×
Ad

Profesor di Kampus Ini Dipecat Usai Kritik Perang Iran Vs AS-Israel

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Selasa, 07 Apr 2026 19:00 WIB
Foto: Unsplash/University of Washington/Seorang profesor di Universitas Washington dicopot dari jabatan Direktur Middle East Center usai kritik perang Iran vs AS-Israel
Jakarta -

Profesor di Universitas Washington, Aria Fani, dipecat dari jabatannya usai mengkritik serangan Israel yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak di Timur Tengah. Ia menyebutkan bahwa zionisme merupakan kanker.

Aria Fani merupakan associate professor di Jackson School of International Studies, Universitas Washington. Tulisannya yang mengkritik tindakan Israel-AS dikirim melalui email resmi Middle East Center di Universitas Washington pada 18 Maret 2026 lalu.

Imbas kritikannya, ia dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan atau Direktur Middle East Center.

Isi Kritik dari Profesor di Universitas Washington

Dalam tulisannya, Fani menyebut bahwa tindakan militer Israel menunjukkan bahwa mereka mengincar kehancuran negara Iran. Bagi Fani, alasan Israel yang menyebut Iran akan membangun senjata nuklir adalah omong kosong belaka.

"...tindakan Israel menunjukkan kepada kita bahwa mereka berupaya menghancurkan negara, bukan hanya kelas penguasanya," ujar Fani, dikutip dari The Guardian.

Sebelumnya, pada Juni 2025 lalu, saat Israel menyerang Iran, Fani juga mengatakan kepada surat kabar mahasiswa di kampus tentang terbunuhnya anak-anak akibat pemboman Israel. Selain itu, ilmuwan beserta keluarganya juga menjadi sasaran pembunuhan Israel.

"...jika Anda memberi tahu puluhan anak yang tewas dalam pemboman Israel, yang tewas di Iran, atau keluarga para ilmuwan nuklir yang baru saja dibantai - saya hampir tidak membayangkan mereka akan mengatakan bahwa dunia adalah tempat yang lebih damai," sebutnya.

Meski dipecat sebagai pimpinan di Middle East Center, Fani masih tetap menjadi profesor madya di Universitas Washington. Merespons kasus ini, pihak kampus memilih untuk tidak membahas hasil pekerjaan Profesor Fani selama di kampus.

Pemecatan Terjadi di Kampus Lain

Sebelumnya, mantan kepala Middle East Center di Universitas Arkansas di Fayetteville juga diberhentikan pada 2025. Menurut laporan The Guardian, alasannya diduga karena mendukung Iran dan membuat pernyataan anti-Israel.

Secara resmi, ia diskors pada Desember 2025 usai mengunggah dukungan terhadap Palestina dan Ayatollah Ali Khamenei di media sosialnya. Ia dipecat meski komite fakultas kampus tersebut merekomendasikan agar ia dipertahankan. Asosiasi Studi Timur Tengah (MESA) turut mengecam keras keputusan tersebut.

Kasus semacam ini telah berlangsung sejak Israel menyerang Palestina pada Oktober 2023 lalu. Para dosen dan mahasiswa Arab dan Muslim sangat terdampak.

Hingga April 2026, afiliasi Universitas Harvard mengatakan telah mengajukan lebih dari 500 pengaduan diskriminasi terkait tuduhan bias anti-Arab, anti-Muslim, dan anti-Palestina.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video Danantara Ungkap 4 Sektor Kunci RI di Tengah Ketidakpastian Global"

(faz/faz)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork