×
Ad

Hadapi Tuduhan Plagiarisme, Profesor Sosiologi Ini Akhirnya Pilih Mundur

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Minggu, 09 Agu 2026 11:00 WIB
Foto: REUTERS/Chris Radburn
Jakarta -

Plagiarisme merupakan salah satu pelanggaran serius dan tindakan tercela dalam dunia akademik. Masalah ini mengguncang salah satu universitas paling prestisius di dunia yang memiliki reputasi panjang dalam dunia keilmuan.

Kali ini, tudingan plagiarisme menimpa seorang profesor sosiologi di University of Cambridge, Inggris. Sosok tersebut bukan akademisi biasa. Ia dikenal sebagai salah satu bintang dalam dunia akademik Inggris dan bahkan mencatatkan sejarah di kampusnya.

Jason Arday tercatat sebagai profesor kulit hitam termuda dalam sejarah University of Cambridge, universitas yang telah berdiri sejak 1209. Pencapaian tersebut membuat namanya mendapat perhatian luas di lingkungan akademik Inggris, seperti dilaporkan The Guardian.

Popularitas Arday di dunia akademik juga terlihat ketika ia mendapat panggung khusus dalam peringatan 75 tahun British Sociological Association yang digelar di University of Manchester pada April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Arday menyampaikan pidato ilmiah berjudul Wanted Dead or Alive: the Playbook.

Tudingan Plagiarisme

Tudingan plagiarisme terhadap karya akademik profesor sosiologi pendidikan itu pertama kali mencuat melalui laporan The Telegraph pada akhir Juli 2026 lalu.

Media tersebut menyebut hasil analisis menemukan lebih dari 100 bagian dalam disertasi doktoral Arday yang memiliki kemiripan dengan tesis karya Paula Zwozdiak-Myers, mahasiswa Brunel University London. Tesis tersebut diketahui telah dipublikasikan enam tahun sebelum karya Arday.

Jason Arday, guru besar bidang sosiologi pendidikan yang mundur dari University of Cambridge, Inggris Foto: Dok. University of Cambridge/Jason Arday

Laporan tersebut muncul setelah unggahan di Substack oleh Nathan Cofnas. Cofnas bukan sosok asing di lingkungan akademik Cambridge. Ia pernah menjadi akademisi di universitas tersebut sebelum diberhentikan oleh Emmanuel College pada 2024 setelah muncul tuduhan terkait pandangan rasis.

Sebelumnya, Cofnas menulis dalam sebuah unggahan blog bahwa dalam sistem yang sepenuhnya meritokratis, jumlah profesor kulit hitam di Harvard akan "hampir nol".



Simak Video "Video Survei KPK: Kasus Menyontek Ditemukan di 78% Sekolah dan 98% Kampus"


(pal/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork