15+ Kultum Ramadan Singkat 5-7 Menit dalam Berbagai Tema

Langkah Emas Raih Kemenangan

15+ Kultum Ramadan Singkat 5-7 Menit dalam Berbagai Tema

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 21 Feb 2026 11:00 WIB
Salat Tarawih di Masjid Al Akbar Surabaya
Ilustrasi mendengarkan kultum Ramadan. Foto: Raihan Akbar Mahendra
Jakarta -

Kultum Ramadan sering kali menjadi salah satu rangkaian ibadah pada saat salat Tarawih. Disampaikan secara singkat selama 5-7 menit, kultum dapat menjadi bekal jemaah semalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Untuk itu, berikut kumpulan kultum Ramadan singkat dalam berbagai tema, mulai dari tentang menyambut Ramadan, hingga keutamaan malam Lailatul Qadar.

Kultum Ramadan Singkat 5-7 Menit

Merangkum dari buku Kumpulan Kultum Ramadan: Berkaca Pada Jiwa 2 susunan Prito Windiarto dan Taufiq Hidayat, buku Kumpulan Pidato Praktis: Membuat Audiens Terpukau susunan S. Sopian, buku 65 Kultum Kamtibmas oleh D. Syarif Hidayatullah dan buku Syiar Ramadan Perekat Persaudaraan: Materi Kuliah dan Khutbah di Masjid dan Musala Selama Ramadan terbitan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag RI, berikut kultum Ramadan singkat dalam berbagai tema:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Menyambut Ramadan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi robbil alamin. Wabihi nastainu ala umuri dunya wadin. Assalatu wassalamu ala nabiyina Muhammadin SAW Amma ba'du.

ADVERTISEMENT

Puji serta syukur kehadirat Allah SWT. atas nikmat-Nya yang luar biasa. Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, nabi kita Muhammad SAW.

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT.

Ramadan, bulan suci ini menyapa kembali. Kedatangannya disambut beraneka rasa oleh orang-orang.

Pertama, ada orang yang menyambutnya biasa-biasa saja. Ramadan baginya tak lebih dari rutinitas tahunan. Tak ada perubahan apa-apa. Biasa saja. Hadirnya bulan kemuliaan baginya tak memberikan pengaruh sedikit pun, selain kenyataan ia harus berpuasa. Menahan lapar dahaga. Bagi orang seperti ini apa yang akan dilewatkan selama Ramadan ini takkan membekas makna, takkan memberi pengaruh setitik pun.

Kedua, orang yang menanggapi secara sinis. Orang ini merasa berat ketika datangnya bulan suci. Ia malas melakukan ibadah. Baginya puasa itu berat. Ramadan itu bikin enek. Karena selama Ramadan ia tak lagi bisa makan-makan secara bebas dan berbuat sesuka hati. Orang menganggap datangnya Ramadan adalah musibah. Naudzubillahimindzalika.

Ketiga, orang yang begitu antusias menyambutnya. Ia begitu merasa istimewa di bulan berkah ini. Ia menyapa Ramadan dengan kegembiraan. Meski begitu, nyatanya ada dua golongan atas sambutan penuh kegembiraan ini. Ada yang antusias menyambut, sekadar karena Ramadan serasa seru. Ada pesta petasan, ada ngabuburit, ada sahur bareng keluarga, berbuka dengan makanan yang enak, puasa dijadikan ajang diet, melangsingkan perut, dll.

Golongan ini menyambut antusias Ramadan karena suasana menyenangkan. Golongan kedua, antusias menyambut Ramadan karena keimanan dan keilmuan. Ia senang karena paham Ramadan adalah bulan keberkahan. Bulan kemuliaan. Saat ganjaran kebaikan dilipatgandakan. Ia menyambutnya dengan khusyuk. Bukan sekadar karena banyak "hal menarik" selama Ramadan. Baginya itu hanya sebagai tambahan. Yang terutama adalah karena keinsyafan betapa berharganya bulan ini, sayang jika terlewatkan tanpa makna yang terhadirkan.

Termasuk manakah kita? Semoga termasuk yang menyambut Ramadan dengan antusias berlandas keimanan dan keilmuan. Pada gilirannya semoga kita bisa mengisi Ramadan ini dengan banyak kebajikan. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Rabbana aatina fidunya hasanah, wafilakhiroti hasanah, waqina adzabannar.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

2. Keistimewaan dan Keutamaan Puasa (1)

Alhamdulillah. Segala puji hanya untuk-Nya. Penguasa alam semesta. Karunia-Nya tak terhingga.

Sholawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad SAW. Semoga kita dapat mengikuti sunnahnya.

Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah teragung, yakni puasa, wajib dikerjakan.

Di bulan yang indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa. Rasulullah SAW. meriwayatkan firman Allah SWT. Dalam hadits Qudsi yang artinya, "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya." (HR Ahmad dan Muslim)

Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber.

Pertama, puasa sebagai penghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW. bersabda, "Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan, karena penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni" (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, dalam hadits lain disebutkan bahwa, "salat wajib lima waktu, (dari) satu Jumat ke Jumat selanjutnya, (dari) Ramadan ke Ramadan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama dia tidak melakukan dosa besar." (HR Muslim)

Dua hadits di atas jelas menunjukkan bahwa jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demi-Nya dan mengharap ganjaran dari-Nya, maka dosa-dosa kita akan diampuni.

Kedua, puasa adalah perisai (penghalang). Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan, "Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka." Hadits itu dikuatkan oleh hadits riwayat Imam Nasa'i, "Puasa itu penghalang, selagi ia tidak dirusak."

Berdasarkan hadits itu kita meyakini bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak. Adapun hal-hal yang merusak puasa diantaranya adalah dusta, menggunjing, memfitnah, dan kemaksiatan lainnya. Karena itu sudah selazimnya kita menjaga puasa kita agar tetap bermakna.

Rasulullah mengingatkan, "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang salat malam, tapi tidak mendapatkan dari salatnya kecuali hanya begadang." (HR Ibnu Majah)

Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita agar bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya.

Allohumma ainna 'ala dzkirika wasykrika wahusni ibadatika. Aamiin ya robbal alamin.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

3. Keistimewaan dan Keutamaan Puasa (2)

Syukron wahamdan lillah. Segenap kesyukuran untuk-Nya. Tiada illah selain-Nya. Semoga kita senantiasa ada dalam lindungan-Nya.

Allohumma sholi 'ala Muhammad. Semoga sholawat senantiasa untuk teladan kita, nabi Muhammad SAW.

Pada kultum sebelumnya kita sudah mengupas perihal puasa sebagai penghapus dosa-dosa dan puasa sebagai penghalang dari api neraka. Berikut adalah keutamaan berpuasa berikutnya.

Ketiga, puasa merupakan sebab tercapainya kebahagiaan dunia akhirat. Rasulullah SAW. bersabda, "Ada dua kegembiraan bagi seorang yang puasa: kegembiraan saat dia berbuka dan kegembiraan saat berjumpa dengan Rabb-Nya di akhirat." (HR Bukhari dan Muslim)

Begitulah, dengan berpuasa kita memperoleh dua kenikmatan. Kenikmatan pertama di dunia saat berbuka, dan kenikmatan kedua saat di akhirat, ketika bertemu dengan Rabb-Nya. Masya Allah.

Keempat, puasa merupakan jalan menuju surga. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits yang cukup panjang berkenaan dengan ini.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di surga nanti ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tak seorang pun yang akan memasukinya selain mereka. Dikatakan kepada mereka, 'Di mana orang-orang yang berpuasa? maka kemudian mereka berdiri dan dikatakan, Tak seorang pun memasuki pintu tersebut selain mereka. Maka, jika mereka telah masuk semua, pintu itu segera ditutup kembali dan tidak diperkenankan memasukinya selain mereka."

Kelima, puasa dapat memberi syafaat. Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa dan Al-Qur'an dapat memberikan syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa akan berkata, "Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwatnya sepanjang siang hari maka berikanlah syafaatku kepadanya. Al-Qur'an berkata, 'Aku telah mencegahnya dari tidur pada malam hari maka berikanlah syafaatku kepadanya. Lalu, keduanya pun memberikan syafaat." (HR Ahmad, Al Hakim, Ibnu Mubarok)

Kelima, bau orang yang berpuasa lebih harum dari kesturi. Rasulullah SAW bersabda, "Demi jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang puasa itu lebih disukai Allah daripada aroma kesturi." (HR Bukhari dan Muslim)

Subhanallah. Betapa agungnya keutamaan ibadah puasa. Pada akhirnya, semoga kita dapat melaksanakan puasa sebaik-baiknya dan mendapatkan keutamaan yang istimewa tersebut. Aamiin Ya Rabb. Wallahu a'lam bishowab.

Hasbunalloh wani 'mannashir. wani'mal wakil, ni'mal maula wani 'mannashir.

4. Keutamaan Tarawih (1)

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽŲ†Ų’ØšŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØĨŲŠŲ…Ø§Ų† ŲˆØ§Ų„ØĨØŗŲ„Ø§Ų… ŲˆØ§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠ ŲˆØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„Ø§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ† Ų„Ø§ ØĨŲ„Ų‡ ØĨŲ„Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØąØ¨ Ø§Ų„ØšØ§Ų„Ų…ŲŠŲ† ŲˆØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŒ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŽŲŽØ§ØĒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲŠŲ†ŲŽ

Alhamdulillaahilladzii an'am naa bini 'matiliimaani walislaami wash-sholaatu was-salaamu 'alaa muhammadin wa 'ala aalihi wa ash-haabihi ajma 'in asyhadu alla ilaaha illallahu rabbul'aalamiina wa asyhadu anna muhammadarrosulullooh khootimuunnabiyyiina. Amma ba'du.

Alhamdulillah. Segenap puji untuk-Nya yang telah memberikan kita kenikmatan Iman dan Islam. Sholawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, pada keluarga, para sahabatnya.

Salah satu ibadah spesial di bulan Ramadan selain puasa (shaum) adalah salat Tarawih. salat sunnah qiyamul lail ini hanya ada di bulan suci ini. Ibadah sunnah muakkadah ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan ketika kita menunaikan salat ini. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Pertama, salat Tarawih bisa menjadi wasilah diampuninya dosa. Nabi SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, "Barang siapa melakukan qiyam Ramadan (salat Tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)

Pengampunan dosa dalam hadits tersebut dapat mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits. Namun, ada pendapat lain mengatakan yang dimaksud pengampunan dosa adalah khusus untuk dosa kecil.

Meski begitu, mengingat banyaknya dosa yang kita lakukan, semoga salat Tarawih yang kita lakukan bisa menggugurkannya. Membersihkan dosa-dosa kita.

Dalam riwayat lain dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Ramadan adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya (Tarawih) untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadan dan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. (HR Ahmad, Ibnu Majah)

Kedua, sunnah muakkadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Salat Tarawih adalah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, Urwah menyampaikan kepadanya bahwa Aisyah telah melaporkan jika Rasulullah pada suatu malam (pada bulan Ramadan) berangkat ke masjid dan mendirikan salat di sana. Kemudian orang banyak mengikuti beliau. Keesokan harinya orang bercerita tentang salat Rasulullah itu sehingga jamaah semakin banyak.

Keesokan harinya orang juga bercerita lagi sehingga pada malam keempat jamaah tidak lagi tertampung di masjid. Paginya, setelah selesai salat Subuh, Nabi bersabda: "Amma ba'du. Sesungguhnya aku tahu kemampuan kalian. Akan tetapi aku ragu bila salat Tarawih itu diwajibkan atas kalian, dan kalian tidak mengerjakannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Meski sunnah, kita jangan sampai melewatkan ibadah yang muakkadah (sangat dianjurkan ini).

Wallahu a'lam bishowab.

5. Keutamaan Tarawih (2)

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ŲˆŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ø§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„Ø§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ų„Ø§ ØĨŲ„Ų‡ ØĨŲ„Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡

Alhamdu lillahi wash-sholaatu wassalaamu 'alaa rasuulillaahi wa' alaa aalihi wa shohbihi wa man tabi'ahu asyhadu allaa ilaaha illallohu wa asyhadu anna muhammadaan rasuulullohi. Amma ba'du.

Segenap syukur untuk-Nya Sang Maha Kuasa. Atas nikmat yang tiada hentinya. Sholawat dan salam teruntuk Nabi Mulia, Muhammad SAW.

Pada kultum sebelumnya kita sudah membahas keutamaan Tarawih yakni dihapuskan dosa-dosa dan sunnah yang sangat dianjurkan oleh nabi. Berikut adalah keutamaan berikutnya.

Ketiga, mendapat pahala qiyam semalam penuh. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh)." (HR Ahmad, Abu Daud, dll)

Hadits shahih di atas menunjukan fadilah salat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Pahalanya luar biasa, semisal kita salat malam semalam suntuk. Alhamdulillah.

Perihal hitungan jumlah rakaat Tarawih ada beberapa pendapat. Silakan saja mengikuti pendapat yang rajih. Perbedaan pendapat bukan jadi ajang saling serang, melainkan saling menghargai.

Energi kita, tinimbang habis untuk debat, alangkah lebih baiknya digunakan untuk mengajak orang lain pada kebaikan atau mencegah kemungkaran.

Demikian secara singkat keutamaan salat Tarawih. Harapannya ini menjadi motivasi bagi diri untuk giat beribadah. Jangan sampai bolong-bolong. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Nashrun minalloh wafathun qorib.

6. Hal-hal yang Harus Dilakukan Saat Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Allah SWT melipatgandakan pahala, membuka pintu rahmat, serta mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan penuh harap akan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)

Inilah kesempatan emas bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita isi Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, sedekah, dan amal kebaikan lainnya. Jangan sampai kita melewati bulan suci ini hanya dengan lapar dan dahaga, tanpa mendapat ampunan dari Allah.

Hadirin sekalian,

Izinkan saya menyampaikan tiga pesan singkat sebagai renungan di bulan suci ini:

Pertama, jaga lisan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang sia-sia, ghibah, atau menyakiti hati orang lain.

Kedua, perbanyak amal kebaikan. Ramadan adalah bulan Al-Qur'an. Mari kita biasakan membaca dan menghayati maknanya. Perbanyak juga sedekah, karena sekecil apa pun kebaikan akan mendapat balasan berlipat ganda.

Ketiga, perbaiki hubungan sesama. Ramadan mengajarkan kita untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Jangan biarkan dendam atau perselisihan merusak ibadah kita.

Hadirin yang berbahagia,

Ramadan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri. Jadikan bulan ini sebagai titik balik untuk menjadi hamba yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.

Akhir kata, mari kita doakan semoga Allah menerima amal ibadah kita dibulan suci ini, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Kemenangan Menyambut Ramadan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Hari ini, kita berkumpul dalam kebersamaan untuk merayakan kedatangan bulan suci Ramadan. Ramadan merupakan momen istimewa yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati dan jiwa, serta meningkatkan ketaqwaan dan ibadah.

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-Baqarah ayat 185:

Ø´ŲŽŲ‡ØąŲ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŲ†Ø˛ŲŲ„ŲŽ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’ØĸŲ†Ų Ų‡ŲØ¯Ų‹Ų‰ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØĒŲ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‡ŲØ¯ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲØąŲ’Ų‚ŲŽØ§Ų†Ų ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ø´ŲŽŲ‡ŲØ¯ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŽ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØĩŲŲ…Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲƒØ§Ų† Ų…ØąŲŠØļا ØŖŲˆ ØšŲ„Ų‰ ØŗŲØąŲ ŲŲŽØšŲØ¯Ų‘ŲŽØŠŲŒ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų…Ų ØĸØŽØą ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø¨ŲƒŲ… Ø§Ų„ŲŠŲØŗŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽŲ„Ø§ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲØŗŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŲƒŲ’Ų…ŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¯Ų‘ŲŽØŠŲŽ ) ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲŽŲ„Ų‰ Ų…ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan. (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran."

Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
Dalam ayat ini, Allah SWT mengisyaratkan kepada kita bahwa bulan Ramadan adalah kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan-Nya. Oleh karena itu, mari kita sambut kedatangan Ramadan dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menyambut Ramadan dengan baik:

Membersihkan Hati dan Jiwa: Sebelum Ramadan tiba, mari kita introspeksi diri dan membersihkan hati serta jiwa dari segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan. Bersihkan hati dari rasa iri, dengki, dan kebencian, serta tingkatkan kebaikan dan ketakwaan dalam diri.

Menetapkan Tujuan dan Niat: Tetapkan tujuan yang jelas untuk Ramadan ini. Apakah itu memperbanyak ibadah salat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, atau menjauhi hal-hal yang merusak keimanan. Sertakan niat yang tulus dan ikhlas untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya selama bulan suci ini.

Mengatur Waktu dan Kegiatan: Merencanakan waktu dan kegiatan selama Ramadan agar dapat memaksimalkan ibadah. Tentukan waktu untuk beribadah, berdoa, membaca Al-Qur'an, serta waktu untuk istirahat dan menjaga kesehatan tubuh.

Meningkatkan Kebaikan dan Kebajikan: Gunakan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kebaikan dan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Bersedekah kepada yang membutuhkan, berbuat baik kepada sesama, dan menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga dan tetangga.

Jamaah sekalian,

Dengan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat, kita akan dapat meraih keberkahan dan rahmat yang Allah SWT janjikan dalam bulan suci ini. Mari manfaatkan setiap momen dalam Ramadan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Patuh Pada Orang Tua

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagai umat Muslim, patuh pada orang tua adalah salah satu kewajiban yang sangat penting dalam ajaran agama Islam. Patuh pada orang tua bukan hanya sekadar nilai budaya, tetapi juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-Isra ayat 23:

ŲˆŲ‚ŲŽØļŲŽŲ‰ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆØ§ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų‡Ų ŲˆŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽŲ†Ø§Ų‹ ØĨŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ¨Ų’Ų„ŲØēŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲŲ†Ø¯ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲØ¨ŲŽØąŲŽ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽŲˆŲ’ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚ŲŲ„ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ØŖŲØ¨ŲŒ ŲˆŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽØąŲ’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…Ų‹Ø§

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."

Dalam ayat ini, Allah SWT secara tegas menyatakan pentingnya berbuat baik kepada orang tua. Kita diwajibkan untuk menjaga hubungan yang baik dengan mereka, memberikan penghormatan, dan memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang, terutama saat mereka memasuki usia lanjut.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan)." (HR Ahmad)

Sebagai seorang Muslim, patuh pada orang tua adalah bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran Islam. Di bulan Ramadan yang mulia ini, mari kita perkuat ikatan kasih sayang dan hormat kita kepada orang tua. Jadikan setiap momen sebagai kesempatan untuk membahagiakan mereka, membantu mereka dalam segala hal, dan mengabdi kepada mereka dengan sepenuh hati.

Dengan berbuat baik kepada orang tua, kita tidak hanya mendapatkan ridha Allah SWT, tetapi juga membawa keberkahan dalam hidup kita di dunia dan di akhirat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

9. Tetap Produktif Bekerja Saat Puasa

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Jamaah yang Dirahmati Allah,

Puasa Ramadan bukan penghalang untuk bekerja produktif. Justru dengan niat yang lulus dan perencanaan yang baik, ibadah puasa bisa menjadi pendorong semangat kerja.

Lantas mengapa puasa tidak menghambat produktivitas? Pertama, puasa melatih disiplin dan kontrol diri. Selama berpuasa, kita dituntut untuk memisahkan kapur dan haus. Disiplin ini terbawa ke dalam dunia kerja. Kisa jadi lebih bisa mengatur waktu, fokus pada pekerjaan, dan menghindari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi.

Mu'asyiral Muslimin wal Muslimat nabhimakumullah

Kedua, puasa menyehatkan tubuh dan pikiran. Dengan pola makan teratur saat sahur dan berbuka, asupan nutrisi menjadi lebih terjaga. Hal ini berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan, sehingga kita sap berenergi dan bisa bekerja secara optimal. Selain itu, puasa juga diyakini dapat meningkatkan kejernihan pikiran dan kesenangan batin, yang tentunya akan mendukung produktivitas.

Ketiga, puasa menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian. Suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan kedermawanan bisa memotivasi kita untuk bekerja lebih giat. Dengan niat beribadah, kita akan merasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tapi juga pahala.

Dalam Al-Qur'an, Allah mengingatkan manusia bahwa bukorja untuk memenuhi nafkah keluarga termasuk kewajiban. Pada surah at-Taubah ayat 105 Allah mengingatkan pentingnya bekerja serta larangan untuk bermalas-malasan, ayatnya tersebut berbunyi yang artinya,

"Dan katakanlah: "bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya seria anang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyasa, lalu diborilakanÄą-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Pada sisi lain, dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim bahwa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun dengan pekerjaan yang kasar, lebih mulia daripada meminta-minta kepada orang lain. Hal ini berlaku meskipun orang yang dimintai memberi atau menolak permintaan tersebut.

"Sungguh seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, bak orang itu memberinya alau menolaknya." (HR Bukhari dan Muslim)

Pun dalam Al-Qur'an, Allah SWT juga mengingatkan umatnya agar tidak hanya berdoa, namun juga melakukan usaha nyata dalam mencari rezeki. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memandang kerja keras sebagai salah satu cara untuk mencapai keberkahan dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Selain menekankan pentingnya usaha dan kerja keras, Islam juga menganjurkan agar setiap orang bekerja dengan cara yang halal. Konsep ini mengacu pada prinsip bahwa segala sesuatu yang diperoleh harus melalui cara yang sah dan ädak melanggar aturan agama.

Dalam Islam, kehalalan dalam mencari nafkah dianggap sebagai bagian penting dari ibadah dan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk menghindari segala bentuk pokerjasan atau praktik yang melibatkan penipuan, korupsi, atau akispłoilasi terhadap orang lain.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Imam Nawawi berkata dalam kitab Shahih Muslim:

"Sesungguhnya dalam hadits tersebut terdapat anjuran untuk bersedekah, makan dari hasil kerja tangan sendiri, dan mencari penghasilan dengan cara yang halal."

Dengan demikian, puasa bukan alasan untuk menjadi tidak produktif dalam bekerja. Justru sebaliknya, puasa melatih setiap orang untuk bisa lebih disiplin dan mandiri dalam kehidupannya.

10. Memaksimalkan Kedermawanan di Bulan Ramadan

Asalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia,

Kedermawanan sudah seharusnya menjadi ciri khas orang-orang bertakwa. Orang dermawan disukai oleh siapa saja, terutama disukai oleh Allah. Banyak sekali perintah dalam Al-Qur'an atau hadis agar kaum muslimin gemar berinfak dan bersedekah. Selain ganjaran pahala melimpah, orang yang dermawan memperoleh rahmat Allah dan rezeki yang tidak pernah surut.

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadan. Saking takjubnya para sahabat dengan kedermawanan Rasulullah, maka kedermawanan beliau di bulan Ramadan dikiaskan melebihi lembutnya angin yang berhembus, masyaAllah!

Jika kita berinfak atau bersedekah setiap hari selama bulan Ramadan, maka kebiasaan tersebut akan membekas dan menjadi kebiasaan permanen yang sangat positif. Jangan dilihat besar atau kecilnya jumlah uang yang kita sedekahkan. Yang sangat mahal adalah keberhasilan kita menjadi dermawan setiap hari.

Jamaah yang dimuliakan Allah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an mengenai orang orang yang dermawan:

Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŲ†ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ… Ø¨ŲØ§Ų„ŲŠŲ’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲ‡Ø§ØąŲ ØŗŲØąŲ‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲŽØŠŲ‹ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØŦŲ’ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŲ†Ø¯ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS Al-Baqarah: 274)

Selain itu, dalam firman-Nya, Allah juga mengingatkan betapa besar pahala infak dan sedekah sangat berlimpah. Allah berfirman:

Ų…ØĢŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŲ†ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų Ø­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ø¨ØšØĢ ØŗØ¨Øš ØŗŲ†Ø§Ø¨Ų„ ؁؊ ŲƒŲ„ ØŗŲŲ†ŲØ¨ŲŲ„ŲŽØŠŲ Ų…ŲØ§ØĻŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØļŲ’ØšŲŲŲ Ų„Ų…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØ´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŗŲØšŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Artinya: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah: 261)

Jamaah yang dimuliakan Allah

Oleh karena itu, anjuran meneladani kedermawanan Rasulullah, terlebih di bulan Ramadan, tercantum dalam hadisnya.

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ø¨Ų’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ¨Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØąŲŽØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ØŖŲŽØŦŲ’ŲˆŲŽØ¯ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŖŲŽØŦŲ’ŲˆŲŽØ¯Ų Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ†Ų ؁ؐ؊ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø­ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŽØ§Ų‡Ų ØŦŲØ¨Ų’ØąŲŲŠŲ„Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŦŲØ¨Ų’ØąŲŲŠŲ„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„Ø§Ų… ŲŠŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŽØ§Ų‡Ų ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ ؁ؐ؊ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲ†Ų’ØŗŲŽŲ„ŲØ­Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’ØąŲØļŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’ØĸŲ†ŲŽ ŲŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‚ŲŲŠŲŽŲ‡Ų ØŦŲØ¨Ų’ØąŲŲŠŲ„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŖŲŽØŦŲ’ŲˆŲŽØ¯ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ ؅ؐ؆ؒ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŲŠØ­Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽØŠŲ

Artinya: "Sesungguhnya Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan 53 kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau.
Dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus." (Muttafaq Alaih).

Maksud dari kedermawanan Rasulullah SAW melebihi lembutnya angin yang berhembus adalah:

ØŖŲŽØ´ŲŽØ§ØąŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØĨŲØŗŲ’ØąŲŽØ§ØšŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŦŲŲˆØ¯Ų ØŖŲŽØŗŲ’ØąŲŽØšŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŲŠØ­Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŲ…ŲŲˆŲ…Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲŲ’ØšŲ Ø¨ŲØŦŲŲˆØ¯ŲŲ‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų†ŲŽØšŲ’Ų…Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŲŠØ­Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽØŠŲŽ ØŦŲŽŲ…ŲŲŠØšŲŽ ØĒŲŽŲ‡ŲØ¨Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų

Artinya: "Menunjukkan sangat cepat dalam hal kedermawanan melebihi cepatnya angin ketika berhembus. Kedermawanan Nabi SAW juga memberikan manfaat yang menyeluruh seperti hembusan angin yang memberikan manfaat pada apa yang dilewatinya."

Jamaah yang dimuliakan Allah

Orang dermawan dijamin tidak akan merasa takut dan sedih, terutama di akhirat. Al Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya, Mafatih Al-Ghaib menulis sebagai berikut:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¯ŲŲ„Ų‘Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„ØĢŲ‘ŲŽŲˆŲŽØ§Ø¨Ų Ų„ŲŽØ§ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲŠŲØĒŲŽØŖŲŽŲƒŲ‘ŲŽØ¯Ų Ø¨ŲØ°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽŲŠŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ) Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŲ‚ŲŲ‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ˛ŲŽØšŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ )

Artinya: "Sesungguhnya (ayat 274 Al-Baqarah) menunjukkan bahwa orang yang mendapat ganjaran sedekah tidak merasa ketakutan pada hari kiamat, hal ini dikuatkan dengan ayat Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar pada (hari kiamat), (QS Al-Anbiya: 103)"

Jamaah yang dimuliakan Allah

Jangan lewatkan kesempatan di bulan Ramadan untuk meningkatkan kedermawanan dengan cara bersedekah atau berinfak serajin mungkin agar kita tetap menjadi dermawan setiap hari walaupun Ramadan telah pergi.

11. Bukber Semangat, Tapi salat Maghrib Lewat

Asalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ‹Ø§ Ų…ŲØ¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲŲŽØąŲŽØļŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽ Ų„ØŖŲŽØŦؒ؄ؐ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŦŲ’ØĒŲŽØ¨ŲŲŠ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…Ų : ŲŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŒ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲŠŲ†ŲŽ ( Ų¤ ) Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ؅ؒ ØŗŲŽØ§Ų‡ŲŲˆŲ†ŲŽ ( ŲĨ ) Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲØąŲŽØ§ØĄŲŲˆŲ’ ŲĻ ) ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§ØšŲŲˆŲ†ŲŽ ( Ûˇ )

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara-Saudari,

Bagaimana puasa hari ini? Semoga selalu lancar Amiin ya Rabbal Alamiin

Tema ceramah hari ini sangat menarik yakni, Bukber semangat, tapi salat Maghrib terlewat. Ada di sini orang yang pernah seperti itu? Orangnya datang? Jangan diulangi lagi ya.

Sebelum dibahas lebih lanjut, mari kita baca bersama-sama QS Al-Ma'un ayat 4-7.

"4. Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat; 5. (yaitu) yang lalai terhadap salatnya; 6. Yang berbuat riya; 7. Dan enggan (memberi) bantuan."

Hadirin yang dirahmati Allah SWT

Baca ayat ini jangan hanya sepotong ya Pak, Bu. Jangan hanya fawailul lil mushollin. Jika hanya sepotong, ini bahaya, masak orang yang melaksanakan salat kok celaka. Kita lihat ayat setelahnya, yaitu orang yang lalai terhadap salatnya.

Maksud dari lalai itu apa sih? Ini yang mesti dijelaskan. Syekh Ibnu Asyur dalam kitab tafsirnya At-Tahrir wa AtTanwir menekankan betul bahwa kata sahÃģn itu bukan lalai karena lupa tidak melakukan sunnah ab'ad dalam salat, seperti lupa tidak tasyahud awal misalnya, atau karena ragu dengan jumlah rakaat salat. Bukan itu maksudnya. Kalau itu kan kita diminta untuk melakukan sujud sahwi.

Ibnu Asyur menyebutkan bahwa orang lalai itu adalah orang yang melakukan salat karena riya', tidak ikhlas dan tanpa ada niat yang tulus. Orang ini pun mudah meninggalkan salat. Ini yang dimaksud sebagai orang yang lalai itu.

Imam Jajaluddin As-Suyuthi mengumpulkan beberapa riwayat yang menafsirkan ayat ini. Dalam kitab Ad-Durrul Mantsur, salah satu riwayat itu adalah:

ŲˆØŖŲŽØŽŲ’ØąŲŽØŦŲŽ Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØŦŲŽØąŲŲŠØąŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų’Ų†Ų Ų…ŲŽØąŲ’Ø¯ŲŲˆŲŠŲŽØŠ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ø¨Ų’Ų†Ų ØšŲŽØ¨Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų‡ŲŲ… ØšŲŽŲ†Ų’ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ؅ؒ ØŗŲŽØ§Ų‡ŲŲˆŲ†ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ : Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†Ø§ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØĒŲ’ØąŲŲƒŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ø§ØŠŲŽ ؁؊ Ø§Ų„ØŗØą ŲˆŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ؁؊ Ø§Ų„ØšŲ„Ø§Ų†ŲŠØŠ

Artinya: "Ibnu Jarir dan Ibnu Marduwiyah dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang munafik yang meninggalkan salat saat tidak ada orang dan salat saat di keramaian."

Dari sini, istilah munafik itu sangat luas artinya. Tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah dalam kondisi apapun jangan pernah menyepelekan salat. Wajib is wajib, no debat!!

Hadirin yang dirahmati Allah SWT

Buka bersama pada dasarnya adalah aktivitas yang boleh dan baik. Karena hadis Nabi sebenarnya menyebutkan bahwa kebahagiaan bagi orang yang berpuasa itu salah satunya karena berbuka.

Rasulullah SAW bersabda:

Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲŲ…Ų ŲŲŽØąŲ’Ø­ŲŽØĒŲŽØ§Ų†Ų : ŲŲŽØąŲ’Ø­ŲŽØŠŲŒ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ ŲŲØˇŲ’ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲŲŽØąŲ’Ø­ŲŽØŠŲŒ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ų„ŲŲ‚ŲŽØ§ØĄŲ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡Ų

Artinya: "Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa/berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya." (HR Muslim)

Saya membayangkan betapa nikmatnya berbuka puasa bersama. Di momen tersebut, kita bisa silaturahim mengumpulkan sanak famili, kerabat, tetangga, bahkan kawan lama. Kebahagiaan itu memang sudah Rasulullah SAW sampaikan.

Tetapi, problemnya bukan di buka bersama ya Pak, Bu. Problemnya adalah jika orang-orang yang berbuka puasa itu melewatkan salat Magrib. Allah SWT, memperingati betul, bahwa orang yang melewatkan puasa ini disebut akan celaka lho. Jadi, kita perlu berhati-hati.

Terima kasih saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

12. Keutamaan Sedekah dalam Islam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Pada hari ini, saya ingin berbicara tentang sebuah amal yang sangat dianjurkan dalam Islam, yaitu sedekah. Sedekah bukanlah sekadar memberi sebagian dari harta kita kepada yang membutuhkan, tetapi juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang penuh keberkahan di hadapan Allah SWT.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, surah Al-Baqarah ayat 261:

Ų…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŲ†Ų’ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų Ø­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØĢŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŽØĒŲ’ ØŗŲŽØ¨Ų’ØšŲŽ ØŗŲŽŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŲ„ŲŽ ؁ؐ؊ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ØŗŲŲ†ŲØ¨ŲŲ„ŲŽØŠŲ Ų…ŲØ§ØĻŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲ’ØšŲŲŲ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲØ´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØŗŲØšŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."

Melalui Ayat ini, Allah SWT menyampaikan kepada kita betapa besar keutamaan memberi sedekah. Bahkan, setiap sedekah yang kita berikan akan dilipatgandakan pahalanya hingga seratus kali lipat.

Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan banyak tuntunan tentang keutamaan sedekah. Beliau bersabda,

Ų‚Ø§Ų„ Ø§Ų„Ų†Ø¨ŲŠ ØĩŲ„ØšŲ… : Ų…ŲŽŲ† ŲŲŽØˇŲŽØąŲŽ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŲ…Ø§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲØ°ŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØšŲŲ„Ų’Ų‚ŲŒ ØąŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ

Artinya: "Barang siapa yang memberi makanan atau minuman untuk berbuka puasa, maka diampuni dosa-dosanya, dan dibebaskan dari api neraka." (Al Hadits)

Saudara-saudaraku,

Dengan memberikan sedekah, kita tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan diri kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sedekah juga merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Mari kita jadikan sedekah sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Meskipun dalam jumlah yang kecil, tetapi dengan niat yang tulus dan ikhlas, setiap sedekah yang kita berikan akan memiliki dampak yang besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Sekian ceramah singkat dari saya tentang keutamaan sedekah dalam Islam. Semoga kita semua termotivasi untuk terus berbagi rezeki kepada sesama, dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap amal ibadah kita. Aamiin ya rabbal 'alamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

13. Keutamaan Sabar dan Syukur

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita bersama-sama merenungkan dua konsep penting dalam agama kita: sabar dan syukur. Dua nilai luhur ini adalah kunci utama untuk menjalani kehidupan yang penuh makna dan bahagia di dunia ini.

Pertama, mari kita bicarakan tentang sabar. Sabar adalah sikap ketenangan dan ketabahan dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada kita. Ketika kita diuji dengan kesulitan, kegagalan, atau penderitaan, sabarlah yang membawa kita melewati segala rintangan tanpa kehilangan akal dan emosi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-Baqarah ayat 155-156:

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ†ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲˆŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŲˆØšŲ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲ‚Ų’ØĩŲ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĢŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽØĢŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ´Ų‘ŲØąŲ Ø§Ų„ØĩŲŠØąŲŠŲ† ( ŲĄŲĨŲĨ ) Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØŖŲŽØĩŲŽØ§Ø¨ŲŽØĒŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲØĩŲŲŠØ¨ŲŽØŠŲŒ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØąŲŽØŦŲØšŲŲˆŲ†ŲŽ) (ŲĄŲĨŲĻ )

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". Mereka itulah yang mendapat keberkatan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Kedua, mari kita bahas tentang syukur. Syukur adalah sikap menghargai dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, baik yang besar maupun yang kecil. Ketika kita bersyukur, kita menyadari bahwa setiap nikmat adalah anugerah dari-Nya yang patut kita hargai dan manfaatkan dengan baik.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Ibrahim ayat 7:

ŲˆŲŽØĨŲØ°Ų’ ØĒŲŽØŖŲŽØ°Ų‘ŲŽŲ†ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ¨ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽŲƒŲŽØąŲ’ØĒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØŖŲŽØ˛ŲŲŠØ¯ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØĻؐ؆ؒ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲ’ØĒŲŲ…Ų’ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŲŠ Ų„ŲŽØ´ŲŽØ¯ŲŲŠØ¯ŲŒ

Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Sabar dan syukur adalah dua sifat mulia yang tidak hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga kebahagiaan abadi di akhirat. Mari kita jadikan keduanya sebagai pegangan dalam setiap langkah kita, dalam suka maupun duka. Dengan sabar dan syukur, kita akan mampu menjalani kehidupan dengan lapang dada, penuh keberkahan, dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

14. Pahala Menuntut Ilmu di Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat Ramadan kepada kita semua. Semoga rahmat dan keberkahan-Nya senantiasa menyertai kita dalam menjalani ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban menuntut ilmu, baik yang berkaitan dengan urusan duniawi maupun akhirat. Menuntut ilmu tidak memandang usia, jenis kelamin, ataupun latar belakang. Semua orang berhak dan wajib melakukannya, terlebih di bulan Ramadan. Banyak keberkahan dan keutamaan bagi orang yang menuntut ilmu pada bulan suci ini.

Di sini, saya akan menjelaskan tentang macam-macam pahala atau keistimewaan menuntut ilmu sela bulan Ramadan, yaitu:

Mendapat Pahala seperti Ibadah Setahun.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø­ŲŽØļŲŽØąŲŽ Ų…ŲŽØŦŲ’Ų„ŲØŗŲŽ Ø§ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų ؁ؐ؊ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲƒŲŽØĒŲŽØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų‚ŲŽØ¯ŲŽŲ…Ų ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲŽ ØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ†Ų Ų…ŲŽØšŲŲŠ ØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØąŲ’Ø´Ų

Artinya: "Barang siapa menghadiri majelis ilmu untuk menuntut ilmu agama Islam di bulan Ramadan, maka Allah catat untuknya setiap satu langkah kaki bernilai pahala ibadah satu tahun, dan ia akan bersamaku (kata Nabi SAW) berada di bawah Arsy Allah SWT."

Meningkatkan Kualitas Ibadah

Dengan meningkatnya pemahaman kita tentang ajaran Islam, kita dapat menggali lebih dalam makna dan hikmah di balik ibadah-ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan, seperti puasa, salat Tarawih, dan bersedekah. Semakin kita memahami esensi dan tujuan dari ibadah-ibadah tersebut, semakin tulus dan berkualitas pula ibadah kita kepada Allah SWT.

Jemaah yang diridhoi Allah Allah SWT,

Setiap langkah yang kita ambil dalam perjalanan menuntut ilmu membawa kita lebih dekat kepada keberkahan dan kasih sayang Allah SWT. Dengan kesungguhan dalam belajar dan mengembangkan diri, kita semakin mendekatkan hubungan kita dengan-Nya dan memperdalam cinta kita terhadap agama-Nya.

Sebagaimana dalam HR Abu Daud:

Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ŲŠŲØ¨Ų’ØĒŲŽØēŲŽŲ‰ Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„ŲŒ Ų„Ø§ ŲŠŲŽØĒŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ØĨŲŲ„Ø§ Ų„ŲŲŠŲØĩŲŲŠØ¨ŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų ØšŲŽØąŲŽØļŲ‹Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ų„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØŦŲØ¯Ų ØšŲŽØąŲ’ŲŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ

Artinya: "Barang siapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti." (HR Abu Daud)

Dalam bulan Ramadan ini, mari kita manfaatkan setiap momen untuk meningkatkan pengetahuan dan keimanan kita. Jadikanlah bulan yang mulia ini sebagai momentum untuk meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam menuntut ilmu dan menjadikan kita hamba yang bertaqwa dan berilmu. Aamiin ya rabbal 'alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

15. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan kali ini, kita berkumpul dalam kebersamaan untuk membahas tentang salah satu malam paling mulia dalam agama kita, yaitu Malam Lailatul Qadar. Malam yang penuh berkah ini merupakan momen istimewa di bulan Ramadan, yang dipercaya memiliki keutamaan yang luar biasa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-Qadr ayat 1-3:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„Ų’ØĒŲŲ‡Ų ؁ؐ؊ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØ¯Ų’ØąŲŽŲƒ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’Øą Ųĸ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ ؅ؑؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ„Ų’ŲŲ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ

Artinya: "Ketahuilah, sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."

Dalam ayat ini, Allah SWT menggambarkan keistimewaan Malam Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini adalah malam di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Oleh karena itu, Malam Lailatul Qadar menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk kepada umatnya tentang keutamaan Malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda, "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru" (HR Muslim dari Ubay bin Ka'ab)

Saudara-saudari sekalian,

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan ampunan.

Mari kita manfaatkan kesempatan emas ini dengan beribadah, berdoa, dan memperbanyak amal kebaikan. Mari kita jadikan Malam Lailatul Qadar sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan memohon ampunan-Nya atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan.

Semoga kita semua dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT di Malam Lailatul Qadr ini. Aamiin ya rabbal 'alamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

16. Kemuliaan Memaafkan Sesama

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Memaafkan adalah tindakan mulia yang diajarkan oleh agama kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surah Al-A'raf ayat 199,

ØŽŲØ°Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲØąŲ’ŲŲ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲ’ØąŲØļŲ’ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ‡ŲŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang ma'ruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."

Memaafkan adalah bentuk kebesaran hati dan kekuatan karakter. Dengan memaafkan, kita membebaskan diri dari beban dendam dan kebencian yang merusak hati dan jiwa kita. Allah SWT berjanji akan memberikan ganjaran bagi mereka yang mampu memaafkan sesama.

Sebagaimana Dia berfirman dalam Al-Qur'an surah Assyuara ayat 40,

ŲˆŲŽØŦŲŽØ˛Ų’Ø¤ŲØ§ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØĻŲŽØŠŲ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØĻŲŽØŠŲŒ ؅ؐØĢŲ’Ų„ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØšŲŽŲŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ų„ŲŽØ­ŲŽ ŲŲŽØŖŲŽØŦŲ’ØąŲŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ø¸Ų‘ŲŽŲ„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah."

Di bulan suci Ramadan ini, mari kita jadikan kesempatan untuk memaafkan orang-orang yang telah menyakiti atau menganiaya kita. Dengan memaafkan, kita mengikuti jejak para nabi dan rasul, serta mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




(kri/kri)
ramadan penuh hikmah

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads