Jangan Diinjak! Spesies Baru Laba-laba Ini Hidup di Balik Pasir Pantai

ADVERTISEMENT

Jangan Diinjak! Spesies Baru Laba-laba Ini Hidup di Balik Pasir Pantai

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Kamis, 13 Nov 2025 12:30 WIB
Jangan Diinjak! Spesies Baru Laba-laba Ini Hidup di Balik Pasir Pantai
Peneliti menemukan spesies baru laba-laba trapdoor, Aptostichus ramirezae, di balik pasir pantai. Foto: Emma Jochim/UC Davis
Jakarta -

Peneliti baru-baru ini melaporkan spesies baru laba-laba. Uniknya, spesies laba-laba trapdoor ini bukan ditemukan di hutan lebat atau gua yang gelap, di balik pasir pantai.

Spesies baru laba-laba dengan nama ilmiah Aptostichus ramirezae ini ditemukan di bukit pasir daerah pesisir California, Amerika Serikat oleh para ilmuwan dari University of California, Davis. Sedangkan namanya diambil dari Martina Giselle Ramirez, dekan Fakultas Sains di California State University, sebagai penghormatan atas sosoknya yang sangat berjasa dalam proses penelitian awal tentang genetika populasi laba-laba trapdoor dan aktif memperjuangkan keterwakilan mahasiswa dalam bidang STEM.

Spesies Tersembunyi di Bawah Pasir Pantai

Laba-laba di balik pasir pantai.Spesies laba-laba baru yang hidup di balik pasir pantai. Foto: Emma Jochim/UC Davis

Profesor Jason Bond, ahli laba-laba dari UC Davis, mengungkapkan bahwa penemuan ini hanyalah puncak dari gunung es.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun terdapat lebih dari 50.000 spesies laba-laba di seluruh dunia, kemungkinan masih ada ratusan ribu spesies yang belum ditemukan, bahkan di sepanjang pantai tempat spesies laba-laba baru mungkin bersembunyi tepat di bawah kaki pengunjung pantai California," ujarnya, dikutip dari Science Daily.

Menetap di Bukit Pasir

Jenis laba-laba trapdoor ini dikenal suka bersembunyi di liang bawah tanah berlapis sutra yang tertutup pintu berengsel. Mereka menunggu mangsa lewat di atas permukaan tanah, lalu menyerang dengan cepat. Karena hidup menetap di satu liang sepanjang hidupnya, spesies ini sulit berpindah tempat.

ADVERTISEMENT

Mahasiswa doktoral Emma Jochim, yang memimpin penelitian, menjelaskan bahwa spesies laba-laba tersebut tidak mampu menyebar ke banyak bukit pasir untuk berkembang biak dan berbaur dengan sejenisnya.

Habitat Kecil, Ancaman Besar

Karena hanya hidup di bukit pasir pesisir, kehidupan laba-laba yang baru resmi tercatat sscara ilmiah ini terancam. Habitatnya kian hari kian menyusut akibat pembangunan, erosi, kebakaran hutan, dan kenaikan permukaan laut.

Jochim menilai bahwasanya risiko punahnya spesies-spesies laba-laba yang baru ditemukan ini cukup besar, terutama spesies A. Simus. Sebab, saat ini jenis tersebut hanya dapat dijumpai di wilayah San Diego karena suramnya proyeksi kenaikan permukaan laut di wilayah tersebut.

Mengapa Penemuan Ini Penting bagi Konservasi?

Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami keragaman genetik antarspesies untuk menentukan wilayah konservasi yang paling mendesak.

Apabila tidak diketahui berapa banyak spesies yang terdapat pada suatu wilayah, dan tidak dapat memahami pola keragaman genetik antarpopulasi, maka tidak akan pernah diketahui pula wilayah mana saja yang penting dan cocok sebagai tempat konservasi.

Melalui studi seperti ini, ilmuwan berharap manusia semakin sadar bahwa masih banyak kehidupan di Bumi yang belum sempat kita kenali dan bisa hilang sebelum sempat diberi nama.

Temuan ini dipublikasi dalam jurnal Ecology and Evolution dengan judul Speciation Pattern and Process in the California Coastal Dune Endemic Trapdoor Spider Aptostichus simus (Mygalomorphae: Euctenizidae) and Description of a New Cryptic Species, 22 Oktober 2025.




(twu/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads