Hadits soal Banyak Gempa Bumi Adalah Tanda Terjadinya Kiamat

Hadits soal Banyak Gempa Bumi Adalah Tanda Terjadinya Kiamat

Kristina - detikHikmah
Selasa, 06 Des 2022 19:00 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Ilustrasi hadits yang menerangkan tentang gempa bumi adalah tanda kiamat. Foto: iStock
Jakarta - Banyaknya gempa bumi disebut-sebut sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat. Pendapat ini berlandaskan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang menceritakannya dari Nabi SAW.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan, Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak huru-hara yaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu."

Hadits tersebut turut dinukil Musthafa Muhammad Imarah dalam Kitab Jawahir Al-Bukhari sebagaimana diterjemahkan M. Abdul Ghoffar.

Isham bin Muhammad Asy-Syarif menjelaskan dalam Al Jami' Ash-Shahih min Ahadits An-Nisaa' (Kitab Aqa'id wa Ibadah wa Mu'amalat wa Adab wa Akhlaq 1-20), gempa bumi yang dimaksud pada hadits tersebut adalah gempa bumi yang sangat banyak lantaran kezaliman merajalela dan kerusakan terjadi di mana-mana.

Menurutnya, gempa bumi merupakan siksaan atas sebagian dosa-dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.

"Gempa bumi adalah kejadian hebat di mana Allah SWT menakut-nakuti para hamba-Nya, ia juga merupakan siksaan atas sebagian dosa-dosa dan kemaksiatan yang mereka lakukan," jelas Isham bin Muhammad Asy-Syarif seperti diterjemahkan Muhammad Fatih.

Disebutkan dalam buku Ashratus sa'ah karya Yusuf bin Abdullah bin Yusuf al-Wabil dan diterjemahkan oleh Atho'illah Umar, ada hadits lain terkait banyaknya gempa bumi yang diriwayatkan dari Salmah bin Nufail al-Sukuni. Ia mengatakan,

"Tatkala kami duduk-duduk bersama baginda SAW....(lalu beliau menyebutkan hadits selengkapnya, yang di antaranya ialah: Dan di hadapan hari kiamat akan terjadi peristiwa kematian massal di mana banyak fenomena kota mati atau kota tanpa penghuni, lalu setelah itu banyak gempa bumi banyak terjadi selama beberapa tahun." (Hadits ini termuat dalam Musnad Ahmad)

Ibnu Hajar berpendapat bahwa banyaknya peristiwa gempa bumi dalam hadits tersebut adalah gempa yang merata dan berkesinambungan tiada henti.

Peristiwa gempa bumi sendiri telah banyak dijelaskan dalam Al-Qur'an. Beberapa umat terdahulu juga pernah merasakan gempa bumi dahsyat. Menurut Hasbullah Tasmin Tangngareng dalam Jurnal Adabiyah, gempa pernah terjadi pada masa Nabi Sholeh AS, Nabi Luth AS, Nabi Syu'aib AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana Allah SWT berfirman,

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ ۙ

Artinya: "Mereka mendustakannya. Maka, gempa dahsyat menimpa mereka. Lalu, jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggalnya." (QS Al 'Ankabut: 37)

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, kaum yang dimaksud pada ayat di atas adalah kaum Nabi Syu'aib AS.

Simak Video "Gempa M 4,3 Guncang Garut, Terasa Hingga Bandung-Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)