Doa setelah Witir, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Doa setelah Witir, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 21 Mei 2023 20:03 WIB
Ilustrasi Salat
Ilustrasi salat Witir. Foto: Dok. Detikcom
Jakarta -

Doa setelah witir dibaca usai mengerjakan ibadah sunnah tersebut. Salat witir menjadi amalan penutup salat malam atau biasa disebut qiyamul lail.

Namun, saat bulan Ramadan maka salat witir dikerjakan setelah salat tarawih usai. Pengerjaan witir disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Huraira ia berkata:

"Kekasihku Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat salat dhuha, dan salat witir sebelum tidur," (HR Bukhari dan Muslim).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip dari Buku Pintar Shalat susunan M Khalilurrahman Al-Mahfani, sholat witir dikerjakan dengan bilangan rakaat berjumlah ganjil. Minimal satu rakaat atau boleh tiga rakaat.

Waktu pelaksanaannya sendiri yaitu usai salat Isya hingga sebelum Subuh. Salat witir bisa dikerjakan sebelum tidur maupun setelah ibadah tahajud di tengah malam.

ADVERTISEMENT

Bacaan Doa Setelah Salat Witir

Berikut merupakan doa setelah salat witir yang bisa dibaca sebagaimana dikutip dari buku Kumpulan Doa dari Al Quran dan As Sunnah yang Shahih tulisan Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¯ŲŲ‘ŲˆŲ’ØŗŲ , ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¯ŲŲ‘ŲˆŲ’ØŗŲ , ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¯ŲŲ‘ŲˆŲ’ØŗŲ

Arab latin: Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus.

Artinya: "Mahasuci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Mahasuci," (Nabi mengangkat dan memanjangkan suaranya pada ucapan yang ketiga)" (HR Abu Daud dan Ahmad).

ØŗŲØ¨Ų‘ŲŲˆŲ’Ø­ŲŒ Ų‚ŲØ¯Ų‘ŲŲˆŲ’ØŗŲŒ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØąŲ‘ŲŲˆŲ’Ø­Ų

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ… ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲØļŲŽØ§ŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØŗŲŽØŽŲŽØˇŲŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲ…ŲØšŲŽØ§ŲŲŽØ§ØĒŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØŖŲØ­Ų’Øĩؐ؊ ØĢŲŽŲ†ŲŽØ§ØĄŲ‹ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲƒŲŽ

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ Ø¯ŲŽØ§ØĻŲŲ…Ų‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ų‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨Ų‹Ø§ ØŽŲŽØ§Ø´ŲØšŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ§ŲŲØšŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†Ų‹Ø§ ØĩŲŽØ§Ø¯ŲŲ‚Ų‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų‹Ø§ ØĩŲŽØ§Ų„ŲØ­Ų‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø¯ŲŲŠŲ†Ų‹Ø§ Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ…Ų‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØĒŲŽŲ…ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŲ†ŲŽØ§ØĄŲŽ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ. Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĩŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽØŽŲŽØ´ŲØšŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽØļŲŽØąŲ‘Ų ØšŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽØšŲŽØ¨Ų‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ…Ų‘ŲŲ…Ų’ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØĩŲŲŠØąŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ. ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŲ‡Ų Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Arab latin: Subbuuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul malaaikatu war ruuh

Allahumma innii a'uudzu bi ridhaaka min sakhathika wa a'uudzu bi mu'aafaatika wa a'uudzu bika laa uhshii tsanaa-an 'alaika anta kamaa atsnaita 'ala nafsika

Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi'an. Wanas-aluka 'ilman naafi'an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka 'amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal 'afwa wal 'aafiyah. Wanas-aluka tamaamal 'aafiyah. Wanas-alukasy syukra 'alal 'aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a 'anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu'anaa watadharru'anaa wata'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu 'alaa khairi khalqihii muhammadin wa 'alaa aalihii wasahbihii ajma'iina walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiina

Artinya: "Maha Suci Tuhan kami, Tuhan segala malaikat dan roh,"

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung kepada ampunan-Mu dari siksaan-Mu, serta aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak dapat menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah seperti pujian yang Engkau tujukan untuk diri-Mu,"

"Ya Allah Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu iman yang kekal, dan kami memohon kepada-Mu agar hati kami khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu berikan ilmu yang bermanfaat, tetapkan keyakinan kami, amal yang sholeh, tetapkan agama Islam di hati kami, limpahkan kebaikan, ampunilah kami, berilah kesehatan, dan rasa cukup kepada kami. Ya Allah Tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, ruku' kami, khusyuk kami, dan pengabdian kami. Sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat, ya Allah, ya Allah, ya Allah, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan kepada semua sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,"

(HR Abu Dawud & Nasa'i dari Ubay bin Ka'ab, dan HR Abu Dawud, Nasa'i & Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib).

Tata Cara Salat Witir

Tata cara salat witir sama seperti salat-salat pada umumnya. Dijelaskan melalui buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karangan Ustaz Arif Rahman, salat witir dapat dilakukan dengan satu salam atau dua salam, baik dipisah maupun digabungkan antar rakaatnya.

Adapun, surat yang dianjurkan untuk dibaca pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah, yaitu surat Al-A'la. Sementara di rakaat yang kedua dianjurkan untuk membaca surat Al-kafirun, lalu rakaat yang ketiga surat Al-Ikhlas.

Anjuran tersebut mengacu pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

"Rasulullah melakukan salat witir tiga rakaat setelah Isya. Pada rakaat pertama membaca surat Al-A'la, rakaat kedua membaca surat Al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca surat Al-Ikhlas," (HR At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Niat Salat Witir

Niat salat witir terbagi ke dalam tiga macam. Pembeda antara satu niat dengan yang lainnya ialah jumlah bilangan rakaat yang akan dikerjakan.

1. Bacaan Niat Salat Witir Satu Rakaat

ØŖŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ ØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲØĒŲ’ØąŲ ØąŲŽŲƒŲ’ØšŲŽØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ )Ų…ŲŽØŖŲ’Ų…ŲŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ / ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§( Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Arab latin: Usholli sunnatal witri rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan (ma'muuman/imaaman) lillahi ta'aala

Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta'ala,"

2. Bacaan Niat Salat Witir Dua Rakaat

ØŖŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ ØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲØĒŲ’ØąŲ ØąŲŽŲƒŲ’ØšŲŽØŠŲ‹ Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ )Ų…ŲŽØŖŲ’Ų…ŲŲˆŲ…Ų‹Ø§ / ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§( Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĒØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Arab latin: Usholli sunnatal witri rak'atan mustaqbilal qiblati adaan (ma'muuman/imaaman) lillahi ta'aala

Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta'ala,"

3. Bacaan Niat Sholat Witir Tiga Rakaat Sekaligus

ØŖŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲŠ ØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲØĒŲ’ØąŲ ØĢŲŽŲ„ŲŽØ§ØĢŲŽ ØąŲŽŲƒŲŽØšŲŽØ§ØĒŲ Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ )Ų…ŲŽØŖŲ’Ų…ŲŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ / ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§( Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Arab Latin: Usholli sunnatal witri tsalatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaan (ma'muuman/imaaman) lillahi ta'aala

Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta'ala,"

Itulah bacaan doa setelah witir dan informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!




(lus/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads