Kisah Nanda dan Ninda, Kembar Asal Lampung yang Kuliah Kedokteran Bareng di UAD

ADVERTISEMENT

Kisah Nanda dan Ninda, Kembar Asal Lampung yang Kuliah Kedokteran Bareng di UAD

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 24 Sep 2026 17:00 WIB
Nanda dan Ninda, mahasiswa kembar asal Lampung
Nanda dan Ninda, mahasiswa kembar asal Lampung. Foto: UAD
Jakarta -

Memiliki saudara kembar membuat perjalanan pendidikan Hernanda Puspita dan Herninda Puspita terasa berbeda. Sejak kecil, keduanya hampir selalu menjalani pendidikan di sekolah yang sama.

Kini, kebersamaan itu berlanjut hingga bangku kuliah. Nanda dan Ninda, sapaan keduanya, merupakan saudara kembar asal Lampung Tengah yang kini menjadi mahasiswa baru Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

"Menurut saya, perjalanan ini menjadi sesuatu yang istimewa, karena sejak kecil kami tumbuh bersama, belajar bersama, dan saling menemani dalam mengejar cita-cita," tutur Nanda dilansir dari laman LLDIKTI Kemendiktisaintek, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selalu Bersama Sejak TK

Kebersamaan keduanya memang sudah berlangsung sejak lama. Mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah atas, Nanda dan Ninda selalu berada di sekolah yang sama.

ADVERTISEMENT

Menariknya, meski lahir lebih dulu, Nanda justru dipanggil "adik". Sementara Ninda yang lahir beberapa menit kemudian dipanggil "mbak". Sapaan tersebut mengikuti tradisi dan kepercayaan adat Jawa yang dianut keluarga mereka.

Sama-sama Ingin Jadi Dokter

Ketertarikan terhadap dunia medis sudah tumbuh dalam diri Nanda dan Ninda sejak kecil. Dukungan orang tua turut memperkuat keinginan keduanya untuk menempuh pendidikan dokter.

Keduanya memilih Fakultas Kedokteran UAD karena tertarik dengan keunggulan yang ditawarkan. Khususnya integrasi antara pendidikan kedokteran, kebencanaan, dan nilai-nilai keislaman.

"Alasan utama saya memilih Fakultas Kedokteran di Universitas Ahmad Dahlan adalah karena institusi ini menawarkan keunggulan spesifik di bidang kedokteran kebencanaan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman," jelas Ninda.

Menurutnya, perpaduan tersebut diharapkan dapat membentuk dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi medis, tetapi juga siap menghadapi kondisi darurat dan memiliki karakter yang kuat.

"Hal ini menjadikan lulusannya tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga siap terjun dalam situasi darurat dan memiliki karakter akhlak yang kuat," sambungnya.

Nanda dan Ninda berharap kelak dapat menjadi tenaga medis yang kompeten dan amanah. Mereka juga ingin memiliki kemampuan menghadapi situasi bencana serta kepedulian sosial yang tinggi.

Keputusan untuk kuliah di kampus dan program studi yang sama turut disambut baik keluarga dan teman-teman mereka. Kehadiran saudara kembar di ruang kuliah juga dinilai dapat membantu keduanya beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sering Dikira Satu Orang Saat P2K

Kemiripan wajah Nanda dan Ninda rupanya menjadi cerita tersendiri saat mengikuti Program Pengenalan Kampus (P2K) UAD. Pertanyaan seperti "Kalian kembar, ya?" dan "Apa bedanya kalian?" cukup sering mereka dengar dari teman baru maupun panitia P2K.

Tak jarang, kemiripan tersebut membuat orang di sekitar mereka salah memanggil. Salah satu kejadian bahkan terjadi saat keduanya berada di Masjid Islamic Center (IC) UAD.

Saat itu, seorang panitia pendamping P2K sempat menarik Ninda karena mengira dirinya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular.

"Waktu itu, seorang kakak pendamping memanggil dan menarik saya karena mengira saya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular. Saya sempat bingung karena merasa bukan berasal dari kelompok tersebut," kenang Ninda.

Ninda kemudian menjelaskan bahwa dirinya bukan Nanda, melainkan Ninda dari kelompok 7 Integumen. Setelah mengetahui kesalahannya, panitia tersebut dan Ninda pun tertawa bersama.

"Setelah menyadari kesalahannya, kami pun tertawa bersama. Kejadian seperti itu menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dan membuat masa orientasi terasa lebih seru bagi kami sebagai saudara kembar," tuturnya.

Bagi Nanda dan Ninda, menjadi saudara kembar sekaligus teman seperjalanan dalam pendidikan memberikan pengalaman tersendiri. Setelah bertahun-tahun berada di sekolah yang sama, keduanya kini memulai babak baru sebagai mahasiswa kedokteran dengan cita-cita yang juga sama yakni berkontribusi di bidang kesehatan.



(cyu/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads