Khutbah Jumat Tema 9 Alasan Umat Islam Harus Bela Palestina

Khutbah Jumat Tema 9 Alasan Umat Islam Harus Bela Palestina

Kristina - detikHikmah
Kamis, 30 Nov 2023 17:45 WIB
Khutbah Jumat Tema 9 Alasan Umat Islam Harus Bela Palestina
Ilustrasi khutbah Jumat tentang alasan kenapa umat Islam harus bela Palestina. Foto: Getty Images/H M Shahidul Islam
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta juru dakwah sampaikan khutbah tentang peristiwa Palestina untuk membangun solidaritas umat Islam. Untuk itu, khatib Jumat bisa mengisi khutbah Jumat pekan ini dengan sederet alasan mengapa umat Islam harus membela Palestina.

Anjuran MUI tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MUI bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh usai menyampaikan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina pada 10 November 2023 lalu.

"Pesan ini harus disampaikan agar muncul sensitivitas, muncul solidaritas, dan juga muncul perasaan saling memiliki ketika saudara-saudara kita di Palestina dalam situasi duka dan kita mengalami duka yang sama," kata Niam seperti dilansir Antara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niam kemudian bilang, khutbah soal Palestina harus terus digencarkan hingga kemerdekaan Palestina tercapai.

Saat ini Palestina tengah menghadapi serangan Israel yang memanas sejak 7 Oktober 2023 lalu. Belasan ribu nyawa dilaporkan melayang. Umat Islam juga kesusahan untuk menjalankan ibadah salat Jumat di Masjidil Aqsa karena penjagaan ketat dari polisi pendudukan Israel, meskipun gencatan senjata tengah diperpanjang.

ADVERTISEMENT

Tanah Palestina sendiri menyimpan sejarah dakwah para nabi terdahulu dan keistimewaan bagi umat Islam. Masjidil Aqsa yang menjadi kiblat pertama umat Islam dan tempat awal Rasulullah SAW melakukan perjalanan suci--Isra Mi'raj-- juga terdapat di bumi Palestina.

Berikut naskah khutbah Jumat tentang alasan mengapa umat Islam harus membela Palestina yang disusun oleh Ustaz Nur Rohmad, Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, Kamis (30/11/2023).

Khutbah I

Ø§Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ¯Ų ØšŲŽØ¯Ų’Ų†ŲŽØ§Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĒŲŽØ§Ø¨ŲØšŲŲŠŲ’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽØąŲŲ‘ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽŲ€Ø˛Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲØŗŲ’Ų…ŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŲ‡ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽŲ€Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŽŲŲ„ŲŲ‚ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’ØĸŲ†ŲØŒ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…Ų°Ų†ŲØŒ ŲŲŽØĨŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų…ŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§Ų†ŲØŒ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ: Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ØąŲØŦŲŽØ§Ų„ŲŒ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽØ§Ų‡ŲŽØ¯ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ… Ų…Ų‘ŲŽŲ†Ų’ Ų‚ŲŽØļŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ… Ų…Ų‘ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØ¸ŲØąŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ¯Ų‘ŲŽŲ„ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲŠŲ„Ø§ (Ø§Ų„ØŖØ­Ø˛Ø§Ø¨: ŲĸŲŖ)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ratusan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada sembilan alasan kenapa kita harus mencintai dan membela Palestina.

Pertama, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam 'alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid al-Haram.

Kedua, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu 'alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Ketiga, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina adalah titik akhir perjalanan Isra' dan titik awal perjalanan Mi'raj. Isra' dan Mi'raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam 'alaihis salam hingga Nabi 'Isa 'alaihissalam.

Keempat, Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya'qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi 'Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak.

Kelima, di sana terdapat Kota Baitul Maqdis, ardhul mahsyar wal mansyar, tempat dikumpulkannya seluruh manusia menjelang hari kiamat yang masih hidup kala itu.

Keenam, di sanalah Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi 'Isa 'alaihis salam.

Ketujuh, Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam doanya:

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø´ŲŽØ§Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲŲŲŠ ŲŠŲŽŲ…ŲŽŲ†ŲŲ†ŲŽØ§

"Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman."

Kedelapan, banyak sekali para sahabat yang pernah berdakwah, menyebarkan dan mengajarkan Islam di sana. Di antara mereka adalah 'Ubadah bin ash Shamit, Syaddad bin Aus, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Watsilah bin al Asqa', Dihyah al Kalbiy, Aus bin ash Shamit, Mas'ud bin Aus dan masih banyak lagi yang lain.

Kesembilan, Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk Islam. Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi'I, dan masih banyak lagi yang lain.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal: "Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah."

Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan: "Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina." Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang dalam jumlah sangat besar dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Palestina.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Tidak kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah. Menurut beliau, kesatuan aqidah akan melahirkan kesatuan hati. Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak akan dikalahkan oleh siapa pun. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap juru adzan di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy'ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi adalah penganut mazhab Syafi'i dalam fiqih dan pengikut mazhab Asy'ari dalam aqidah. Sang sultan memiliki perhatian yang sangat besar dalam penyebaran aqidah Asy'ariyyah. Beliau adalah seorang sultan yang hafal Al-Qur'an, hafal kitab at-Tanbih, sebuah kitab yang menjelaskan tentang fiqih mazhab Syafi'i, dan hafal kitab al-Hamasah, sebuah kitab himpunan bait-bait syair. Sultan Shalahuddin, sebagaimana dijelaskan Imam as-Suyuthi dalam al-Wasa'il fi Musamarah al-Awa'il adalah seorang yang memegang teguh ajaran agama, wara', pejuang, mujahid dan seorang yang bertakwa.

Melihat perhatian khusus Sultan Shalahuddin terhadap penyebaran aqidah Asy'ariyyah, Syekh Muhammad bin Hibatillah al-Barmaki lalu menyusun kitab yang berisi bait-bait nazham dalam ilmu aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah yang ia beri judul Hada'iq al-Fushul wa Jawahir al-Ushul. Kitab itu lalu dihadiahkan oleh pengarangnya kepada Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Shalahuddin lantas memerintahkan kepada semua madrasah untuk mengajarkan kitab tersebut. Sebab itu, kitab itu kemudian terkenal dengan sebutan al-'Aqidah ash-Shalahiyyah.

Di antara yang tertulis dalam kitab tersebut adalah beberapa bait berikut ini:

؈ØĩØ§Ų†ØšŲ Ø§Ų„ØšŲ€Ų€Ø§Ų„Ų…Ų Ų„Ø§ ŲŠØ­ŲˆŲŠŲ‡Ų # Ų‚ØˇØąŲŒ ØĒØšØ§Ų„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲ€Ų† ØĒØ´Ø¨ŲŠŲ‡Ų Ų‚Ø¯ ŲƒØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲˆØŦŲˆØ¯Ų‹Ø§ ŲˆŲ„Ø§ Ų…ŲƒØ§Ų†ŲŽØ§ # ŲˆØ­ŲƒŲ…Ų‡Ų Ø§Ų„ØĸŲ† ØšŲ„Ų‰ Ų…Ø§ŲƒŲ€Ø§Ų†ŲŽ ØŗŲØ¨Ø­Ø§Ų†Ų‡Ų ØŦŲ„Ų‘ ØšŲ† Ø§Ų„Ų…ŲƒŲ€Ø§Ų†Ų # ŲˆØšŲ€Ø˛Ų‘ ØšŲ† ØĒØēŲŠŲØąŲ Ø§Ų„Ø˛Ų…Ø§Ų†Ų ŲŲ‚Ø¯ ØēŲŽŲ€Ų„Ø§ ŲˆØ˛Ø§Ø¯ŲŽ ؁؊ Ø§Ų„ØēŲŲ€Ų„ŲˆŲ # Ų…Ų€Ų€Ų† ØŽØĩŲ‡Ų بØŦŲ‡ØŠŲ Ø§Ų„ØšŲ€Ų„Ųˆ

Sang Pencipta Alam tidak diliputi tempat, Allah Mahasuci dari penyerupaan terhadap makhluk
Allah ada sebelum adanya tempat, dan Dia sekarang tetap seperti sedia kala, ada tanpa tempat
Mahasuci Allah dari tempat, dan Dia Mahasuci dari peredaran masa
Sungguh telah melampaui batas, orang yang mengkhususkan-Nya di arah atas

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Apa yang dapat kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina? Berjihad membantu mereka secara fisik melawan para penjajah, jelas kita tidak mampu. Yang dapat kita lakukan adalah mengulurkan bantuan dana untuk meringankan penderitaan mereka. Minimal, kita bantu mereka dengan doa. Karena doa adalah senjata seorang Mukmin.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

Khutbah II

ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų Khutbah II Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØŖŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŖŲØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲŲŽØ§. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲØŒ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ØŒ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŒ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų… Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØēŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆŲ’ŲŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽØŒ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽØŒ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ØŽŲŽØ§ØĩŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲŒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲØŒ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ




(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads