Apa itu puasa? Menurut Prof Nasaruddin Umar, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah kemampuan menahan diri, menahan diri dari sikap berlebihan, dari perilaku yang melampaui batas, dari pola hidup yang "overload". Ramadan mengajarkan kita keseimbangan dalam hidup.
Dalam detikKultum Ramadan, Prof Nasaruddin Umar menjelaskan, secara fisik puasa terbukti menyehatkan. Penelitian ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa ketika tubuh tidak menerima asupan makanan, sel-sel melakukan proses pembersihan alami.
"Sel yang masih hidup membersihkan sel yang sudah mati. Proses ini membuat tubuh lebih sehat. Tak heran jika Nabi SAW bersabda, 'Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat'," jelas Prof Nasaruddin Umar, dalam detikKultum, Jumat (20/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ramadan dan Literasi Digital Islami |
Namun detoksifikasi tidak hanya berlaku bagi tubuh. Di era digital, kita dibanjiri informasi setiap hari. Notifikasi, media sosial, berita, dan berbagai konten membuat pikiran kita penuh. Tanpa sadar, kita mengalami overload informasi.
"Kurangi membuka handphone yang tidak perlu. Ganti dengan membaca Al-Qur'an. Satu huruf bernilai sepuluh pahala. Alif lam mim saja sudah tiga puluh pahala," sambungnya.
Ramadan adalah momentum membersihkan diri: membersihkan tubuh dari racun, membersihkan pikiran dari kebisingan, dan membersihkan hati dari kelalaian. Prof Nasaruddin Umar menyebut puasa mengajarkan detoksifikasi mental.
"Mari kita berpuasa untuk melakukan detoksifikasi terhadap overload-nya informasinya ada di sekitar kita," jelas Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Puasa sebagai Detox Overload Informasi tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
(dvs/kri)











































Komentar Terbanyak
Israel Serang Gaza dengan Senjata Pemusnah Tubuh, MUI Pertanyakan Peran Board of Peace
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak