Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab Penuh Keutamaan

Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab Penuh Keutamaan

Kristina - detikHikmah
Kamis, 23 Jan 2025 11:45 WIB
Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab Penuh Keutamaan
Ilustrasi jemaah mendengarkan khutbah Jumat terakhir bulan Rajab. Foto: Getty Images/H M Shahidul Islam
Jakarta -

Jumat pekan ini adalah Jumat terakhir bulan Rajab 1446 H. Momen ini bisa menjadi referensi khatib untuk menyampaikan khutbah Jumat

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Jumat terakhir bulan Rajab 1446 H jatuh pada Jumat, 27 Januari 2025. Rajab akan berakhir pada Kamis, 30 Januari 2025 pekan depan.

Menukil Kumpulan Naskah Khutbah Jumat terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI berikut naskah khutbah Jumat yang bisa disampaikan pada Jumat terakhir bulan Rajab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab: Hubungan Salat dan Isra Mi'raj

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ŲŲŽØąŲŽØļŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲŽ ŲˆŲŽØąŲŽŲŲŽØšŲŽ Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø¯ŲŽØąŲŽØŦŲŽØ§ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØĩŲŲ„Ų‘ŲŽØŠŲ‹ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡Ų. ØŖŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØ¯ŲŲ‡Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØšŲØąØŦŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲŲØąŲØļŲŽØĒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲŲŠŲ†ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ‹ØŒ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŽŲŲŲ‘ŲŲŲŽØĒŲ’ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ø¨ŲØŖŲŲ…Ų‘ŲØĒؐ؇ؐ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų: ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŲˆØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø§Ų„Ų…ŲØ°ŲŠØ¨ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ‚ŲŽØĩŲ‘ŲØąŲŽØŠŲŽ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽØŒ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØąŲŽŲ‰ Ø¨ŲØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų‹Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‚Ų’ØĩŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø­ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲ†ŲØąŲŲŠŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØ§ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØĩŲŲŠØąŲ) ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚ŲŲ…Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲŽ ØĒŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØĩŲ’Ų†ŲŽØšŲŲˆŲ†ŲŽ

Hadirin Sidang Jum'at yang dimuliakan Allah SWT,

ADVERTISEMENT

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa, karena hanya melalui ketakwaanlah kita dapat meraih kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang tetap istikamah di jalan Islam. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib akan menyampaikan khotbah dengan tema "Hubungan Salat dan Isra Mi'raj".

Hadirin sidang Jum'at yang dirahmati Allah SWT,

Peristiwa Isra Mi'raj adalah salah satu mukjizat besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam perjalanan itu, Allah mewajibkan kepada umat ini sebuah ibadah yang agung, yaitu salat lima waktu. Dalam hadis sahih, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Ų†Ø˛Ų„ØĒ ŲØąŲŠØļØŠŲ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØĒؐ؊ ØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲŲŠŲ†ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲŒØŒ ŲŲŽØąŲŽØ§ØŦŲŽØšŲ’ØĒŲ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲŠ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲŠŲŽ ØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲŒ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ŲˆŲŽØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲŲˆŲ†ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØŦŲ’ØąŲ

"Allah telah mewajibkan lima puluh kali salat kepada umatku. Aku terus memohon keringanan kepada-Nya hingga Dia menjadikannya lima kali. Namun, (pahala) salat itu tetap dihitung lima puluh dalam timbangan-Nya." (HR Bukhari dan Muslim).

Salat bukanlah sekadar rangkaian gerakan fisik dan bacaan tertentu, melainkan sebuah hubungan langsung antara seorang hamba dengan Allah SWT. Dalam salat, seorang hamba berdialog secara spiritual dengan Tuhannya, mengungkapkan keikhlasan hati, dan memohon ampunan atas segala dosa. Hal ini sejalan dengan penjelasan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin yang menyebutkan:

. Ø§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠ Ų…Ų†Ø§ØŦا؊ Ø¨ŲŠŲ† Ø§Ų„ØšØ¨Ø¯ ŲˆØąØ¨Ų‡ØŒ ŲŲŠŲ‡Ø§ Ø§Ų„ØĨØŽŲ„Ø§Øĩ، ŲˆŲŲŠŲ‡Ø§ Ø§ØŗØĒØēŲØ§Øą ØšŲ† Ø§Ų„Ø°Ų†ŲˆØ¨

"Salat adalah munajat seorang hamba kepada Tuhannya, yang di dalamnya terdapat keikhlasan serta permohonan ampun atas dosa."

Hadirin sidang jemaah Jum'at yang dirahmati Allah SWT

Lebih dari itu, salat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. la merupakan tiang agama yang menjadi penopang utama keimanan seorang muslim. Rasulullah saw menegaskan hal ini dalam sabdanya:

" Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØšŲŲ…ŲŽØ§Ø¯Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†ŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØąŲŽŲƒŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†ŲŽ"

"Salat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkannya, berarti ia menegakkan agama; dan barang siapa meninggalkannya, berarti ia meruntuhkan agama." (HR Baihaqi)

Olehnya, salat tidak hanya menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, tetapi juga menjadi penanda utama keteguhan agama dalam kehidupan seorang hamba. Melalui salat, seorang muslim memupuk keimanan, mendekatkan diri kepada Allah, dan menguatkan hubungan spiritual yang akan membimbingnya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadirin sidang jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Isra Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang menyimpan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satu pelajaran utama dari Isra Mi'raj adalah bahwa salat merupakan hadiah istimewa yang langsung Allah Swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw tanpa perantara. Hal ini menegaskan betapa penting dan istimewanya salat dalam kehidupan seorang muslim. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fath al- Bari:

ŲŲŽØąŲ’ØļŲ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØšŲ’ØąŲŽØ§ØŦؐ ŲŠŲŽØ¯ŲŲ„Ų‘Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŲ„Ų’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§ ŲƒŲŽŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡Ų

"Kewajiban salat dalam Isra Mi'raj menunjukkan kedudukannya yang mulia sebagai penghubung antara manusia dengan Allah."

Salat memiliki peran penting sebagai penjaga moral dan akhlak seorang muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲŽ ØĒŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØĩŲ’Ų†ŲŽØšŲŲˆŲ†ŲŽ

"Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan mengingat Allah (dalam salat) itu lebih besar (manfaatnya)." (QS. Al-Ankabut. 45).

Ayat ini mengajarkan bahwa salat bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga memiliki dampak signifikan dalam membentuk perilaku dan menjaga seseorang dari perbuatan tercela. Dalam Tafsir al-Jassas, ditegaskan bahwa:

Ø§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠ Ų‡ŲŠ Ø§Ų„Ų…ØąØŖØŠ Ø§Ų„ØĒ؊ ØĒØĩŲ„Ø­ ØŖØšŲ…Ø§Ų„ Ø§Ų„ØĨŲ†ØŗØ§Ų† ŲˆŲ‡ŲŠ Ø§Ų„ØĒ؊ ØĒØ˛ŲƒŲŠ Ø§Ų„ØŖØŽŲ„Ø§Ų‚ ؈ØĒŲŽØ­Ų’ŲŲŽØ¸Ų Ø§Ų„ØĨŲŠŲ…Ø§Ų†

"Salat adalah cermin yang memperbaiki amalan manusia, mensucikan akhlak, dan menjaga iman."

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Salat juga menjadi sarana yang sangat efektif dalam menghadapi berbagai ujian dan kesulitan hidup. Allah SWT memerintahkan kita untuk menjadikan salat sebagai sumber pertolongan, sebagaimana firman-Nya:

". ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŲˆØ§ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ¨Ų’ØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲˆØŠŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ "Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 45).

Lebih dari itu, salat berjamaah memiliki dimensi sosial yang luar biasa. Ia tidak hanya memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama muslim. Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan:

" Ø§Ų„ØĩŲ„Ø§ØŠ ؁؊ Ø§Ų„ØŦŲ…Ø§ØšØŠ ØĒ؈ØŦد Ø§Ų„Ų‚Ų„ŲˆØ¨ ؈ØĒØ˛ŲŠŲ„ Ø§Ų„ŲØąŲˆŲ‚ Ø­ŲŠØĢ ŲŠŲ‚Ų Ø§Ų„ØŖŲ…ŲŠØą بØŦØ§Ų†Ø¨ Ø§Ų„ŲŲ‚ŲŠØą ؁؊ Øĩ؁ ŲˆØ§Ø­Ø¯ ØŖŲ…Ø§Ų… Ø§Ų„Ų„Ų‡

"Salat berjemaah menyatukan hati dan menghapus perbedaan, di mana seorang pemimpin berdiri sejajar dengan rakyatnya di hadapan Allah."

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Dengan demikian, salat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun solidaritas sosial. Melalui salat, umat Islam diajarkan nilai-nilai persamaan, persaudaraan, dan pengabdian yang tulus kepada Allah SWT. Semoga kita senantiasa menjadikan salat sebagai penopang keimanan, pelipur dalam kesulitan, dan sarana untuk meraih keridaan Allah di dunia dan akhirat. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang menjaga salat, memperbaiki diri, dan meraih rida-Nya.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…ŲØŒ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲ„ŲŽØ§ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų

Khutbah Kedua

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄؇ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ† Ų„Ø§ ØĨŲ„Ų‡ ØĨŲ„Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽ Ø¨ŲŽØšØ¯ŲŽŲ‡Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØ§Ø˛ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ. ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠØŒ ŲŠŲŽØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§. Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄ ŲˆŲŽØ§Ų„ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆŲŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŽØŠ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­Ų’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¨ŲŽŲ„Ų’Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ¯ŲŲˆŲ†ŲŲŠŲ’ØŗŲŲŠŲ‘Ų‹Ø§ ؎اØĩØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ØšØ§Ų…ØŠŲ‹ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ… ØŖŲŽØąŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲŽØ§ØšŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØŦŲ’ØĒŲØ¯ŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲØ¨Ų’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŲŠ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØą ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab: Hikmah Peristiwa Isra Mi'raj

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ´ŲŲƒŲ’ØąŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØąŲŽŲ‰ Ø¨ŲŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‚Ų’ØĩŲŽŲ‰ØŒ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØšŲØąŲØŦŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„ŲŽØ§ Ų„ŲŲŠŲØąŲŲŠŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŽØŠŲ. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ŲŲŽØŖŲŲˆØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ‚ŲŽØĩŲØąŲŽØŠŲŽ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽØ§ØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲŽØ§ØšŲ ØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ Ų„ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØąŲŽŲ‰ Ø¨ŲØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų‹Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‚Ų’ØĩŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø­ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲ†ŲØąŲŲŠŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØ§ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØĩŲŲŠØąŲ

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Karena hanya dengan ketakwaan, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istikamah di jalan Islam dan semoga kita mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Pada kesempatan yang mulia ini, khatib akan menyampaikan khotbah dengan tema "Hikmah Peristiwa Isra Mi'raj".

Hadirin sidang Jum'at yang dirahmati Allah SWT, Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa agung yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini bukan hanya perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh makna dan pelajaran bagi umat manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØąŲŽŲ‰ Ø¨ŲØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų‹Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‚Ų’ØĩŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø­ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲ†ŲØąŲŲŠŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØ§ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØĩŲŲŠØąŲ

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al- Isra: 1)

Ayat ini menunjukkan bahwa Isra Mi'raj adalah peristiwa yang dirancang langsung oleh Allah sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dan sebagai pelajaran berharga bagi umatnya.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Dalam perjalanan Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW menyaksikan berbagai kejadian yang sarat makna. Salah satu hikmah utama dari peristiwa ini adalah kewajiban salat lima waktu yang menjadi tiang agama. Salat adalah ibadah yang menghubungkan langsung seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØšŲŲ…ŲŽØ§Ø¯Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†ŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØąŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų

"Salat adalah tiang agama, barang siapa mendirikannya maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya maka ia telah meruntuhkan agama." (HR Baihaqi)

Perintah salat ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan spiritual dalam kehidupan manusia. Salat menjadi pondasi bagi umat Islam untuk menghadirkan nilai-nilai ketakwaan dalam setiap aspek kehidupan.

Hadirin sidang jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Isra Mi'raj juga mengajarkan tentang pentingnya nilai persatuan dan tanggung jawab sosial. Nabi Muhammad SAW diperlihatkan Masjid Al-Aqsha sebagai simbol hubungan spiritual antara berbagai bangsa dan generasi. Dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam al-Ghazali, beliau menulis:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¨ŲŲˆØ¯ŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ØĒŲŽŲˆŲŽØ§ØļŲØšŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ØĒŲŽŲˆŲŽØ§ØļŲØšŲ ØĨŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ø¯Ų‹Ø§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯Ų

"Dalam penghambaan terdapat kerendahan hati, dan dalam kerendahan hati terdapat persatuan di antara hamba-hamba Allah."

Persatuan inilah yang menjadi pilar kemajuan dan kekuatan umat. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus saling membantu, menjunjung nilai persaudaraan, dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah.

Hadirin sidang jemaah Jum'at yang dirahmati Allah SWT, Peristiwa Isra Mi'raj juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Dalam kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha'illah, beliau mengatakan:

Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ؇ؐ؅ؒØĒŲŽŲ‡Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØŽŲŽØŗŲØąŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØšŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽØ§ØąŲŽŲŠŲ’Ų†Ų

"Barang siapa yang hanya menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, ia akan kehilangan kebahagiaan di dua negeri (dunia dan akhirat)."

Oleh karena itu, kita harus menjadikan dunia sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Segala aktivitas yang kita lakukan di dunia ini haruslah didasarkan pada niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, setiap pekerjaan dan usaha kita akan bernilai ibadah di sisi-Nya.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Isra Mikraj juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Sebelum peristiwa ini, Nabi Muhammad saw mengalami masa-masa yang sangat berat, seperti ditinggal wafat oleh dua orang tercinta, yakni istri beliau, Khadijah RA, dan pamannya, Abu Thalib. Namun, beliau tetap tegar, sabar, dan tawakal kepada Allah. Sebagai balasannya, Allah mengangkat beliau ke langit dan memperlihatkan berbagai tanda kebesaran-Nya. Allah SWT berfirman:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲØŗŲ’ØąŲ ŲŠŲØŗŲ’ØąŲ‹Ø§

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6)

Ayat ini memberikan motivasi kepada kita untuk tidak pernah berputus asa dalam menghadapi cobaan. Karena di balik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan yang Allah siapkan untuk hamba-Nya yang sabar.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah Swt,

Sebagai penutup, marilah kita mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj untuk memperbaiki kualitas hidup kita sebagai individu dan masyarakat. Jadikanlah salat sebagai fondasi spiritual, pererat ukhuwah Islamiyah, dan bangun keseimbangan antara dunia dan akhirat. Dengan demikian, kita akan menjadi umat yang kuat, tangguh, dan diridai oleh Allah Swt. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha memperbaiki diri. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ…ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…ŲØŒ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲ„ŲŽØ§ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų

Khutbah Kedua

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄؇ؐ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ† Ų„Ø§ ØĨŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų Ø¨ØšØ¯ŲŽŲ‡Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØ§Ø˛ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠ ŲŠŲŽØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§. Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„ØēŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¨ŲŽŲ„Ø§ØĄ ŲˆŲŽØ§Ų„ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØ°ŲƒŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆŲŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŽØŠ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¨ŲŽŲ„Ų’Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų’Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŲŠŲ’ØŗŲŲŠŲ‹Ø§ ؎اØĩØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ØšØ§Ų…ØŠŲ‹ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ… ØŖŲŽØąŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲŽØ§ØšŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØŦŲ’ØĒŲŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲØ¨Ų’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŲŠ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲŲ†ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų„ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ




(kri/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads