Di bulan Ramadan umat Islam dilatih untuk lebih banyak berzikir, wirid, dan menghidupkan hati dengan menyebut nama Allah SWT. Mengapa zikir dan wirid begitu penting dalam kehidupan seorang muslim, terlebih di bulan suci Ramadan?
Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan menjelaskan secara sederhana perbedaan zikir dan wirid.
"Zikir berarti mengingat atau menyebut nama Allah. Zikir tidak ditentukan waktunya. Zikir tidak ditentukan bacaannya apa dan bagaimana caranya tapi kalau wirid ditentukan waktunya kapan, bacaannya ditetapkan, kemudian tata caranya bagaimana dan itu dilakukan secara rutin, itu namanya wirid," jelas Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mana lebih berat, wirid atau zikir? Lebih berat wirid dong, karena menuntut konsekuensi," sambung Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
Baca juga: Ramadan dan Etika Bermedia Digital |
Zikir bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga terapi mental. Ia adalah upaya menciptakan penyehatan pikiran. "Otak yang tidak pernah disentuh dengan zikir bisa menjadi 'ganas'," kata Prof Nasaruddin Umar.
Apa maksudnya?
Menurut Prof Nasaruddin Umar, otak yang jauh dari zikir mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif. Bertemu lingkungan yang buruk, ia mudah ikut terseret. Bertemu kemaksiatan, ia cepat tergoda. Tidak ada filter spiritual yang mengontrolnya. Akibatnya, manusia menjadi reaktif, emosional, dan kehilangan arah.
Sebaliknya, pikiran yang terbiasa berzikir memiliki kesadaran ilahiah yang kuat. Ia lebih selektif dalam memilih lingkungan, lebih tenang dalam menghadapi masalah, dan lebih mampu mengendalikan diri.
Prof Nasaruddin Umar mengatakan bulan suci Ramadan diharapkan menjadi ruang latihan untuk melawan diri sendiri. Bukan melawan orang lain, tetapi melawan hawa nafsu, kemalasan, dan dorongan negatif dalam diri.
Dalam bahasa modern, ada istilah mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap apa yang sedang kita lakukan. Dalam konteks spiritual, mindfulness berarti memaksa diri untuk memenuhi seluruh organ tubuh dengan energi spiritual.
Mindfulness spiritual adalah sikap tegas terhadap gangguan. Kita berkata "no" terhadap hal-hal yang menjauhkan diri dari Allah, dan berkata "yes" terhadap segala sesuatu yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Zikir sebagai "Mindfulness Islami" tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Baca juga: Menjaga Hati di Era Media Sosial |












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak