Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) salurkan bantuan listrik dan konektivitas internet berbasis Starlink di sekolah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Wilayah 3T yang dimaksud, yakni Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatra Utara.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti, menyebut sekolah yang belum punya akses listrik dan internet pasti akan diberikan bantuan. Terdapat 4 SD dan 7 SMP di Kabupaten Nias Utara yang belum memiliki jaringan internet, sedangkan bantuan instalasi listrik diberikan pada 6 SD dan 1 SMP.
"Sekolah yang belum ada internet, saya bilang kita sambung internet, yang belum ada listrik kita sambung listrik," tutur Menteri Mu'ti dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Hal tersebut disampaikannya kala mengunjungi SD Negeri 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Listrik dan internet menjadi bagian dari skema bantuan dukungan peningkatan mutu pendidikan. Sekolah yang penerima masing-masing mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 25 Juta.
Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu menyebut selama ini SD-SMP penerima bantuan memang belum terjangkau jaringan internet dan listrik. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen dengan bantuan ini.
"Kedatangan Bapak Menteri, membawa banyak oleh-oleh untuk kita di Kabupaten Nias Utara. Mungkin termasuk Starlink bagi SD dan SMP yang belum ada jaringan internet selama ini, maka itu sudah bisa dipastikan, dapat internet," ujar Amizaro.
"Begitu juga beberapa sekolah yang selama ini belum ada jaringan listrik, maka kehadiran Bapak Menteri saat ini jaringan listrik diganti dengan lampu LED (Light Emitting Diode) dan sejenisnya yang sudah ada di Kab. Nias Utara," lanjutnya.
Dengan adanya dukungan tersebut, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemenuhan listrik dan akses internet menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah 3T agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan.
Simak Video "Malam Puncak Apresiasi Konektivitas Digital 2026"
(det/det)