Islam dikenal sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Konsep ini sering disebut dengan istilah Islam rahmatan lil 'alamin, yaitu ajaran Islam yang menghadirkan kebaikan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi semua manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Dalam detikKultum Ramadan, Prof Nasaruddin Umar menjelaskan memahami Islam secara luas dan terbuka sangat penting, terutama di era modern. Menurutnya, Islam tidak boleh dipahami secara sempit hingga menolak hal-hal baru yang sebenarnya tidak bertentangan dengan ajaran agama.
"Islam adalah segala sesuatu yang tidak bertentangan dengan Islam, itulah Islam," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Kamis (5/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Menjaga Lisan dan Jempol di Dunia Digital |
Prof Nasaruddin Umar menjelaskan kebenaran dan hikmah tidak hanya berasal dari satu tempat. Dalam tradisi Islam sendiri, umat diajarkan untuk mengambil hikmah di mana pun ia berada selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar agama.
"Hikmah atau kebenaran itu ada di mana-mana maka ambillah, karena itu adalah milik Islam yang tercecer," lanjutnya.
Ia mencontohkan bagaimana pada masa peradaban Islam dahulu, para ulama dan ilmuwan muslim tidak ragu mempelajari ilmu dari berbagai sumber, termasuk dari peradaban lain.
Prof Nasaruddin Umar juga mengingatkan tidak semua hal dalam kehidupan harus disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an atau hadits. Banyak perkara dalam kehidupan modern yang tidak ada pada masa Nabi Muhammad SAW, namun tetap diperbolehkan selama tidak melanggar prinsip syariat.
"Jadi jangan pernah mengatakan 'ini tidak sejalan dengan Islam, ini tidak ada dalam Al-Qur'an'. Bukan begitu," tegasnya.
Menurutnya, cara menilai sesuatu dalam Islam sebenarnya cukup sederhana: apakah hal tersebut dilarang oleh Al-Qur'an dan hadits atau tidak. Sebagai contoh, teknologi modern seperti pesawat terbang atau telepon genggam tentu tidak ada pada masa Nabi. Namun hal itu tidak berarti teknologi tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
"Naik pesawat boleh, tapi Nabi tidak pernah naik pesawat. Nabi juga tidak pakai handphone, tapi boleh," jelas Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini.
Bahkan, Prof Nasaruddin Umar meyakini jika Nabi Muhammad SAW hidup di zaman sekarang, beliau juga akan memanfaatkan teknologi yang ada. Karena itu, menurut Prof Nasaruddin Umar, tidak tepat jika ada pandangan yang mempertentangkan perkembangan teknologi atau budaya modern dengan ajaran Islam.
Islam justru hadir sebagai ajaran yang mampu menembus batas budaya, zaman, dan peradaban. "Islam rahmatan lil 'alamin itu menembus batas," tegasnya.
Prinsipnya sederhana: selama sesuatu tidak dilarang dalam ajaran Islam dan membawa kebaikan bagi manusia, maka hal tersebut dapat diterima dalam kehidupan muslim.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Islam Rahmatan lil 'Alamin di Era Globalisasi Digital tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Baca juga: Ramadan dan Keluarga Milenial di Era Gadget |












































Komentar Terbanyak
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan
Lebaran Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Penetapan Resminya
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan