×
Ad

detikSore

Universitas RI, Gebrakan Baru Prabowo di Bidang Pendidikan

20detik Signature - detikEdu
Rabu, 29 Jul 2026 14:42 WIB
Foto: irsyad
Jakarta -

Di tengah upaya menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045, Presiden Prabowo Subianto menggagas pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI). Berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya, URI dirancang tidak hanya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan calon pemimpin bangsa yang siap mengisi posisi strategis di pemerintahan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi juga untuk mengintegrasikan sistem pendidikan nasional agar lebih terarah dan berkelanjutan.

Keseriusan pemerintah terlihat saat Prabowo melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Prof Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

"Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan. Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," kata Donny di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7). Menurut Donny, URI tidak hadir untuk menggantikan sistem pendidikan yang telah ada. Justru sebaliknya, lembaga ini akan mengintegrasikan berbagai model pendidikan yang selama ini berjalan secara terpisah. Konsep tersebut membuat URI memiliki posisi yang berbeda dibanding perguruan tinggi pada umumnya. Pemerintah bahkan berencana membangun 10 kampus URI yang akan terhubung dengan lembaga-lembaga pendidikan strategis sebagai bagian dari pembinaan SDM nasional. Inspirasi ini berasal dari Institut National du Service Public (INSP) di Prancis, lembaga yang dikenal menyiapkan calon pejabat tinggi negara dan pemimpin pemerintahan.

Meski menggunakan nama "universitas", fokus pendidikan URI disebut tidak hanya mengejar capaian akademik. Pemerintah ingin mahasiswa juga dibekali kemampuan kepemimpinan, manajerial, kebangsaan, hingga patriotisme. Jurusan yang dibuka diperkirakan mencakup bidang-bidang strategis, dengan penekanan pada pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), kedokteran, kesehatan, serta disiplin ilmu yang mendukung pembangunan nasional. Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Donny mengatakan pengajar URI nantinya tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga melibatkan akademisi dari luar negeri serta dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruh mahasiswa pun direncanakan menempuh pendidikan melalui skema beasiswa.

Meski demikian, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara rinci bagaimana mekanisme seleksi mahasiswa, persyaratan penerimaan, besaran kuota, maupun skema beasiswa yang akan diterapkan. Daftar program studi dan kurikulum resmi juga masih dalam tahap penyusunan. Di tengah antusiasme publik, muncul pula anggapan bahwa URI nantinya akan menjadi "induk" seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto langsung meluruskan isu tersebut. Menurutnya, pembentukan URI sama sekali tidak mengubah tata kelola pendidikan tinggi nasional.

"Nggak, fungsi kita tidak berubah ya, semuanya, tidak ada. Jadi mungkin nanti dalam waktu dekat Pak Gubernur URI akan lebih menjelaskan lagi bagaimana peran dan posisinya," kata Brian di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).


Brian juga memastikan pendirian URI juga tidak akan memengaruhi anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun perguruan tinggi yang sudah ada. Penjelasan lebih rinci mengenai posisi dan peran URI, menurutnya, akan disampaikan oleh jajaran pimpinan universitas tersebut. Di sisi lain, rencana pendirian Universitas Republik Indonesia juga memunculkan sejumlah catatan dari DPR. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah mengenai berbagai aspek mendasar pembentukan URI. Menurut Hetifah, pemerintah juga perlu menjelaskan urgensi pembentukan URI kepada masyarakat, termasuk memastikan kehadiran institusi baru tersebut tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi dengan perguruan tinggi yang sudah ada.

"Setiap institusi baru semestinya dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang telah ada, sehingga pengembangannya tetap selaras dan saling mendukung," ungkap Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi pendidikan tinggi di Indonesia, seberapa besar urgensi pendirian URI? Mampukah kehadiran kampus baru ini menjawab tantangan yang selama ini belum terselesaikan? Simak jawabannya bersama Wakil Redaktur detikEdu dalam segmen Editorial Review.

Beralih ke isu lalu lintas, detikSore akan mengulas Polantas Karib, sebuah transformasi pelayanan Polisi Lalu Lintas yang mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan adaptif, sekaligus memperkuat komunikasi, edukasi keselamatan berlalu lintas, serta menghadirkan pelayanan yang lebih responsif bagi masyarakat. Lalu, seperti apa transformasi pelayanan yang ingin diwujudkan melalui Polantas Karib? Bagaimana program ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri? Bersama Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Wibowo temukan jawaban selengkapnya hanya di detikSore.


Jelang matahari terbenam, detikSore juga akan mengulas pergerakan nilai tukar rupiah yang kembali berada di bawah tekanan. Kekhawatiran rupiah menembus level Rp20.000 per dolar AS pun mulai mencuat, memicu berbagai pertanyaan mengenai dampaknya terhadap investasi, daya beli masyarakat, hingga strategi yang perlu disiapkan di tengah pasar yang masih bergejolak. Namun, apakah pelemahan rupiah ini benar-benar menjadi sinyal untuk panik, atau justru momentum bagi investor dan masyarakat untuk menyusun strategi keuangan yang lebih matang? Bersama praktisi pasar modal Firman Marihot, simak analisis serta prospek pasar dalam segmen Sunsetalk. Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"




(imt/gub)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork