30 Kampus Dihancurkan AS dan Israel, Menteri Saintek Iran: Kembali ke Zaman Batu

ADVERTISEMENT

30 Kampus Dihancurkan AS dan Israel, Menteri Saintek Iran: Kembali ke Zaman Batu

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Senin, 06 Apr 2026 19:30 WIB
Institut Penelitian Laser dan Plasma Universitas Shahid Beheshti dibom oleh AS dan Israel pada 3 April 2026
Foto: Maziar Motamedi/Al Jazeera/Institut Penelitian Laser dan Plasma Universitas Shahid Beheshti dibom oleh AS dan Israel pada 3 April 2026.
Jakarta -

Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menghancurkan 30 kampus di Iran. Menteri Sains, Penelitian, dan Teknologi Iran, Hossein Simai Sarraf, mengatakan bahwa menyerang universitas berarti kembali ke Zaman Batu.

"Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti kembali ke Zaman Batu," kata Sarraf, dikutip dari Al Jazeera, Senin (6/4/2025).

Sejak perang meletus pada 28 Februari lalu, Menteri Sarraf melaporkan telah ada sedikitnya 30 universitas yang terkena dampak. Salah satunya yaitu Shahid Beheshti University di Teheran Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profesor dan Ilmuwan Dibunuh Israel

Selain kampus, Sarraf mengatakan bahwa para ilmuwan Iran telah menjadi sasaran selama beberapa dekade. Termasuk beberapa profesor di Shahid Beheshti University yang dibunuh Israel.

Salah satunya adalah Mohammad Mehdi Tehranchi, fisikawan teoretis senior sekaligus ilmuwan nuklir yang menjabat sebagai direktur laboratorium magneto-fotonik di Shahid Beheshti University. la tewas pada awal konflik yang dikenal sebagai perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025.

ADVERTISEMENT

"Tindakan bermusuhan ini tidak hanya menargetkan keamanan akademisi dan lingkungan ilmiah negara, tetapi juga merupakan serangan nyata terhadap akal sehat, penelitian, dan kebebasan berpikir," tulis pihak universitas dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pihak universitas juga menyerukan kepada rekan-rekan akademisi di dunia internasional untuk meningkatkan kesadaran terhadap insiden serangan serupa di lingkungan pendidikan.

Selain Kampus, Fasilitas Kesehatan Turut Dihancurkan

Kampus-kampus dan lembaga lain yang telah menjadi sasaran serangan AS-Israel antara lain Tehran's Science and Technology University, University of Science and Technology (IUST), Isfahan University of Technology (IUT), hingga Pasteur Institute in downtown Tehran.

Lembaga Institut Pasteur mengalami kerusakan signifikan dan tidak dapat lagi melanjutkan pemberian layanan kesehatan. Padahal lembaga ini penting karena melayani bidang penyakit menular, memproduksi vaksin dan produk biologis, serta menyediakan diagnostik canggih.

AS dan Israel juga menyerang fasilitas perawatan kesehatan lain, termasuk Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina. Sebuah perusahaan farmasi besar tak luput dari serangan di dekat Teheran.

Pemerintah Iran mengatakan serangan itu bertujuan untuk mengganggu jalur pasokan obat-obatan, sementara Israel mengklaim perusahaan tersebut terkait dengan produksi senjata kimia.

Sementara itu, sampai April 2026, serangan AS dan Israel telah menghancurkan sekolah, rumah, fasilitas kesehatan, serta bisnis di seluruh negeri dan menewaskan lebih dari 2.000 orang, menurut pihak berwenang Iran.

Lebih dari 100 pakar hukum di AS telah mengutuk serangan yang berdampak pada warga sipil di Iran sebagai hal yang menimbulkan "kekhawatiran serius tentang pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional". Mereka juga menyatakan keprihatinan tentang "risiko kekejaman di seluruh wilayah tersebut".

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads