Viral Dapat IFP tapi Tak Berlistrik, SDN Mboeng NTT Akhirnya Akan Direvitalisasi

ADVERTISEMENT

Viral Dapat IFP tapi Tak Berlistrik, SDN Mboeng NTT Akhirnya Akan Direvitalisasi

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 15 Sep 2026 12:00 WIB
Suasana belajar siswa SDN Mboeng di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT. (Dok. guru SDN Mboeng, Selviana Lantik)
Foto: Suasana belajar siswa SDN Mboeng di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT. (Dok. guru SDN Mboeng, Selviana Lantik)
Jakarta -

Belakangan ini ramai perbincangan soal SDN Mboeng Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendapatkan papan interaktif digital (IFP) tetapi sekolah tersebut belum dialiri listrik.

Terkait hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan merevitalisasi sebanyak 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu sekolah yang masuk prioritas penanganan adalah SDN Mboeng.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Ia mengungkapkan bahwa NTT terus menjadi wilayah prioritas program pembenahan sekolah. Hal ini dikarenakan posisinya yang masih tergolong daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Kemendikdasmen juga telah melakukan cek lokasi SDN Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur dengan kondisi dua ruang kelas mengalami rusak berat. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan rombongan belajar, sekolah ini harus menggunakan empat ruang kelas darurat.

Kelas darurat tersebut dibangun sebagian dari swadaya orang tua. Oleh karena itu, Kemendikdasmen menyatakan akan segera merevitalisasi sekolah tersebut.

ADVERTISEMENT

Anggaran Tembus Rp 1,2 Triliun

Untuk membenahi ribuan sekolah di NTT, pemerintah menggelontorkan anggaran mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun pada tahun 2026. Alokasi ini tercatat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi sasaran revitalisasi dengan dukungan anggaran lebih dari Rp 1,2 triliun (Rp 1.208.684.805.539)," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI), Gogot Suharwoto, dikutip dari laman Kemendikdasmen, Selasa (15/9/2026).

Sebelumnya, program renovasi fisik sekolah di NTT sendiri sudah menjangkau 580 satuan pendidikan. Selain itu, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dilakukan dengan total serapan dana Rp 603,5 miliar.

Secara rinci, bantuan tersebut menyasar:

- 43 PAUD (Rp 15,83 miliar)
- 234 SD (Rp 160,73 miliar)
- 174 SMP (Rp 248,58 miliar)
- 64 SMA (Rp 75,96 miliar)
- 44 SMK (Rp 64,75 miliar)
- 9 SLB (Rp 16,47 miliar)
- 8 SKB/PKBM (Rp 6,9 miliar)

Selain pembenahan fasilitas lama, pemerintah juga mendirikan 4 Unit Sekolah Baru (USB) senilai Rp 14,3 miliar yang tersebar di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), dan Sumba Barat, meliputi tiga PAUD dan satu SMA.

Digitalisasi dan Pembenahan Fasilitas Jalan Bersama

Polemik sekolah tanpa listrik yang mendapat perangkat digital seperti IFP turut dijawab oleh Gogot. Ia menyampaikan pemerintah berupaya mempercepat transformasi pendidikan melalui revitalisasi bangunan fisik sekaligus digitalisasi pembelajaran secara bersamaan.

Tercatat pada tahun 2025, sekolah-sekolah di NTT telah menerima bantuan sarana digitalisasi pembelajaran senilai Rp 297,27 miliar yang menyasar 8.985 sekolah.

"Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur," lanjutnya.



(cyu/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads