Gempa Pernah Terjadi Berkali-kali di Masa Nabi, Ini Daftarnya

Gempa Pernah Terjadi Berkali-kali di Masa Nabi, Ini Daftarnya

Rahma Harbani - detikHikmah
Sabtu, 26 Nov 2022 06:30 WIB
Ilustrasi padang pasir di timur tengah
Ilustrasi. Ini daftar peristiwa gempa yang terjadi di masa nabi. (Foto: Thinkkstock)
Jakarta - Keterangan hadits maupun ayat Al-Qur'an membuktikan bahwa gempa juga pernah terjadi sejak masa nabi terdahulu. Peristiwa gempa juga bahkan turut dirasakan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW sepeninggalnya.

Gempa sendiri bukan merupakan bencana baru dalam sejarah Islam. Menurut Tarikh al Rusul wa al Muluk, gempa besar terjadi pada 245 Hijriah di salah satu wilayah Turkiye, Antokiyah yang meratakan 1500 tempat tinggal warga. Sebelumnya, pada 242 Hijriah, gempa yang memakan ribuan korban jiwa juga pernah terjadi di Persia, Khurasan, dan Syam.

Sementara, Hasbullah Tasmin Tangngareng dalam Jurnal Adabiya: The Journal of Humanities and Islamic Studies merinci, peristiwa gempa masa nabi terjadi pada periode Nabi Sholeh AS, Nabi Luth AS, Nabi Syu'aib AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Muhammad SAW.

5 Peristiwa Gempa di Masa Nabi

1. Periode Nabi Sholeh AS

Gempa pada masa Nabi Sholeh AS dan kaumnya adalah peristiwa gempa pertama yang diceritakan dalam Al-Qur'an. Peristiwa tersebut terjadi sekitar 3900 tahun yang lalu.

Kaum Nabi Sholeh, kaum Tsamud, bermukim di sebuah negara bernama Wadi al Qura'. Wilayah tersebut didominasi oleh hutan yang subur karena banyak mata air bermunculan di lereng pegunungan.

Sama seperti kaum 'Ad dari Nabi Hud AS, kaum Tsamud terbutakan oleh kesombongan hingga dibinasakan dengan sejumlah kejadian besar. Menurut Tafsir al-Munir Jilid 15 oleh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, mereka mendustakan datangnya hari kiamat.

Kejadian besar berturut-turut ditimpakan Allah SWT mulai dari guntur, angin kencang yang dingin selama tujuh malam delapan hari, hingga gempa. Allah SWT berfirman dalam surah Al A'raf ayat 78 dan 91.

فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ

Artinya: Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka.

2. Periode Nabi Luth AS

Bencana gempa juga menimpa kaum Nabi Luth AS yang bertempat tinggal di negara Syams. Nabi Luth AS diutus untuk penduduk Sodom karena kemunkaran, kemaksiatan, dan perbuatan keji yang dilakukan oleh mereka.

Kisah tersebut diceritakan dalam surah Al Ankabut ayat 34. Menurut Tafsir Al Maraghi, kata rijz dalam ayat ini berkaitan dengan gempa yang mengguncang Bumi hingga menelan kaum Nabi Luth sampai ke perut Bumi dan membuat negeri mereka menjadi danau besar yang bernama Laut Mati.

اِنَّا مُنْزِلُوْنَ عَلٰٓى اَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya Kami akan menurunkan suatu azab (rijz) dari langit kepada penduduk negeri ini karena mereka selalu berbuat fasik.

3. Periode Nabi Syu'aib AS

Gempa dahsyat selanjutnya melanda kaum Madyan pada masa Nabi Syu'aib AS. Kaum tersebut terletak di pantai timur Laut Merah yang berbatasan dengan Teluk Aqabah.

Kaum Madyan dikenal sebagai kelompok curang dalam berdagang dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat lain. Mereka juga dikenal garang dan bengis, karena tidak segan-segan membajak dan merampok kafilah pedagang yang melintas di kota mereka.

Seperti halnya kaum Tsamud, kaum Madyan juga ditimpa gempa yang dahsyat yang bahkan membuat mereka tidak bisa bergerak. Gempa tersebut datang bersamaan dengan suara guntur yang kencang. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ankabut ayat 36-37,

(36) وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًاۙ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
(37) فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ

Artinya: Kepada penduduk Madyan (Kami utus) saudara mereka, (yaitu) Syuʻaib. Dia berkata, "Wahai kaumku, sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan janganlah berkeliaran di bumi untuk berbuat kerusakan." Mereka mendustakannya. Maka, gempa dahsyat menimpa mereka. Lalu, jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggalnya.

4. Periode Nabi Musa AS

Selanjutnya, gempa yang ditimpakan pada sebagian Bani Israil atau kaum Nabi Musa AS. Setelah mereka berbuat kesalahan, Nabi Musa AS pun memohon ampunan sekaligus meminta untuk menghadap Allah SWT bersama tujuh puluh orang pilihannya. Sebab mereka enggan untuk beriman sebelum berhasil melihat Allah SWT.

Lalu, Nabi Musa AS pun mengajak mereka mendaki Bukit Tursina. Ketika mendekati tempat pertemuan denganNya, Allah SWT menurunkan gempa yang membuat mereka semua pingsan sebagai peringatan bagi mereka dalam surah Al A'raf ayat 206,

وَاخْتَارَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَاتِنَا ۚفَلَمَّآ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ

Artinya: Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata ...

5. Periode Nabi Muhammad SAW

Gempa pun pernah dirasakan langsung oleh Nabi Muhmmad SAW di Gunung Uhud. Saat itu, Rasulullah SAW tengah menaikinya bersama para sahabat, Abu Bakar RA, Umar bin Khattab RA, dan Utsman bin Affan RA yang dinarasikan dalam sebuah hadits,

"Nabi SAW naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. "Tenanglah Uhud!--lalu Nabi SAW menghentakkan kakinya--Tidaklah di atasmu melainkan seorang nabi dan Al Siddiq dan dua orang syahid." (HR Bukhari).

Peristiwa gempa pun berlanjut pada masa Khulafaur Rasyidin. Termasuk masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA yang diperkirakan bertepatan pada 212 Hijriah atau 827 Masehi di Yaman.



Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)