Doa Sholat Tahajud agar Cepat Dikabulkan oleh Allah SWT

Doa Sholat Tahajud agar Cepat Dikabulkan oleh Allah SWT

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 20 Feb 2026 20:45 WIB
Doa Sholat Tahajud agar Cepat Dikabulkan oleh Allah SWT
Ilustrasi berdoa. Foto: Freepik
Jakarta -

Doa sholat tahajud di panjatan umat Islam agar segala hajat dan harapan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Terlebih lagi, sholat tahajud dilakukan di waktu sepertiga malam, yang disebut-sebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa.

Agar ibadah sholat tahajud umat Islam berjalan sesuai dengan tuntunan, berikut detikHikmah rangkum mengenai tata cara sholat tahajud, lengkap dengan bacaan doanya.

Penjelasan Mengenai Sholat Tahajud

Dijelaskan dalam buku The Power of Tahajud oleh Dr. Ahmad Sudirman Abbas, sholat tahajud berasal dari kata 'istaiqazha' yang berarti terjaga, sengaja bangun, atau sengaja tidak tidur. Tentunya sholat ini dilakukan pada waktu malam, sehingga dinamakan dengan 'shalatul-lail' atau 'qiyamul lail' atau sholat malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 79 mengenai sholat tahajud:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

ADVERTISEMENT

Wa minal-laili fa tahajjad bihī nāfilatal lak(a), 'asā ay yab'aṡaka rabbuka maqāmam maḥmūdā(n).

Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Lebih lanjut, dalam Al-Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 17-18, Allah SWT menjelaskan aktivitas orang-orang baik pada waktu malam:

18 كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْن17 وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Kānū qalīlam minal-laili mā yahja'ūn(a). Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).

Artinya: "Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."

Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

Dijelaskan dalam buku Risalah Tuntunan Shalat: Panduan Shalat Wajib dan Sunah Berdasarkan Al-Quran dan Hadis oleh Akhmad Najibul Khairi Sya'ie dan Achmad Budiyanto, jumlah rakaat sholat tahajud tidak terbatas. Namun, sebagian pendapat mengatakan bahwa batasan rakaat sholat tahajud adalah 12 rakaat.

Sholat tahajud dilakukan dengan cara diakhiri dengan salam di setiap dua rakaat. Dalam sebuah hadits Ibnu Umar RA dikatakan:

"Sholat malam (tahajud) itu dua-dua (rakaat), maka jika engkau khawatir akan datangnya waktu Subuh, sholatlah satu rakaat sebagai sholat witir dari sholat tahajud yang telah dilaksanakan." (HR Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Tahajud

Sholat tahajud sama halnya dengan sholat sunnah pada umumnya, baik dari bacaan maupun gerakannya. Masih dinukil dari sumber sebelumnya, berikut tata cara sholat tahajud selengkapnya:

1. Membaca Niat

Sebelum melakukan ibadah, umat Islam diwajibkan untuk membaca niatnya terlebih dahulu. Berikut bacaan niat sholat tahajud:

اصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat sholat sunah tahajud dua rakaat karena (mengharap ridha) Allah semata."

2. Takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surah Al-Fatihah dan salah satu surah dalam Al-Qur'an
5. Rukuk
6. Membaca doa i'tidal
7. Sujud pertama
8. duduk diantara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Berdiri dan lakukan rakaat kedua seperti bacaan dan gerakan di rakaat pertama.
11. Lakukan tasyahud akhir dan salam

Selanjutnya, muslim dapat berdiri untuk melakukan sholat dua rakaat lagi hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan. Kemudian menutup sholatnya dengan sholat witir dalam jumlah rakaat ganjil yaitu 1, 3, atau 5 rakaat.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Berikut bacaan doa setelah sholat tahajud dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, sebagaimana dikutip dari laman MUI Online:

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيْمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيتُوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنّي اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu 'alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya: "Artinya, "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Sholat Tahajud

Masih dari sumber sebelumnya, terdapat beberapa keutamaan sholat tahajud bagi siapa saja yang melaksanakannya. Mulai dari penghapus dosa hingga ciri penghuni surga. Berikut selengkapnya:

1. Sholat Paling Utama Setelah Sholat Wajib

Menjadi sholat paling utama setelah sholat wajib (fardhu). Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadits:

فَضْلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْمَفْرُوْضَةِ صَلَاةٌ مِنَ اللَّيْلِ

Artinya: "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah -Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)

2. Menghapus Kesalahan dan Dosa

Sholat tahajud dapat menjadi penghapus kesalahan dan dosa bagi siapa saja yang melaksanakannya. Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ ، وَمَنْهَاةً لِلإِثْمِ

Artinya: "Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang saleh sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa." (HR Tirmidzi)

3. Sepertiga Malam Menjadi Waktu Mustajab

Sepertiga malam atau waktu melaksanakan sholat tahajud, menjadi salah satu waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: "Tuhan kita Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi setap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman, 'Barang siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan. Barang siapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku berikan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku pasti Aku mengampuninya." (HR Bukhari dan Muslim)

4. Menjadi Ciri Penghuni Surga

Melaksanakan sholat tahajud menjadi ciri penghuni surga. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 15-18:

16 اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ 15 اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ
18 كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْن 17 وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa 'uyūn(in). Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a). Kānū qalīlam minal-laili mā yahja'ūn(a). Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air. (Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."

Wallahu A'lam.




(inf/inf)
ramadan penuh hikmah

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads