Ini Kevin, Mahasiswa Termuda ITB yang Masih Berusia 14 Tahun

ADVERTISEMENT

Ini Kevin, Mahasiswa Termuda ITB yang Masih Berusia 14 Tahun

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 14 Sep 2026 15:00 WIB
Kevin, mahasiswa termuda di ITB
Kevin, mahasiswa termuda di ITB. Foto: ITB
Jakarta -

Rata-rata remaja berusia 14 tahun di Indonesia biasanya tengah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pemuda satu ini sudah masuk perguruan tinggi.

Tak tanggung-tanggung, pada usianya yang 14 tahun ia sudah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namanya adalah Kevin Vincent Noel Sitanggang.

"Saya adalah anak kecil yang punya banyak mimpi. Salah satunya adalah bermimpi bisa menjadi mahasiswa ITB," ujar Kevin dikutip dari laman ITB, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kevin baru saja masuk di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM). Bagaimana bisa Kevin sudah bisa duduk di bangku kuliah pada usia 14 tahun?

ADVERTISEMENT

Selesaikan SD dalam 4 Tahun

Perjalanan Kevin dimulai sejak masa SD. Ia masuk SD saat berusia 5 tahun.

Kemudian, pada 2016 sang ayah mendaftarkan Kevin ke dalam program akselerasi. Sehingga Kevin hanya menempuh pendidikan SD selama empat tahun.

Lalu ia melanjutkan SMP pada usianya yang masih sembilan tahun. Memasuki jenjang SMA, Kevin mulai aktif ikut kompetisi nasional seperti OSN matematika. Ia juga pernah meraih juara ketiga English Speech Contest tingkat SMA se-Kota Bandung.

Peringkat 1 Berturut-turut

Pencapaian Kevin juga ia raih selama masa SMA. Kevin berhasil mempertahankan peringkat pertama selama lima semester berturut-turut.

Sehingga ia termasuk ke dalam siswa peringkat ketiga terbaik. Hal itu membuatnya eligible daftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Ia daftar SNBP dengan pilihan FMIPA-M ITB serta FTI-RI ITB. Namun, ternyata ia belum lolos pada jalur SNBP.

Atas saran sang ayah, Kevin memilih kemudian FTTM pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Akhirnya ia pun lolos pada pilihan pertamanya tersebut.

"Saya mempersiapkan UTBK sekitar dua bulan dan sebetulnya hasilnya kurang maksimal. Saya pun mengira saya tidak akan lolos. Namun, Tuhan memiliki rencana yang lain," tuturnya.

Dengan rendah hati, Kevin menyanggah bahwa dirinya selalu berhasil. Meskipun ia anak yang pintar, tetapi ia juga manusia biasa yang beberapa kali gagal.

"Mungkin banyak orang yang mengira bahwa saya adalah anak yang sudah pintar sejak lahir dan bisa melalui tantangan akademik apa pun dengan mudah. Faktanya, saya lebih banyak gagal daripada berhasil," katanya.

Pengalaman Masuk Kuliah Tahun Pertama

Saat memasuki tahun pertama perkuliahan, Kevin merasa ada tantangan tersendiri. Pasalnya, kawan-kawan Kevin memiliki usia yang lebih senior.

Ia terkadang mengalami impostor syndrome, ia merasa kelelahan dalam mengejar ritme belajar. Namun, dukungan keluarga dan teman membuat Kevin harus tetap melanjutkan perjuangannya dalam belajar.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita tetap berjalan, membuat kemajuan, bahkan ketika rasanya kita hanya jalan di tempat," ujar Kevin.

Tips Belajar Kevin Hadapi UTBK

Kevin kemudian membagikan kiat dalam menghadapi UTBK SNBT. Kevin mengaku lebih banyak berlatih try out dan soal.

Dari sana, ia bisa membuat pola soal menjadi lebih familiar. Ia juga mengombinasikan Feynman Technique dan Active Recall dalam memahami materi.

Selain itu, teknik Podomoro ia coba juga yakni dengan 50 menit belajar dan 10 menit istirahat sebanyak dua kali repetisi. Untuk menjaga semangatnya, Kevin menguatkan ibadahnya supaya seimbang.

"Jadwal belajar harian sangat krusial dalam membangun disiplin karena jika hanya bergantung pada motivasi dan semangat, kita akan cepat kelelahan atau burnout. Motivasi kita bisa redup kapan saja," ujarnya.

Kini, Kevin telah menjadi mahasiswa baru FTTM ITB. Menurut Kevin, keberhasilannya tembus ITB bukanlah hasil akhir.

Ia berpendapat bahwa prosesnya yang bisa membentuk dirinya, bukan hanya hasil. Ia berharap bisa terus tumbuh selama menjadi mahasiswa ITB.

"Berjuanglah bukan untuk hasil, tetapi untuk proses. Belajarlah bukan hanya untuk nilai, tetapi untuk mereka yang telah lebih dulu berkorban demi memastikan kita bisa belajar dengan baik," katanya.



(cyu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads