Apa Doa Akhir Majelis? Begini Bacaannya

Apa Doa Akhir Majelis? Begini Bacaannya

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 23 Jul 2026 09:30 WIB
Ilustrasi pengajian dan majelis ilmu.
Ilustrasi majelis (Foto: Freepik)
Jakarta -

Dalam tradisi ajaran Islam, setiap aktivitas kebaikan-terutama yang berkaitan dengan majelis ilmu, diskusi, maupun pertemuan ibadah-sangat dianjurkan untuk diawali dan diakhiri dengan doa. Doa di akhir majelis bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sarana krusial untuk memohon ampunan atas segala kesalahan, kekhilafan, atau obrolan yang kurang bermanfaat yang tanpa sengaja terucap selama pertemuan berlangsung.

Melalui doa ini, seorang muslim menutup perkumpulannya dengan keberkahan dan penyucian diri dari potensi dosa-dosa kecil selama berinteraksi.

Pentingnya melafalkan doa di akhir majelis ditegaskan dalam beberapa riwayat hadits Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dinukil dari buku Doa-Doa Rasulullah SAW (2003) karya Ibnu Taimiyah, terdapat landasan shahih mengenai anjuran membaca doa penutup majelis ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa duduk di dalam suatu majelis, kemudian banyak bergurau yang tidak bermanfaat, lalu sebelum berdiri meninggalkan majelis ia melafalkan doa: 'Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla ilahailla anta, astaghfiruka wa atubu ilaika' (Maha Suci Engkau, ya Allah dan saya mengucapkan puji-pujian pada-Mu. Saya menyaksikan sesungguhnya tiada Tuhan melainkan Engkau, saya mohon ampun serta bertaubat pada-Mu), melainkan ia pasti diampuni dari dosa yang diperolehnya di majelis itu." (HR. Tirmidzi)

ADVERTISEMENT

Selain itu, para sahabat Nabi juga pernah mengamati kebiasaan beliau yang selalu memanjatkan doa sebelum membubarkan majelis. Ketika para sahabat bertanya karena mendengar bacaan yang tergolong baru, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa tersebut berfungsi sebagai pelebur atas dosa atau kekhilafan yang terlanjur dilakukan selama berada dalam majelis tersebut.

Bacaan Doa Penutup Majelis

Ada dua tingkatan atau versi bacaan doa penutup majelis yang populer diamalkan oleh umat Islam:

1. Bacaan Doa Kaffaratul Majelis (Versi Ringkas)

Mengutip buku 52 Kultum Favorit untuk Muslimah karya Zakiah Nur Jannah dan Noor Hafild, berikut adalah lafal doa penutup majelis paling utama yang ringkas dan sering diajarkan Rasulullah SAW:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla ilahailla anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.

Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu."

2. Bacaan Doa Penutup Majelis dan Keselamatan (Versi Panjang)

Merujuk pada buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, MA, terdapat pula doa penutup majelis versi lebih panjang yang sekaligus mengandung permohonan keselamatan, perlindungan dari musibah agama, dan keberkahan hidup:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma'shiyyatik, wa min thaa'atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi 'alaina mashaaibad dunya.

Allahumma matti'naa bi asmaa'inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj'alhul waaritsa minna waj'alhu tsa'ranaa 'alaa man 'aadanaa wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj'alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa wa laa tusallith 'alainaa man laa yarhamunaa.

Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami."



(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads