Bulan Rajab termasuk bulan yang utama untuk memperbanyak amal saleh. Salah satu amalan yang bisa dilakukan umat Islam adalah membaca dzikir allahummaghfirli warhamni watub alayya.
Menurut riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Umar RA, dzikir allahummaghfirli warhamni watub alayya dibaca Rasulullah SAW selepas beliau mengucapkan istighfar sebanyak 100 kali. Dzikir ini berisi pertobatan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Ibnu Umar berkata, "Suatu ketika aku pernah duduk di dekat Nabi SAW, lalu aku mendengar beliau mengucapkan istighfar seratus kali. Kemudian beliau berdoa, Allahummaghfirli warhamni watub 'alayya innaka antat tauwaaburrahim atau innaka tawwaabun ghafurr." (HR Ahmad)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Allahummaghfirli Warhamni Watub Alayya dan Artinya
اŲŲŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲ ŲŲØĒŲØ¨Ų ØšŲŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų (ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲŲØ§Ø¨Ų اŲŲØēŲŲŲŲØąŲ)
Allahummaghfirli warhamni watub 'alayya innaka antat tauwaaburrahim atau innaka tawwaabun ghafurr
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku dan kasihanilah aku, serta terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha Menerima tobat dan Maha Pengasih. Atau, sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha Menerima tobat dan Maha Mengampuni."
Dzikir allahummaghfirli warhamni watub alayya tersebut bisa dibaca setelah salat dhuha. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, dia mengatakan,
ØĩŲŲŲŲŲ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØĩŲŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲ Ø§ŲØļŲŲØŲŲ ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲØ§ŲŲâ:â Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲØ ŲŲØĒŲØ¨Ų ØšŲŲŲŲŲŲØ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ ŲØ ØŲØĒŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ Ų ŲØĻŲØŠŲ Ų ŲØąŲŲØŠŲ
Artinya: "Rasulullah SAW melaksanakan sholat dhuha, kemudian beliau mengucapkan: Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohimu (Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun), hingga 100 kali." (HR Bukhari)
Dalil Keutamaan Bulan Rajab
Keutamaan bulan Rajab sendiri telah disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits. Bulan Rajab termasuk bulan yang disucikan dalam Islam sebagaimana Allah SWT berfirman,
اŲŲŲŲ ØšŲØ¯ŲŲØŠŲ Ø§ŲØ´ŲŲŲŲŲŲØąŲ ØšŲŲŲØ¯Ų اŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ØĢŲŲŲØ§ ØšŲØ´ŲØąŲ Ø´ŲŲŲØąŲا ŲŲŲŲ ŲŲØĒŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ Ų°ŲŲ°ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ Ų ŲŲŲŲŲØ§Ų Ø§ŲØąŲØ¨ŲØšŲØŠŲ ØŲØąŲŲ Ų ÛØ°Ų°ŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ÛÛ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØ¸ŲŲŲŲ ŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ØĒŲŲŲŲØ§ اŲŲŲ ŲØ´ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§Û¤ŲŲŲØŠŲ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲØ§ØĒŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§Û¤ŲŲŲØŠŲ ÛŲŲØ§ØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ų ŲØšŲ اŲŲŲ ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS At Taubah: 36)
Empat bulan haram yang dimaksud pada ayat tersebut adalah bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Sebagaimana dikatakan Abu Barkah RA dari Rasulullah SAW yang bersabda,
Ø§ŲØ˛ŲŲŲ ŲØ§ŲŲ ŲŲØ¯Ų Ø§ØŗŲØĒŲØ¯ŲØ§ØąŲ ŲŲŲŲŲŲØĻŲØĒŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲØŖŲØąŲØļŲ Ø Ø§ŲØŗŲŲŲŲØŠŲ اØĢŲŲŲØ§ ØšŲØ´ŲØąŲ Ø´ŲŲŲØąŲا Ø Ų ŲŲŲŲŲØ§ ØŖŲØąŲØ¨ŲØšŲØŠŲ ØŲØąŲŲ Ų Ø ØĢŲŲØ§ŲØĢŲØŠŲ Ų ŲØĒŲŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ØĒŲ Ø°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØšŲØ¯ŲØŠŲ ŲŲØ°ŲŲ Ø§ŲŲØŲØŦŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŲØąŲŲŲ Ų Ø ŲŲØąŲØŦŲØ¨Ų Ų ŲØļŲØąŲ اŲŲŲØ°ŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲ ØŦŲŲ ŲØ§Ø¯ŲŲ ŲŲØ´ŲØšŲØ¨ŲاŲŲ
Artinya: "Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharam. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban," (HR Bukhari Muslim)
(kri/lus)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid