŗŲŽØ¨ŲŽØĒŲ’ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ Ø§ŲƒŲ’ØĒŲŽØŗŲŽØ¨ŲŽØĒŲ’ ۗ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ¤ŲŽØ§ØŽŲØ°Ų’Ų†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ†Ų’ Ų†Ų‘ŲŽØŗŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ø§ŲŽØŽŲ’ØˇŲŽØŖŲ’Ų†ŲŽØ§ ۚ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ­Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲØĩŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø­ŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų’ØĒŲŽŲ‡Ų— ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲ†ŲŽØ§ ۚ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØˇŲŽØ§Ų‚ŲŽØŠŲŽ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ‡Ų–Ûš ŲˆŲŽØ§ØšŲ’ŲŲ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§Û— ŲˆŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§Û— ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§ ۗ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ų…ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų°Ų‰Ų†ŲŽØ§ ŲŲŽØ§Ų†Ų’ØĩŲØąŲ’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Arab latin: Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiÅŧnā in nasÄĢnā au akháš­a'nā, rabbanā wa lā taá¸Ĩmil 'alainā iášŖran kamā á¸ĨamaltahÅĢ 'alal-laÅŧÄĢna min qablinā, rabbanā wa lā tuá¸Ĩammilnā mā lā ᚭāqata lanā bih(ÄĢ), wa'fu 'annā, wagfir lanā, wará¸Ĩamnā, anta maulānā fanášŖurnā 'alal qaumil-kāfirÄĢn(a).

Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir."

Selain itu, dalam surah Yunus ayat 85-86 dapat juga dibaca saat mengalami kezaliman, seperti halnya saat Nabi Musa AS menghadapi kezaliman Fir'aun,

ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ÛšØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؁ؐØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲ‹ Ų„Ų‘ŲŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¸Ų‘Ų°Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ(85)
ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŦŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ(86)

Arab latin: Fa qālÅĢ 'alallāhi tawakkalnā, rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumiáē“-áē“ālimÄĢn(a). Wa najjinā biraá¸Ĩmatika minal-qaumil-kāfirÄĢn(a).

Artinya: Mereka pun berkata, "Kepada Allahlah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. Selamatkanlah pula kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir."

Surah Al-Qasas ayat 21 juga bisa dijadikan sebagai doa saat teraniaya,

.ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ų†ŲŽØŦŲ‘ŲŲ†ŲŲŠŲ’ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¸Ų‘Ų°Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Arab latin: Rabbi najjinÄĢ minal-qaumiáē“-áē“ālimÄĢn(a).

Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

Terdapat pula doa untuk dijauhkan dari orang-orang yang zalim, yang tercantum dalam surah Al-Mu'minun ayat 94,

ØąŲŽØ¨Ų‘Ų ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŲŠŲ’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¸Ų‘Ų°Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Arab latin: Rabbi falā taj'alnÄĢ fil-qaumiáē“-áē“ālimÄĢn(a).
Artinya: "Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau menjadikan aku bagian dari kelompok yang zalim."




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads