Bekal akhirat menurut Al-Qur'an dan hadis adalah amal saleh seperti ibadah yang konsisten dan berkualitas (salat, zakat, puasa), ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah (pahala terus mengalir), anak yang saleh yang mendoakan orang tuanya, serta takwa (menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya).
Sebagaimana firman-Nya: Surah Al-Mulk Ayat 1-2: Menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa yang paling baik amalnya, sehingga amal saleh adalah bekal penting menuju akhirat.
Adapun Surah An-Nahl Ayat 97: Mengatakan bahwa siapa yang beriman dan beramal saleh, laki-laki maupun perempuan, akan diberi kehidupan yang baik di dunia dan balasan yang lebih baik di akhirat. Ayat ini menjanjikan kehidupan yang baik (di dunia dan akhirat) serta balasan terbaik bagi orang yang beriman dan beramal saleh, yang akan menjadi bekal abadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan amal saleh dalam pandangan Islam adalah mendapatkan balasan pahala dan ampunan yang besar, kehidupan yang baik di dunia dan akhirat, serta menjadi investasi abadi yang tidak terputus meski telah meninggal.
Keutamaan Amal Saleh
1. Pahala dan Ampunan yang Berlipat Ganda: Orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dan pahala yang besar, bahkan bisa mencapai kelipatan yang tidak terhingga.
2. Kehidupan yang Baik: Allah SWT menjanjikan kehidupan yang baik dan layak bagi orang yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, asalkan dalam keadaan beriman.
3. Bekal di Akhirat: Amal saleh adalah investasi jangka panjang yang akan menyertai manusia setelah kematian.
4. Penghapus Dosa: Perbuatan baik (amal saleh) dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat.
5. Investasi Tanpa Kerugian: Amal saleh adalah perniagaan dengan Allah yang tidak akan pernah merugi, karena keuntungan dari amal saleh berlipat ganda.
6. Mendapatkan Ketenteraman: Orang yang beriman dan beramal saleh juga tidak akan mengalami ketakutan dan kesedihan di dunia dan akhirat.
Amal saleh yang dianjurkan ajaran Islam meliputi ibadah vertikal kepada Allah SWT seperti salat dan membaca Al-Qur'an, serta ibadah horizontal kepada sesama manusia seperti bersedekah, berbakti kepada orang tua, menolong sesama, dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Kunci dari amal saleh adalah niat yang ikhlas karena Allah, sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Amal Saleh kepada Allah SWT (Ibadah Vertikal)
Salat Lima Waktu: Pelaksanaan salat fardhu merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat.
Membaca Al-Qur'an: Menjaga hubungan dengan Allah dengan membaca firman-Nya untuk mendapatkan ketenangan dan petunjuk.
Berzikir: Selalu mengingat Allah SWT dalam setiap hembusan napas dan keadaan sebagai bentuk pengabdian.
Menjalankan Ibadah Sunnah: Melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, seperti puasa sunnah, akan menambah pahala.
Berprasangka Baik (Husnudzon): Selalu berbaik sangka terhadap segala ketetapan dan ujian dari Allah SWT.
Amal Saleh kepada Sesama Manusia (Ibadah Horizontal)
Berbakti kepada Orang Tua: Menunjukkan hormat, membantu, dan melayani orang tua sebagai bentuk kewajiban seorang anak.
Bersedekah: Memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan untuk meringankan beban mereka.
Menyebarkan Ilmu: Mengajarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk kemajuan umat.
Menolong Sesama: Membantu orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.
Menjaga Lisan: Berbicara dengan perkataan yang baik dan santun.
Menyambung Silaturahmi: Memelihara hubungan baik dengan keluarga dan sesama.
Melestarikan Alam: Menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan penghijauan.
Dalam kehidupan saat ini,sebagian atau beberapa orang lebih condong mementingkan dunia daripada akhirat. Hal ini terbukti dengan banyaknya atau semakin banyak pejabat yang berurusan dengan penegak hukum. Mulai dari pejabat daerah maupun pejabat pusat. Memang dunia (harta, jabatan dan lainnya) lebih menarik daripada melakukan investasi di akhirat. Padahal ingatlah bahwa kenikmatan dunia ini sifatnya fana dan sementara.
Semoga Allah SWT meneguhkan keimanan kita untuk fokus pada tujuan akhirat daripada dunia.
--
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).
